My name

Kamis, 31 Januari 2013

Penokohan menurut versiku : The Palace of Illusions

Siang diary...
akhirnya selesai juga aku membaca buku The Palace of Illusions (Istana Khayalan). Sebenarnya aku secara tidak sengaja menemukan buku ini diperpustakaan sekolah. Saat aku tertarik buku yang di bawa salah satu siswaku yaitu "Kitab Cinta Yusuf Zulaikha" dan memintanya memberitahuku saat dia selesai membaca. Saat meminjam buku itulah sudut mataku menangkap sebuah buku dengan sampul berwarna menarik, sebuah istana dengan langit hijau semburat kuning dengan bintang-bintang serta warna kaki langit lembayung dan judul yang membuat penasaran. Pertama yang aku lakukan adalah melihat sinopsis buku itu. Dalam sinopsis tersebut aku membaca bahwa buku itu adalah buku yang menceritakan kisah Mahabarata. Aku semakin tertarik karena kisah itu adalah kisah-kisah dongeng yang selalu diceritakan ibuku saat aku masih kecil. Dalam sinopsis tersebut juga dijelaskan bahwa kisah Mahabarata yang ditulis didalam buku karangan Chitra Banerjee Divakaruni ini diceritakan melalui sudut padang Dropadi putri kerjaan Panchala yang menjadi istri dari Pandawa Lima.

Meskipun buku ini memiliki 496 halaman, tidak sedikitpun kata-kata aku baca sambil lalu seperti saat aku membaca cerita novel yang membosankan yang penuh dengan kata-kata yang kurang bermakna. Setiap kalimat yang terdapat dalam buku ini begitu penuh makna dan arti, berhubungan dengan setiap peristiwa. Sehingga saat ada kalimat yang sambil lalu aku baca maka kalimat selanjutnya harus memaksaku untuk mengulangi membaca kalimat yang aku tinggalkan. Sungguh tidak membuat bosan malah sebaliknya rasa penasaran akan cerita apa yang terangkai selanjutnya membuatku meluangkan waktu untuk mencermati setiap kata-katanya.

Cerita Mahabarata bukan cerita asing bagiku diary...sama dengan cerita Ramayana yang telah aku bahas pada posting yang lalu. Cerita itu adalah cerita penghantar tidurku disaat aku masih kecil, keingin tahuanku dan rasa penasaran setiap ibuku bercerita tentang Pandawa Lima, tentang Kunti ibunya dan tentang Drupadi yang pada saat itu diceritakan oleh ibuku adalah istri Yudistira bukan istri dari ke Lima pandawa (mungkin saat itu ibuku memilih kata-kata yang tepat untuk anak seusiaku karena aku yang selalu ingin tahu akan bertanya lagi kenapa seorang perempuan bisa menikah dengan lima laki-laki sekaligus) sampai membuat ibuku kewalahan karena cerita itu akan membuat penasaran jika diceritakan sepenggal demi sepenggal tetapi ibu selalu sabar untuk sedikit demi sedikit bercerita sehingga kisah-kisah itu terangkai dan menjadi kisah yang tak asing lagi ditelingaku.

Okey berikut adalah ulasan penokohan menurut versiku sebagai pembaca dalam memahami buku ini. Tapi sebelum mengulasnya untuk memuaskan imajinasi berikut adalah cover buku yang aku baca:
Cover buku yang aku baca dan sudah di alih bahasa oleh Gita Yuliani K

Cover buku asli yang ditulis oleh Chitra Banerjee Divakaruni

Buku ini diawali dengan cerita yang berbeda dari yang aku dengar versi pewayangan ibuku. Kelahiran Drupadi dari api yang datang bersamaan dengan kakaknya Drestajumna (kalau ibuku bilang Tresnajumna). Dari sudut padang Drupadi inilah aku sebagai pembaca dapat melihat sisi-sisi pemberontakan yang lumrah sebagai seorang perempuan yang ingin hidup bebas tidak terkekang tradisi sebagai perempuan. Nah ulasanku kali ini akan membahas karakter yang ada dalam cerita:

Sumber foto : Wikipedia
1. Drupadi/Panchali/ Krishnaa (panggilan khusus dari Krishna)

Dalam buku ini menceritakan seorang perempuan yang lahir secara tidak wajar (muncul dari api) yang sejak awal diramalkan sudah mengemban tugas yang sangat berat dan mengerikan. Tugas tersebut adalah merubah sejarah dan menjadi pemicu kehancuran manusia pada abad ke empat. Drupadi yang selama ini aku pahami dari berbagai cerita seorang yang sabar, baik dan berhati lembut ternyata diceritakan memiliki karakter yang sangat berbeda. Dia seperti perempuan pada umumnya memiliki sifat yang selalu ingin tampil berbeda, menjadi pusat perhatian, mendambakan cinta sejati, rasa ingin tahu, sedikit angkuh, jiwa pemberontak saat dikekang dan tak jarang emosi mengalahkan logikanya. Tentu aku dalam hal ini tidak menyudutkan perempuan akan tetapi memang benar adanya bahwa perempuan terkadang jika sudah terbawa emosi butuh kemampuan yang luar biasa untuk bisa memandang masalah kembali dengan logika. Bahkan dalam buku ini diceritakan karena ketidakberdayaannya dalam mengalahkan emosi, kesombongan dan juga harga diri membuat sumpah mengerikan terucap dari mulutnya. Kemarahannya dan juga ke egoisannya membuat para wanita menjadi janda, para ibu kehilangan putranya, membuat adik harus membunuh kakaknya, membuat cucu harus membunuh kakeknya, membuat seorang paman yang tersayang harus memusuhi keponakan-keponakannya bahkan membuat seorang ayah mengremasi mayat anak yang baru dia temukan dalam sebuah perang besar yang bernama perang Bharat atau kita kenal "Perang Bharatayudha" di medan yang bernama "Kurusetra".

