My name

Rabu, 23 Februari 2011

Kejujuran???

Met malam diary....meskipun bukan hari selasa aku mencoba untuk up date corat-coret di halamanmu. Aku ingin membahas tentang sebuah kata yang mengandung makna yang cukup luas dan bisa disikapi dari berbagai sudut pandang yaitu : Kejujuran. Ini just unek-unek saja diary...

Apakah orang perlu berkata jujur? jawaban kita pasti tanpa pikir panjang adalah "YA!" (pakai tanda seru kalo perlu di garis bawahi hehe....). Lalu apa sih kejujuran itu? Jujur artinya adalah mengatakan segala sesuatu sesuai dengan kenyataan yang ada. Bisa bersifat objektif tapi bisa juga bersifat subyektif, tergantung permasalahannya. Jika semua orang berkata jujur maka tidak akan ada yang namanya persidangan yang berbelit-belit sampai berbulan-bulan. Seperti kasusnya ariel atau gayus coba nek pada jujur pasti dalam 1 kali sidang selesai. Waduh bahasanku terlalu tinggi dehc....ehm males ngomongin yang kayak gitu. Yang jelas nih dengan berkata jujur maka beberapa permasalahan akan terselesaikan. Selain itu kita akan terhindar dari satu istilah yaitu "Munafik". Munafik itu menurut pengertianku adalah suatu sifat yang tidak mengutarakan hal yang sebenarnya alias suka berbohong. Orang yang bersifat munafik biasanya suka mencela perbuatan orang lain padahal dia sendiri melakukan perbuatan yang sama. Aduh kalo sudah ketemu orang yang demikian harus diapakan ya...BeTe pol...

Akan tetapi diary apakah kejujuran itu perlu di terapkan disegala hal?? jawaban pertanyaan ini mesti difikirkan dulu baik-baik. Jangan tergesa-gesa mengatakan YA. Kita lihat dulu konteks permasalahannya. Misal nih ya contoh sederhana saja...
Seorang ibu berusaha membuat si anak senang dengan memasak masakan yang sangat disukainya. Beliau bangun jam 03.00 untuk memasak dengan segenap rasa menyiapkan masakan tersebut dan berusaha menyelesaikan ketika si anak bangun dari tidurnya. Saat si anak diminta untuk mencicipi masakan ternyata masakannya terlalu asin dan tidak enak dilidahnya. Apakah si anak harus berkata "Wah kasinan bu ga enak...????". Begitu kah?  tentu saja kita tidak akan tega berkata demikian. Kita perlu strategi dulu untuk menyampaikan. Keterlaluan sekali kalau si anak langsung menyampaikannya dengan kata-kata demikian dengan maksud jujur. Karena si ibu pasti akan kecewa dan merasa sangat bersalah karena tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anak kesayanagannya. Untuk itu kita pasti bilang "Ehm...enak kok bu" Nah...kalo begini namanya apakah jujur????? hahaha......

Trus ada contoh lain:
Suatu misal kita melihat ada seorang teman yang memakai make up aneh...seperti bush on yang ga rata jadi seperti kena tonjok orang. Saat kita dalam suatu ruangan dengan banyak orang apakah kita langsung bilang "Wah baru kena tonjok siapa nih kok pipinya merah gitu?" tentu si teman akan merasa sangat malu yang luar biasa apalagi jika dalam ruangan tersebut ada orang-orang yang tidak begitu menyukainya pasti mereka akan tertawa paling keras....dan itu tentu akan menyakitkan. Bukan berarti kita tidak bisa berbicara jujur tapi coba gigit lidah dulu agar tidak mengutarakan perkataan yang menyinggung, baru setelah tidak ada orang kita berbicara kepada si teman "Mbak/dik/tante/bu....itu bush on nya kelihatannya kurang rata tadi tergesa-gesa ya?" nah itu saya rasa lebih diterima dan si teman akan merasa sangat berterimakasih karena mendapat kritikan yang bersifat membangun, tidak menghina.

Kesimpulannya diary...kita perlu tegas mengungkapkan kejujuran jika itu berhubungan dengan kemaslahatan orang banyak. Tetapi kita perlu atur strategi dalam berbicara jujur untuk beberapa konteks permasalahan yang sensitif dan berhubungan dengan perasaan. bukan munafik tetapi cari waktu yang tepat aja ok diary....???

Sulit di terapkan tapi bisa kok....^_^

Selasa, 08 Februari 2011

Profesionalisme dalam menyikapi sebuah pekerjaan

Hai diary di hari selasa ini kita ketemu lagi...Mungkin hanya hari selasa saja aku selalu memiliki ide untuk menulis. Faktanya selain hari selasa sekeras apapun aku melihat segala sesuatu yang ada di sekitarku jarang membuat aku terpacu untuk menuliskannya dalam lembar diary ini. Aku akan bercerita tentang kejadian hari ini.

