My name

Kamis, 15 April 2010

Lanjutan


Dear diary…….
Aku ingin melanjutkan unek-unekku kemarin tentang lingkungan kerja yang mendukung produktivitas. Saat  awal kita masuk dalam dunia kerja baru dengan personel baru membuat kita harus bisa beradaptasi. Kesan pertama sangat mempengaruhi penilaian terhadap seseorang. Sopan santun, cara berbicara, tegur sapa…ya meskipun kita tidak di terima 100% tapi lambat laun mereka akan menerima kita. Sulit untuk bisa membawa diri apalagi dengan personel kerja yang cukup banyak. Saat kita terlalu ramah ada yang beranggapan kita terlalu berlebihan, saat kita diam ada yang perpendapat bahwa kita seorang yang sombong.
Pernah diary aku menyalami seseorang di cuekin….sakit rasanya, yahc semua butuh proses untuk dapat diterima dalam lingkungan kerja baru amat sangat butuh kesabaran. Memerlukan waktu cukup lama dan kita harus tangguh menerima segala kritik untuk kita. Ga semua kritikan itu menyakitkan banyak juga kritikan yang membangun. Selama proses itu produktivitasku di tantang, aku merasa sangat perlu menunjukkan bahwa aku memiliki kemampuan. Meski tetap dalam tingkat kewajaran andai aku menunjukkan berlebih malah citra buruk yang akan aku tampilkan.
Akhirnya setelah hampir 1 tahun aku bisa menyesuaikan dengan dunia kerja tersebut aku mulai di terima, aku pun mulai menikmati pekerjaanku, meski ga 100% personel yang menerima, prinsipku asal kita tidak pernah berusaha menyakiti pihak lain menurutku tidak ada masalah.…..
Dari sini aku menyadari bahwa proses sangat menentukan hasil dari sebuah usaha. Saat kita diterima oleh lingkungan kerja kita semua akan menjadi mudah. Kita bisa mengasilkan produk kita dengan maksimal asalakan tentu saja kita jangan pernah terlena dengan kondisi nyaman tersebut.
Diary……
Aku ingin bercerita tentang hal lain. Ini menyangkut hobbyku di dunia seni tari. Aku bukan orang yang terlatih dengan berbagai teori seni tari. Aku mempelajarinya secara aotodidak. Jadi aku bisa karena aku melihat lalu mencoba. Bukan karena teori. Sebenarnya diary aku sangat ingin mempelajarinya  secara mendetail mulai tatarias dan busana. Ga lucu diary kalo aku mementaskan sebuah tari dengan kostum yang ga sesuai dengan pakem.
Dimanapun aku mengajar aku ingin sekali menghidupkan kesenian itu.  Ternyata sambutan para siswa cukup antusias. Meski di awal penyampaian ideku mendapat tanggapan kurang mengenakkan dari teman sejawat, tetapi tanggapan antusias itu muncul dari anak didikku. Memang kendalanya hanya satu masalah costum. Sewa baju cukup mahal, sempat punya keinginan aku mambuat pakaian tari sendiri tapi semua pasti terkendala dengan waktu. Aku amat sangat kekurangan waktu tiap harinya. Terkadang untuk melakukan pekerjaan rumah tangga terpaksa aku kerjakan saat aku libur. Sehingga untuk memikirkan pembuatan pakaian tari aku tidak memiliki waktu itu.
Soal tatarias aku mulai belajar meski belum maksimal diary tapi aku akan terus belajar. Tujuanku satu agar aku bisa membantu anak didikku. Dia ga perlu ke penata rias yang mahal dan akupun akan merasakan kepuasan tersendiri jika dapat merias muridku sendiri. Diary ini ada foto hasil karyaku menata rias anak didikku. Semoga aku semakin terlatih.
Impianku kedepan aku punya sanggar dimana muridku bisa mengeskpresikan diri se maksimal mungkin di bidang seni tari.

Senin, 12 April 2010

Lingkungan kerja yang kondusif........????

Diary....
Setuju ga kalau lingkuingan kerja berpengaruh sangat besar terhadap produktivitas kita. Produktivitas adalah kegiatan kita dalam mengasilkan sebuah produk tertentu.Tentu saja untuk guru produktivitas yang di tuntut adalah pembelajaran yang berkualitas. Menghasilkan input yang mampu menyerap pembelajaran paling ga lebih dari 50 %.
Berdasarkan pengalamanku diberbagai lingkungan kerja, aku merasakan semangat yang luar biasa saat sesama teman sejawat saling mendukung, mengingatkan jika ada kesalahan dan bertukar fikiran jika ada kesulitan. Kondisi lingkungan kerja dengan volume pekerja yang banyak tidak menjamin adanya kekondusifan tersebut. Keanekaragaman pemikiran terkadang membuat seseorang tidak bertegur sapa, dan saling menjatuhkan.
Hal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi produktivutas.

(to be continue)

Minggu, 11 April 2010

Menjadi guru profesional???????

Dear diary.......
Menjadi guru dengan embel-embel profesional bagi penerus bangsa dewasa ini bukanlah suatu hal yang mudah. Tantangan terbesar seorang guru yang ingin menjadi profesional adalah memahami karakter dari setiap peserta didiknya. Tiap individu dari peserta didik tersebut memiliki karakter yang beragam. Kelas yang aku ajar merupakan kelas besar dengan jumlah 36 anak tiap kelasnya. Sedangkan Jumlah jam mata pelajaran yang aku ajar hanya 2 jam pelajaran tiap minggu untuk masing-masing kelas.Itu dapat diartikan bahwa frekuensiku bertemu dengan anak didikku cukup kecil apalagi untuk mendalami dan menyelami karkter dari masing-masing siswa. Tapi tekadku cukup besar diary...targetku untuk semester depan perangkat mulai prota, promes, silabus, rpp, jurnal mengajar, daftar nilai, ahevb harus perfect. Aku masih selalu merasa perangkat yang aku susun terkadang meleset dari keadaan di kelas. Itu sangat mengecewakan. Semoga aku ga disibukkan dengan menjadi panitia-panitia kegiatan sebelum semuanya selesai. Jujur diary sebenarnya menjadi panitia suatu kegiatan dalam sekolah pengalaman yang sangat berharga. Tetapi terkadang menyita semua konsentrasi, tenaga dan fikiran. Padahal kita harus tetap ready dengan scenario pembelajaran kita. Menjadi guru profesional adalah impianku...bukan hanya karena penghargaan atau sertifikat yang menjadi iming-iming pemerintah saat ini.Bagi ku akan menjadi suatu kebahagiaan tersendiri jika melihat anak didik kita mencapai kompetensi yang diharapkan, tanpa ada manipulasi dari berbagai pihak. Seperti yang telah aku uraikan tapi setiap individu peserta didik memiliki keunikan dari karakter mereka...merupakan sebuah tantangan yang sangat besar untuk memahaminya yang selanjutnya mengarahkan agar mereka mencapai kompetensi yang di harapkan dalam kurikulum. Menumbuhkan motivasi ternyata tidak semudah teori...apalagi anak didikku cukup unik dari berbagai segi. Sharing dengan teman sejawat sangat membantuku dalam menumbuhkan semangat disaat aku putus asa. Tapi aku akan terus mencari dan mencari celah dimana aku bisa memberikan sugesti pada siswaku agar mencintai buku-buku pelajaran dan selalu haus dengan pengetahuan. Waw.....tugas yang berat diary....semoga aku bisa...