Drupadi mempunyai sisi unik dari perempuan yang kadang kita akui atau tidak memang  ada pada diri kita. Mungkin saat membaca cerita tersebut kita mengerutkan dahi kecewa atau tidak setuju atas apa yang dilakukan oleh Drupadi tapi jika kita membuka fikiran lebih luas lagi kita bisa memaklumi bahwa hal itu wajar. Dia tidak bisa memilih laki-laki yang dicintainya, dia yang notabene adalah seorang putri harus hidup menderita saat hari pertama pernikahannya, dia yang dengan penuh kebahagiaan dan kebanggaan ikut dalam pembangunan istana khayalan yang dikenal Indraprastha, istana yang setiap detail ruangan adalah refleksi dirinya harus kehilangan itu semua di meja judi pertaruhan suaminya. Dia yang dipermalukan di hadapan para raja, orang-orang yang dihormati dan lelaki yang di cintainya secara diam-diam tanpa ada pembelaan dari kelima ksatria yang dianggap suaminya. Semua menjadi sangat wajar jika dia marah dan meluapkan emosinya dalam sebuah sumpah yang entah bagaimana akan terlaksana sebagai akhir peradapan pada abad ke empat. Bukankah itu wajar?. Jika ada seorang wanita menikah karena terpaksa, kehilangan rumah yang dibangun dengan sepenuh jiwa dan dipermalukan di depan publik seakan dia bukan seorang  wanita terhormat tanpa ada pembelaan bahkan oleh suaminya sendiri. Ehm....entahlah......kita lanjut saja ke karakter lain yang aku suka.

2. Pandawa Lima (Yudhistira,Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa)

Sulit mencari lukisan yudhistira versi india nya hehe
Yudhistira kalau dalam cerita pewayangan namanya Puntadewa memiliki karakter yang seakan tanpa cela. Bijaksana, baik hati, sabar, suci dan tidak pernah berprasangka. Begitu setidaknya dongengku dulu waktu kecil. Akan tetapi berdasarkan cerita yang aku baca memalui sudut padang Drupadi terkadang aku merasa jengkel dengan sikap-sikap Yudhistira yang terlalu memegang teguh hukum dan filsafat. Tidak pernah sekalipun menempatkan diri bahwa dia wajib melindungi istri dan juga saudara-saudaranya. Seringkali Yudhistira menempatkan istri dan saudaranya dalam bahaya. Seperti saat permainan dadu dia mempertaruhkan istana yang dibanggakan oleh istrinya, saudara-saudaranya sebagai budak bahkan dimeja judi pula dia mempertaruhkan istrinya untuk dipermalukan di depan umum seperti layaknya wanita tidak terhormat. Selain itu di tiga perempat buku di ceritakan pula dia yang meminta Abimanyu putra Arjuna yang mana pada saat itu istrinya sedang hamil muda untuk masuk ke pertempuran sendiri hingga akhirnya Abimanyu tewas mengenaskan dengan tubuh terpotong-potong karena dikeroyok oleh bala Kurawa.


Bima dalam cerita wayang disebut sebagai Werkudara. Entahlah aku paling suka karakternya.  Sama seperti aku menyukai karakter Hanuman sang kera putih dalam cerita Ramayana. Mungkin sama-sama titisan dewa Angin/Bayu itulah yang membuat karakter mereka hampir sama. Dia yang menurut pandanganku dari buku tersebut memiliki jiwa yang lurus. Dia berani membela saudara-saudaranya. Dia yang sangat memanjakan seorang ibu dan dia yang setulus hati mencintai Drupadi. Apapun yang diinginkan Drupadi selalu dia turuti. Benar-benar pria romantis dibalik kegarangannya. Dia pulalah yang menangis saat Drupadi harus menjemput ajalnya saat perjalanan akhir. Sayangnya Drupadi tidak benar-benar mencintainya.







Arjuna yang dalam cerita wayang memiliki banyak nama seperti Janaka, Permadi dan lain-lain. Tokoh yang sering digambarkan, di ilustrasikan dalam sebuah tarian yang akupun juga suka menarikannya. Kalau menurut dongengku dia adalah laki-laki tampan bahkan sangat tampan, memiliki kemampuan memanah yang luar biasa memiliki banyak istri dan berjiwa lembut apalagi dengan perempuan. Di buku ini karakternya hampir mirip tetapi ada beberapa yang membuat aku mengerutkan dahi karena mungkin aku baru tau penggambarannya dari sisi Drupadi. Sebagai seorang kesatria yang lebih kepada keinginannya mencapai kejayaan di medan pertempuran. Dari buku ini aku pun jadi tau sosok Arjuna yang sangat lihai dalam berjuang ada kalanya dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan para perampok yang menghancurkan negeri Dwaraka (kerajaan Krishna). Saat kesedihan yang mendalam karna kematian Krishna di dunia membuatnya lemah dan tidak berdaya bahkan untuk melawan para perampok yang dulu saat kejayaannya dengan satu bidikan anak panah bisa menyelesaikan semuanya.

Nakula dan Sadewa tidak banyak yang menceritakan kedua tokoh kembar ini selain mereka adalah putra kesayangan Kunti. Meskipun mereka bukan anak kandungnya

3. Kunti
Seorang ibu yang menurut cerita dalam buku ini memiliki jiwa dan tekad kuat untuk memastikan bahwa anaknya mendapatkan warisan yang sebagaimana mestinya telah menjadi haknya yaitu Hastinapura. Seorang ibu yang menyayangi anak-anaknya sama seperti seorang ibu pada umumnya. Seorang ibu yang sedikit kawatir menantunya akan membuatnya tersingkir dari hati para anak lelakinya sehingga dengan kata-kata halus tapi tajam selalu mengkritik tindakan para menantunya terutama Drupadi. Seorang ibu yang juga merupakan seorang wanita yang menyimpan sisi kelam masa lalunya dan demi harga dirinya dia tidak mau mengakui kehadiran seorang anak diluar pernikahannya. Dan demi harga dirinya pula di harus melihat anak diam-diamnya terbunuh oleh salah satu dari kelima putra kesayangnnya.

Mungkin kalo versi india tidak demikian
4. Gatutkaca
Meskipun dibuku ini hanya sedikit dibahas tentang Gatutkaca putra Bima dengan raksasa Hidimba yang di pewayangan disebut Arimbi. Tapi sesi kematian Gatutkaca ini membuat hatiku saat membaca terharu. Gatutkaca yang begitu bahagia bertemu ayahnya, mengidolakan ayahnya membaktikan diri untuk ayahnya akhirnya mati dimendan pertempuran. Kalau tidak salah diperpustakaan aku juga melihat cerita tentang buku dari sudut pandang Gatutkaca ehm...jadi ga sabar aku membacanya mungkin diposting lain aku bisa membahas lebih banyak lagi tentang karakter ini.






5. Dhuryudana
Duryudana dan Dorna
Tokoh antagonis yang kalau menurut imajinasiku adalah pangeran dengan wajah menyeramkan dan sangat luar biasa jahatnya. Tapi dibuku ini menurut sudut pandang Drupadi, Duryudana tidak sejahat itu. Dari segi wajah digambarkan seorang yang tampan tapi memiliki jiwa yang angkuh dan sangat suka dengan harta benda (wajar karena sejak kecil dia adalah pangeran). Sifat tamak iri dan dengki sebenarnya berassal dari hasutan Patih Sengkuni yang merupakan pamannya sendiri. Ada beberapa sifat Duryudana yang menurut pemahamanku dari buku ini mengagumkan. Pertama dia merupakan sahabat sejati dari Karna. Dia yang membela dan memberikan kehormatan pada karna yang pada saat itu di hina oleh para Tetua dan juga Pandawa. Duryudana selalu mengikuti saran dan anjuran dari Karna selain tentu dari patih sengkuni. Duryudana merupakan pejuang sejati yang mana dia lebih baik mati daripada menyerah kepada musuh. Ya....paling tidak itulah sisi baiknya


6. Karna
Putra diam-diam Kunti sewaktu masih muda dengan Dewa Matahari sama dengan ayah Arjuna. Sehingga sering digambarkan, wajah Arjuna dan Karna memiliki kesamaan. Begitu pula dengan kemampuan bertarungnya. Nasib yang kurang beruntunglah yang membuat Karna salah memilih sahabat, salah memilih kesetiaan dan juga salah tidak memperjuangkan cintanya. Dalam hal ini aku sedikit ragu apakah benar Karna adalah cinta diam-diamnya Drupadi? yah karena membaca buku ini aku percaya saja. Andaikan Drupadi tidak dengan sombong bertanya asal-usul Karna saat sayembara, saat Karna pun menyetujui usul Kunti yang memintanya berpihak pada Pandawa tentu cinta mereka akan bersatu. Karena Karna adalah putra Kunti jadi secara tidak langsungpun berdasarkan perkataan Kunti "Apapun itu yang kalian bawa (Drupadi) harus dibagi sama rata diantara seluruh putraku" maka Drupadi juga dapat menjadi Istri dari Karna. Dan karena sumpah setianya kepada persahabatan maka dia harus rela membunuh keponakannya Abimanyu dalam pengeroyokan tidak adil, membunuh keponakannya Gatutcaka dan akhirnya dia dibunuh oleh adiknya seayah dan seibu yaitu Arjuna.

7. Krishna
Menurut cerita Krishna adalah titisan dari Dewa Wisnu yang aku rasa berperan dalam peri yang selalu menyelamatkan para pandawa.  Dari awal sampai akhir cerita aku menyukai penokohan Krishna yang misterius. Datang selalu tepat saat Drupadi membutuhkan. Sikapnya yang bijaksana menurut pandangan Drupadi, selalu memberikan nasehat-nasehat bijak. Membantu Drupadi menahan luapan emosinya, membantu pandawa memutuskan permasalahan rumit. Tetapi ada juga sikapnya yang membuat aku mengerutkan dahi saat dia memberikan nasehat untuk melakukan hal-hal yang dinilai kurang berjiwa kesatria seperti meminta Arjuna membunuh Karna saat Karna memperbaiki kereta kudanya, membuat strategi pembunuhan Bisma dengan menaruh Srikandi di depan Arjuna sebagai perisai yang pasti Bisma sebagai kesatria tidak akan melawan perempuan sehingga saat lengah Arjuna diminta melesatkan anak panah menembus dada bisma (meskipun tidak membuatnya terbunuh tapi membuat dia roboh dan tak mampu lagi berperang). Yah itulah sifat misterius Krishna.

Ehm....aku rasa ulasan penokohan dalam cerita ini cukup sekian dulu.
Hal yang dapat aku petik dari cerita ini adalah : Pikiran kadang dikeruhkan oleh emosi, sedangkan emosi dapat menyebabkan becana dalam kehidupan. Penyesalan di kemudian hari tidak akan memberikan efek signifikan dalam merubah jalannya cerita dimasa lalu tapi sedikit banyak menjadi pelajaran di kehidupan yang akan datang.

Huffhhh...capek diary ga terasa dah adzan Dhuhur......off dulu 

Catatan : gambar-gambar diatas saya ambil dari berbagai sumber untuk menguatkan imajinasi saja maaf jika tidak sesuai....^_^





Selasa, 18 Desember 2012

Hujan

Air itu turun dari presipitasi awan yang kelam....
Membasahi bumi pertiwi..
Menyejukkan panas atmosfer yang menyiksa...
Tiap tetesa air sebagian akan berinfiltrasi masuk dalam pori-pori tanah 
Di seleksi dan dikeluarkan kembali dalam kondisi bersih dari berbagai senyawa berbahaya
Munculah mata air murni sumber kehidupan makhluk di alam muka bumi...

Tetesan air dapat menggeliatkan biji yang berdormansi
Memacu enzim yang dan memulai proses pembelahan
Membentuk tunas-tunas baru yang lebih hijau dan  segar siap menghadapi tantangan kehidupan

Just my mind:

Air hujan berasal dari awan kelam itu berarti suatu pengalaman yang buruk merupakan awal kebangkitan seseorang.
Air hujan yang langsung berasal dari awan hitam belum bisa secara langsung dimanfaatkan oleh manusia, karena masih mengandung senyawa-senyawa berbahaya karena polusi yang kian meningkat.

Di dunia sekarang ini tingkat kejahatan baik secara langsung maupun terselubung kian meningkat. Tak hanya secara fisik akan tetapi secara moral pun kian menyebar menggerogoti jiwa manusia. Semua berubah menjadi abu-abu. Orang tidak mampu lagi membedakan mana hitam dan mana putih. Andikan ada pun banyak yang dipaksa untuk mengatakan putih menjadi hitam sedangkan hitam menjadi putih. Semua serba sulit prinsip dan kebenaran tercemar seperti layaknya kandungan gas karbon yang seharusnya hanya 0.04% di atmosfer menjadi lebih dari sekian persen. Membuat jiwa manusia menjadi labil cenderung mengutamakan emosi dan melegalkan hal-hal ilegal.

Saat air hujan itu turun dan mengalami proses infiltrasi didalam tanah maka perlu waktu untuk untuk muncul lagi menjadi mata air murni. Di dalam tanah air hujan di saring sedemikian rupa dinetralkan sehingga kandungan zat-zat berbahaya tidak lagi bercampur dengan senyawa H2O.Saat proses kapileritas terjadi maka air tersebut akan muncul menjadi sumber air murni yang siap dimanfaatkan Makhluk hidup terutama Manusia sebagai Khalifah dimuka bumi ini.

Hal itu berarti saat seseorang berbuat salah, jahat dan curang masih terbuka pintu tobat selebar-lebarnya. Saat seseorang berani mengakui kesalahan dan mau sekuat tenaga merubah diri pasti hasilnya akan lebih baik dan menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain. Perubahan itu tidak bisa dippaksakan harus berasal dari diri sendiri. Lingkungan hanya merupakan pemicu untuk bisa merubah seseorang tersebut. Seperti saat tetesan air masuk kedalam biji yang mengalami dormansi, maka enzim dalam biji aktif dan memulai proses pembelahan sel. Dari proses tersebut akan muncul tunas baru. Dalam hal ini perubahan dari seseorang yang benar-benar dari diri sendiri maka akan menghasilkan hal baru yang lebih berguna dan bermanfaat.

Jadi kesimpulannya adalah seburuk apapun kehidupan ataupun lingkungan yang kita jalani saat kita memiliki keinginan untuk berubah maka dapat di ibaratkan seperti munculnya tunas baru yang kelak akan berbunga menghiasi dunia.

Senin, 22 Oktober 2012

The Challenge for Teachers in Technology Era



Met malam diary...
Seperti biasa posting kali ni masih berhubungan dengan beberapa pemikiran yang cukup mengganggu hari hariku. Tidak jauh- jauh dari pekerjaan, ini terkait dengan tantangan guru di era teknologi.

Kecanggihan teknologi sekarang ini benar-benar sangat signifikan pengaruhnya terhadap cara belajar siswa. Ada yang menggunakan untuk hal-hal positif, akan tetapi banyak juga yang menggunakan untuk hal-hal yang negatif. Guncangan teknologi yang begitu dasyat dan tidak diiringi dengan pengendalian diri yang cukup bisa membuat seseorang kian terperosok.

Seperti halnya penggunaan telephon genggam (Hp). Harga Hp yang murah membuat semua kalangan memilikinya. Untuk orang yang telah memiliki pekerjaan mungkin Hp adalah sarana yang sangat penting dalam hal berkomunikasi dengn relasi-relasinya terkait dengan pekerjaan. Akan tetapi saat hp itu di miliki anak usia sekolah, Hp akan berubah fungsi menjadi berbagai sarana. Apalagi ditunjang dengan berbagai fitur yang mempermudah segala hal. Contoh fitur kakulator, dengan kakulator dalam hp membuat siswa jadi malas untuk berhitung. Dulu siswa hafal dengan perklian mulai perkalian 1 sampai perkalian 10. Sekarang jika ditanya perkalian yang sederhana saja kebanyakan membka Hp dulu untuk menghitung. Masalahnya adalah saat guru memberi ijin siswa mengoperasikan Hp saat pembelaajaran (dengan alasan berhitung) maka ada beberapa siswa yang memanfaatkan untuk chating, smsan bahkan membuka akun jejaring sosial. Andai mereka melakukan sesekali tidak masalah, akan tetapi realita yang ada adalah saat chating berlanjut maka yang siswa tersebut sulit berhenti dan tidak fokus terhadap pelajaran. Setelah dibuka ternyata isi sms adalah hal yang sangat tidak terkait dengan proses pembelajaran bahkan terkesan mengganggu.

Penggunaan Hp yang berlebihan membuat seseorang malas untuk belajar. Dari beberapa poling pendapat siswa saat ditanya mengapa hasil ujian/tes mereka rendah? maka jawaban terbanyak adalah terganggu dengan hp mereka sendiri-sendiri. Mereka menjadi tidak fokus dalam belajar, bahkan saat ditanya berapa jam mereka belajar sebelum ujian/tes jawaban cukup menakjubkan adalah sebelum masuk keruang ujian. So......jika hanya belajar 5 menit dengan materi sekian banyak sedang saat pembelajaran tidak fokus apa yang bisa diharapkan?





Minat membaca yang turun, usaha untuk memahami suatu materi kurang, mudah putus asa terhadap sebuah soal itu merupakan penyakit yang wajib diberantas.
Tantangan guru di era teknologi ini bagaimana cara membuat siswa suka membaca materi, mudah memahami dan memotivasi untuk tidak mudah putus asa disela sela gempuran teknologi yang kian dasyat. Bagaimana mengubah kegemaran siswa sms hal-hal tidak penting (omong kosong) dengan sms diskusi terhadap suatu materi. Bagaimana mengubah kegemaran siswa melanglangbuana di dunia maya untuk browsing dan membaca berbagai materi yang menunjang pengetahuan yang berguna.

Guru harus memiliki formula baru untuk mengatasi segala permasalahan tersebut. Perlu ditekankan adalah setiap siswa memiliki karakter yang berbeda. Jadi sebagai seorang guru sudah selayaknya dan sepantasnya untuk memahami karakter tiap anak didiknya.

Berat memang diary mengingat tugas yang diemban guru sangat besar. Harus bisa bersabar menghadapi segala sikap dan perilaku anak didiknya dan menghantarkan mereka menuju cita-cita yang mereka ingin capai. "Surga" seorang guru adalah saat meliht anak didiknya sukses dan mau sekedar menyapa saat bertemu. "Neraka" seorang guru adalah saat anak didiknya berperilaku kurang pantas dan merugikan orang lain.

Yahc...terus berusaha saja diary,,,,,lebih sabar,,,,,,dan terus berinovasi mengajak siswa baik secara sadar maupun tidak untuk gemar membaca. tetap semangat.....taklukkan this Challenge

Selasa, 18 September 2012

My Creations

Met siang diary.....

Akhirnya bisa posting juga setelah sekian lamaaaaa.......
Yahc memang kesibukanku akhir-akhir ini sangat luar biasa. Bukan sok sibuk sih cuma selain tugas reguler bikin admin ngajar banyak juga tugas tugas tambahan yang kadang bikin rusak agenda sehari-hari, waktu istirahat dan pola makan.

Nah dari kesibukan itulah masih ada beberapa kegiatan yang membuat aku tersenyum senang. Apalagi kalau bukan yang berhubungan dengan seni tari. Bisa menciptakan suatu kreasi membuat kebahagiaan yang luar biasa...meskipun kita tentunya tidak boleh merasa puas begitu saja atas pencapaian tersebut. Karena rasa puas dari sebuah kreasi akan membuat kita terlena dan tidak akan maju berkembang.

Kreasi pertama di awal pembelajaran 2012/2013 adalah sebuah tari gabungan dari tari halus, kreasi baru, klasik dan di mix dengan kesenian Jaranan Trenggalek. Tarian tersebut ditampilkan dalam acara malam inagurasi PERSAMI. Awal mula bagaimana terbentuknya tarian tersebut adalah sangat sederhana. Begini ceritanya:

Setiap selesai upacara api unggun selalu di tampilkan kreasi seni dari berbagai kelas. Karena penonton adalah siswa-siswa baru saya berfikir akan sangat tepat sekali kalau ajang tersebut dipergunakan untuk menarik minat siswa baru terhadap kegiatan ekskul kesenian. Nah Saya harus berfikir tarian apa yang bisa ditarikan secara masal, tidak membosankan dan harus fresh. Karena seperti yang kita ketahui bahwa minat remaja terhadap musik Tradisional murni tidak seperti tahun-tahun yang lalu. Oleh sebab itu dengan mengandalkan ilmu mixing yang saya peroleh dari suami (wkwkwkwk) saya membuat penggabungan musik tari.

Konsep tariannya adalah Tari Penyambutan/ Selamat datang dengan beat halus saya mengambil musik sendra tari Ramayana saat kedatangan Rama dan Shinta di negara Ayodya.
Kemudian dilanjut musik dengan beat ceria saya mengambil dari musik sendra tari ramayana juga yaitu saat tarian para binatang di hutan Dandaka.
Selanjutnya tarian klasik Bambangan cakil yang saya ambil pas adegan Cakil di naiki pundaknya oleh Arjuna.
(Gambar ini saya ambil saat pensi SMKN 1 Trenggalek tahun 2012 Penari : Richa/Oky)

Yang terakhir adalah Tarian barongan yang dilanjut dengan tari Jaranan yang saya ambil adalah musik waktu Celengan masuk. 


(Video di atas saya ambil dengan menggunakan hp di malam hari jadi mungkin gambar kurang mendukung ^_^)

Pada intinya dari penampilan tersebut saya ingin menunjukkan bahwa di ekskul Tari ada berbagi jenis tarian. Bukan hanya kesenian lokal saja tetapi juga daerah lain. 

Hasilnya cukup menggembirakan semua anggota ekskull dapat menyajikan kemampuan mereka dengan sangat baik. Sambutan penonton pun juga sangat luar biasa jadi bangga dehc klo dah gitu biasanya senyum-senyum terus sendiri wkwkwkwk

Nah kreasi yang kedua adalah saat saya diminta melatih penari untuk iringan pasukan kerajaan saat karnaval. Ketika saya bertanya kepada koordinator, pasukan kerajaan mana yang di ambil ternyata beliau menghendaki kerajaan Majapahit. Mendengar itu otak saja mulai berfikir dan mencari solusi di buat seperti apa ini. Karena Jawa Timur Sulit juga mencari musik yang halus, elegan dan pas buat kerajaan. Karena musik halus cenderung berasal dari daerah Jawa Tengah. Setelah Browsing-browsing cari referensi serta membaca sejarah Majapahit barulah terbersit sebuah konsep dengan membuat sebuah tarian prajurit wanita. Masalahnya adalah harus ada alur cerita. Akhirnya saya mengambil peristiwa pembacaan sumpah palapa oleh patih Gajamada yang di awali dengan tarian dari prajurit wanita yang sangat kental dengan musik Jawa Timur nya (untung menemukan musik yang cocok setelah buka-buka file musik tari saat kuliah dulu)

Nah jadilah tarian tersebut. Sayangnya saya tidak sempat video hanya beberapa foto saja yang sempat saya take. Dan inilah para prajurit Wanita dari Kerajaan Majapahit versi SMKN 1 Trenggalek 

Para prajurit, raja, ratu, dayang, Gajah Mada dan Penasihat
Dari Kiri Depan : Richa, Lilia; Kiri Atas Isri Nanda, Leni, Nanda Latifa dan Dessy 

Saat Perform

With me ^_^

With me again ^_^
 

Selasa, 27 Maret 2012

Hikmah Kisah Ramayana

Met siang diary....
Pada posting kali ini aku ingin menceritakan kesanku setelah membaca buku Ramayana yang ditulis oleh Wawan Susetya.

Ramayana identik dengan tokoh utama Rama Sintha serta tokoh angkara yaitu Rahwana. Dalam posting ini aku akan banyak membahas tentang beberapa tauladan yang dapat kita ambil.
Pertama : sifat legawa raden Rama Wijaya saat dia harus menyerahkan tahta Ayodya ke adik tirinya raden Baratha. Padahal raden Rama adalah putra Pambayun (pertama) dan lahir dari istri permaesuri. Akan tetapi karena Prabu Dasarata sudah terlanjur berjanji dengan istri selirnya Dewi Kekayi untuk memberikan tahtanya kelak pada putra yang akan dilahirkan Dewi Kekayi. Jadi meski Raden Rama sangat memenuhi kriteria sebagai Raja dengan ikhlas dia memberikan hak tahta ke Raden Barata. Tidak sampai disitu saja saat Dewi Kekayi meminta Raden Rama meninggalkan Ayodya untuk hidup di hutan selama 12 tahun Raden Rama pun dengan bijaksana meninggalkan glamornya kehidupan istana untuk hidup di hutan bersama istrinya Dewi Shinta dan adiknya Raden Laksmana. Dari kejadian ini dapat diambil nilai moral seperti rasa ikhlas, kasih sayang, kebijaksanaan raden Rama. Sangat menakjubkan meski hartanya diambil tidak ada dendam sama sekali. Sedang Raden Baratha pun tidak silau atau serakah karena dia sebenarnya menolak keinginan ibunya. Hanya karena dia tidak ingin di anggap durhaka maka dia menerima penobatannya sebagai rajs Ayodya dengan berat hati. Lalu prabu Dasarata yang akhirnya meninggal dunia menderita karena rasa bersalah yang mendalam akibat kesalahannya dalam berjanji dimasa lalu dengan istri selirnya.

Kedua : seseorang hendaknya tidak berprasangka buruk terhadap ketulusan orang lain. Prasangka ini di kemukakan Dewi Sintha kepada Laksmana yang tidak mau meninggalkan dirinya sendiri di hutan Dandaka untuk menyusul raden Rama. Hal ini dilakukan Laksmana karena janjinya kepada raden Rama akan menjaga Dewi Sintha. Akan tetapi dewi sintha salah paham dan menuduh Laksmana menyukai dirinya. Mendengar hal tersebut Laksmana sangat malu dan dia bersumpah untuk tidak menikah selamanya. Dari segmen cerita ini jujur aku sangat tidak menyukai sifat Shinta yang merengek meminta ditangkapkan kijang kencana yang merupakan kijang jadi jadian sampai terpisahnya dia dengan suaminya. Kemudian sikapnya yang ke GR an menganggap adik iparnya menyukainya. Padahal Raden Laksmana adalah seorang Kesatria lurus dan sangat menghormati Kakaknya. Ehm tapi itulah manusia terutama wanita...wajar sih...(hahaha)

Ketiga: Seseorang yang memiliki ilmu atau pengetahuan serta kelebihan hendaknya tidak lupa dengan sanjungan yang menyesatkan. Ini ditunjukkan oleh Resi Subali yang terkenal memiliki darah putih (mampu menahan hawa nafsu duniawi). Dia memiliki kemampuan yang luar biasa sehingga dia diangkat sebagai Guru oleh prabu Rahwana yang terkenal sangat buruk peringainya. Prabu Rahwana merayu sang Resi dengan sanjungan bahwa kesaktian Resi tiada tanding dan lain sebagainya sampai akhirnya sang Resi terpengaruh dan mengajarkan ajian Pancasonya yang seharusnya tidak boleh diajarkan kepada manusia angkara murka seperti Rahwana. Ajian itu sangat berbahaya karena pemilik ajian itu sulit untuk mati. Selama dia masih memijak bumi maka dia akan tetap hidup meski kepalanya terputus. Nah dalam hal sebuah kata kata manis dapat membuat kita lupa diri dan berbuat kesalahan fatal. Sifat ini sama dengan sifat Riya kalau tidak salah. Akhirnya Resi Subali menjadi Resi yang tidak lagi bisa di juluki si wanara darah putih krna dia tidak lagi mampu menahan hawa nafsu.

Keempat : Pengabdian total dari Raden Anoman. Wanara keponakan Resi Subali dan Raden Sugriwa. Anoman setiap menjalankan tugasnya total dan tidak tanggung2. Selalu sendiko dawuh dan melaksanakan sesuai dengan kehendak atasannya yaitu Raden Rama. Tugas pertama adalah dia ditunjuk sebagai duta ke alengka untuk mengetahui kekuatan musuh dan menyerahkan sebuah cincin ke dewi Shinta. Dia melaksanakan tugasnnya dengan baik dia merelakan diri ditangkap musuh untuk mengetahui seberapa besar kekuatan lawan. Dia pun hanya menyerahkan cincin Prabu Rama tanpa membawa kembali Shinta karena memang tidak diperintahkan demikian. Dan memang membawa Dewi Shinta secara sembunyi sembunyi bukan sifat kesatria. Selain itu anoman juga tidak mengeluh meski berkali kali diminta menjebol gunung untuk berbagai keperluan. Anoman pun tetap menunjukkan kesetiaannya meski negara Alengka yang di dapatkan dengan susah payah penuh kucuran darah dan keringat dari bangsa wanara akhirnya akan diberikan kepada Putra Rahwana sendiri yaitu Raden Dasawilukrama. Yahc itulah anoman abdi yang menjalankan tugas penuh dedikasi tinggi tak banyak bicara n mengeluh. Totalitas tinggi meski nyawa taruhannya. Jaman sekarang mana ada yang seperti itu? Di minta tugas lembur saja ngomel ngomel hahaha upsss...maaf...

Kelima : Kesetiaan terhadap suami. Meski sudah di culik dan di iming imingi harta benda serta kekuasaan dewi sintha tidak pernah sekalupun berhianat kepada suaminya. Dia tetap menjaga cinta dan kesetiaannya kepada raden Rama. Bahkan saat Raden Rama mempertanyakan kesuciannya selama tinggal di alengka dewi Sintha rela melakukan obong atau membakar diri. Jika dia tetap hidup berarti dia bisa menjaga kesetiaannya. Dan kenyataannya memang dia terbakar hal ini menunjukkan kesetiaannya sebagai seorang istri. Meski awalnya aku sedikit ngga ngeh kenapa si Rama tega mempertanyakan kesetiaan istrinya di muka umum di depan para pejabat akan tetapi tindakan Raden Rama benar. Andai dia tidak dibuktikan dimuka umum maka akan ada fitnah dikalangan masyarakat mempertanyakan kesetiaan Dewi shinta. Dengan dilakukannya pembuktian tersebut secara tidak langsung Rama melindungi Shinta dari gosip yang tidak mengenakkan. Padahal sang Rama sendiri tentu sangat mempercayai sang istri. Ini dibuktikan saat Shinta melompat ke kobaran Api dia tersenyum. Karena Rama percaya istrinya memiliki kesetiaan itu akan kembali lagi ke pelukkan.

Nah itu hanya beberapa hal saja yang yang ulas di posting kali ini. Sebenarnya banyak sekali contoh lain seperti kecintaan Kumbakarna terhadap bumi kelahiran yaitu alengka kemudian kebaikan hati dari Wibisana seorang raksasa adik Rahwana dan lain sebagainya.

Membaca kisah ini sangat luar biasa melekat dalam hati. Penuh ketakjuban karena nilai moral yang sangat tinggi. Sayang sekali nilai nilai tersebut semakin tergeser. Mengapa aku berkata demikian karena aku pernah kaget terhadap salah satu sinetron yang mengambil cerita jawa. Setingnya juga jaman dulu cuma judul ceritanya aku tidak tau karena terlanjur shock dengan salah satu adegan ceritanya. Pada adegan tersebut ada seorang putri yang menolak di jodohkan oleh ayahnya. Yang membuat aku shock adalah si putri tersebut menolak dengan ekspresi marah serta membentak dan memelototi Ramandanya yang nota bene seorang Raja. Ealah...ya ga ada to yang kayak demikian? Mana ada putri jaman dulu membentak orang tuanya?mana ada putri jaman dulu memelototi orang tuanya "iki opo opo an??" tidak ada tatakrama sama sekali. Padahal orang jaman dulu terutama kalangan raja dan bangsawan sangat menjunjung tinggi tatakrama. Jujur aku sangat kecewa ini kah refleksi remaja jaman sekarang? Bukankah dengan adanya tayangan demikian malah memperparah karakter calon penerus bangsa? Ehm....aku hanya bisa "ngelus dada" prihatin.
Published with Blogger-droid v1.7.4

Rabu, 07 Maret 2012

Toleransi

Sore diary.....
Ehm setelah tadi aku melihat sebuah film karya anak bangsa sampai sekarang masih terekam sangat jelas dlm memoriku. Film karya Hanung dengan judul "?".
Suatu film yg mengajarkan kita untuk memandang kehidupan dr berbagai sisi. Mengajak kita untuk saling menghormati dan menghargai antar sesama manusia dan umat manusia. Aku rasa film ini berhasil menyentil fakta2 yang ada dlm masyarakat kita. Pengucilan krn berasal dr golongan minoritas atau mendapat pandangan jelek krn ulah sebagian oknum yg mengatas namakan agama. Pada intinya kalau kita mendalami semua agama mengajarkan kedamaian. Membenci pertengkaran bahkan pembunuhan antar sesama umat manusia. Kita memang hidup di negara yg memiliki agama dan budaya yg beraneka ragam. Indah jika kuta bisa hidup saling bertoleransi. Mengutip dialog Surya salah satu tokoh saat dia harus memerankan aktor drama yg tidak sama dgn keyakinannya dia berkata "Insya Allah sy tetap istiqomah pak ustadz"
Dari dialog itu aku mengartikan bahwa meski kita berada dlm lingkungan orang yg berbeda keyakinan hati tetap terjaga. Sehingga mski kita bersahabat dgn siapa pun asal kita tetap pd prinsip hidup kita maka tidak akan ada masalah.

Suatu karya film yg luar biasa. Sebenarnya bnyk juga film2 negeri ini yg berkualitas. Sebut saja "Darah garuda", "Laskar Pelangi" dll. Sayangnya yg gencar saat ini adalah film2 horor yg ceritanya dibumbui dengan beberapa adegan kontroversial. Menurut mereka malah adegan itu yg menjual. Sedih lagi trik2 pemasaran film yg sangat tidak masuk di akal seperti dengan sengaja disebarkan gosip salah satu artisnya terlibat skandal lah atau apa sehingga dapat mendongkrak popularitas film tersebut. Aku sendiri juga jadi ikut penasaran tapi setelah dibela belain beli tiket untuk melihat kualitas filmnya 0. Sangat mengecewakan. Ini membuat pandangan orang terhadal selera film saat ini menjadi jelek.

Ahh diary aku bukan pakar seniman. Cuma penyuka film saja ga pantas juga aku bnyk bicara. Tapi ini murni curahan hati salah satu penonton film saat ini yg sangat menantikan karya2 Hanung yg lain....
Ayo Mr.Hanung berkarya lagi saya siap menonton hahaha....
Published with Blogger-droid v1.7.4

Jumat, 17 Februari 2012

Go to Audisi Penari Jawa Timur 2012

Met siang diary....
Hari ini aku ingin menuliskan pengalamanku mengajak anak2 didikku mengikuti audisi penari jatim. Nah ini ceritanya...

Pertengahan januari aku mendapat kabar dari siswaku bahwa ada audisi penari jatim. Waktu itu aku menanggapi dengan memberikan saran mengenai tarian apa yang cocok untuk audisi tersebut. Selang waktu berjalan dia mulai ragu ragu karena statusnnya yg skr sudah kelas 3 dan akan melaksanakan ujian. Aku pun juga meminta dia untuk mempertimbangkannya. Nah sampai akhir januari aku masih santai krna saat aku menawari siswaku yg ikut ekskul mereka belum siap dengan materi tari dan kriteria umurnya yang masih kurang dari 16 tahun.

Sekitar tanggal 9 februari waka kesiswaan memberikan surat resmi dari dispora untuk mengirimkan siswa mengikuti audisi tersebut. Waduh aku kalang kabut juga karena siswa siswaku yg berbakat sekarang dlm tugas Prakerin (praktek kerja industri) di luar kabupaten. Dengan kebijaksanaan pihak sekolah akhirnya saya diijinkan memanggil siswa yg prakerin tersebut. Mulailah aku hunting, sms seluruh peserta ekskul mencari tau siswa yang memenuhi persyaratan yaitu umur minim 16 tahun dan tinggi badan minim 160. Yang sulit adalah memenuhi kriteria tinggi badan tersebut. Setiap balasan sms selalu mengecewakan krn tinggi badan mereka 155 smpai 158. Wes waktu itu aku tiba tiba terserang sakit kepala mendadak. Akhirnya aku ingat ada satu lagi siswa anggota ekskul yang cukup tinggi cuma masalahnya dia tidak pernah tampil menari tradisional dia selalu ikut dance. Anaknya juga tomboi banget. .yahc gpp lah dicoba dulu kebetulan dia juga sedang pulang ke t.galek jd mudah dihubungi. Nah aku masih berfikir lagi masak cuma satu akhirnya saya sms siswaku satu lagi agak pesimis juga sih krn aku fikir dia ga lebih tinggi dari siswaku yang lain dan amazing ternyata dia tingginya pas 160. Lega wes karena dia adalah siswa yang sudah malang melintang di dunia panggung jd tidak ada masalah lagi.

Nah dari waktu yang tidak ada 1 minggu tersebut aku melatih 2 siswaku. Sempat hampir putus asa juga karena banyak gerakan yang mereka sedikit lupa. Aku bertekad untuk terus memberikan motivasi pada mereka. Dan akhirnya luar biasa sehari sebelum audisi saat aku minta mereka menari, result nya gerakan hafal semua dan tinggal memperhalus sedikit.

Ok singkatnya sampailah rombongan kabupaten Trenggalek di STKW (Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta) tempat dilaksankan audisi tersebut.

Audisi pertama adalah penilaian penampilan peserta diminta memakai batik yang menarik. Ehm melihat penampilan para peserta lain siswaku sedikit nervous juga karena peserta lain layaknya artis memakai high heels dan berdandan habis2an. Tetep aku memberikan motivasi n semangat. Trus audisi ke dua adalah tes fisik anak anak di ukur tinggi badannya. Untuk satu siswaku harus kecewa karena tinggi badan turun 1 cm yaitu menjadi 159. Sedang siswaku yang satu tidak masalah karena masuh 168 cm. Tapi pihak panitia tetap memberikan kesempatan untuk menari.
Nah saat menari inilah yang paling mendebarkan sampai sampai asam HCl ku meningkat karena saking tegangnya. Lucu juga padahal tidak ikut nari tp nervousku luar biasa sedang aku lihat siswaku ketawa ketawa dengan peserta lain...aduh...

Penilaian tari itu hanya 1 menit. Penilaian meliputi keluwesan dan ekspresi. Kalau boleh jujur andai di adu sesama siswa tingkat SMA siswaku tidak kalah. Akan tetapi ini di adu dengan mahasiswa jurusan tari yahc......hanya doa saja wes semoga ada yang lolos 20 besar. Pengumumannya masih menunggu beberapa hari lagi.

Nah dari kegiatan ini aku memiliki pengalaman luar biasa diary. Di berikan kesempatan ikut serta menyiapkan anak anak dan melihat langsung tarian dari seluruh peserta se jawatimur. Bagiku yang bukan asli jurusan tari ini adalah pengalaman yang luar biasa. Tahun depan jika ada lagi mungkin aku bisa menyiapkan materi tari jauh jauh sebelumnya. Meskipun capek dan sempat terkena serangan maag n migrain tapi ga mslh coz menyikuti ajang ini sangat menyenangkan.

Do the best wes pokoknya.... ^.^



Published with Blogger-droid v1.7.4