Pagi hari pukul 05.00 WIB aku terbangun saat mendengar suara kompor dihidupkan dari dapur. Malu juga rasanya bangun keduluan mertua hehe..salah sendiri semalam bergadang hanya untuk meneruskan project besarku yaitu menulis novel. Memang aku berencana untuk menulis sebuah novel pendek (novel kok pendek yang ada sih namanya cerita pendek hehe). .aku baru bisa menyelesaikan BAB I mau lanjut ke BAB II sudah terlalu malam jadi meskipun dalam angan-angan ini sudah terekam alur yang harus aku buat. Karena jam sudah menunjukkan pukul 12 aku paksa untuk memejamkan mata. Finally, aku bangun kesiangan. Dengan mata yang masih sedikit berat aku paksakan untuk bangun dan menuju ke kamar mandi. Aku melihat mamah (mertuaku) menyiapkan segelas besar kopi buat Papah dan di atas kompor sudah ada panci yang digunakan untuk menanak nasi. Setelah cuci muka aku membantu Mamah membersihkan rumah plus kamarku sendiri yang lumayan berantakan akibat acara bergadang tadi malam..cangkir kopi dan pembungkus camilan yang masih berserakan di atas meja segera kau bersihkan. Begitu juga dengan kabel charge laptop, spiker, mouse yang terhampar di karpet mungilku segera aku rapikan. Setelah kamar rapi akupun menyapu seluruh ruangan dan melanjutkan memasak sedangkan mamah bersiap untuk pergi ke sekolah.

Hari ini aku libur diary jadi ya bisa lebih santai. Setelah semua pekerjaan selesai aku lirik jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB. Aku teringat pada baju yang aku jahitkan sebut saja di Mbak E. Dia berjanji akan menyelesaikan satu stel baju batik ku bulan ini. Maklum diary dia penjahit yang cukup bagus, jahitannya rapi sehingga pelanggannya cukup banyak. Jika ingin menjahitkan harus antri berbulan-bulan. Aku sendiri sudah antri sejak bulan nopember kemarin waaaaaa......lama banget. Ya memang mau gimana lagi aku sangat cocok dengan model jahitannya. Rapi dan bisa ngikuti desain apa yang aku inginkan. Nah ingat itu aku segera menyambar laptopku (lhah apa hubungannya????)




Gini....maksudku aku mau mencari model baju yang cocok untuk 3 potong kain batikku. Pilihan pertama jatuh pada model baju seperti yang ada disamping. Aku modifikasi lengan panjangnya jadi 7/8,sedangkan di pinggang aku kasih pita. Untuk Bawahannya aku ingin tampil beda. Kalau biasanya aku selalu memakai celana panjang sekarang aku ganti dengan rok panjang. Fikirku wong aku ini perempuan, masak ga punya seragam dengan bahwan rok hehe... Roknya aku desain dengan diberi sedikit sentuhan kain batik atasanku biar matching kalau dipake.



Untuk pilihan ke dua aku memilih desain ini. Dengan resleting belakang dan aku modifikasi dengan menambahkan tali di pinggang belakang. Untuk lengan aku buat tidak terlalu lebar. biar kalau aku pakai tidak aneh.









Pilihan ketiga yang ini. Krah model sanghai yang di modif dengan lipitan. Sekali lagi pinggang aku kasih tali kecil (tali lagi tali lagi....pasti begitu komen suamiku kalo aku bercerita ke dia hehe...karena memang kebiasaan semua baju, sepatu bahkan tas aku lebis suka yang ada tali-tali kecilnya).

Setelah aku print ke tiga gambar itu berangkatlah aku ke rumah mbak E. 3 menit aku mengendarai motorku sampailah aku dirumah mbak E. Setelah memarkirkan sepedaku di halamannya yang luas aku langkahkan kaki menuju rumahnya. Mataku sempat membaca tulisan di kaca "Maaf untuk sementara tidak terima jahitan" ckckck....segitu banyaknya pekerjaan mbak E sampai-sampai tidak terima jahitan lagi. Setelah mengucapkan salam mbak E membukakan pintu dengan meteran yang masih menggantung dilehernya aku di persilahkan untuk duduk. Wajah mbak E tidak cukup ramah hari ini. Tidak ada senyum sama sekali. Mungkin dalam hati dia berfikir aku kesana untuk menagih bajuku. Ya memang itu yang menjadi tujuanku tetapi melihat wajah mbak E yang kurang bersahabat itu aku harus mengubah strategiku. Percakapan aku awali dengan begini:

"Mbak bajuku kemarin sudah di potong?" dengan melemparkan senyuman manis (wkwkwk)
"Belum mbak" jawab mbak E dengan wajah malas.
"Oh ya...kebetulan ini aku mo mengubah desain mbak" Kataku sambil membuka tas dan mengeluarkan desain baju yang baru aku print. Sambil terus tersenyum dan meminta pendapatnya tentang desain yang aku buat, akhirnya wajah mbak E melunak aku meihat senyum di wajahnya. Dia mungkin mulai berfikir kalau aku tidak kecewa atau marah karena kain-kainku belum tersentuh. Aku maklum sepenuhnya menjahit adalah pekerjaan yang memerlukan ketelatenan dan kesabaran. Semua jahitan mbak E hasil tangan dia sendiri jadi wajar jika dia memerlukan waktu lama untuk menyelesaikan semua baju pesanan dari pelanggannya. Sebenarnya dengan keahlian dan kemampuannya aku yakin satu hari dia bisa menyelesaikan 1 baju. Tapi dalam bekerja  memang ada kalanya pasti dia merasa jenuh kan diary..??? Apalagi pekerjaan itu pekerjaan yang monoton itu-itu saja pasti membuat seseorang terkadang berada pada satu titik jenuh. dan jika dalam kondisi tersebut andai dipaksakan pasti hasilnya tidak maksimal.

Nah aku yakin si mbak E tapi pasti sering mendapatkan komplain dari pelanggan akibat keterlambatan pekerjaannya. Memang kalau kita ingin bertindak profesional kita harus sesuai dengan deadline. Apalagi jika pekerjaan itu di bidang jasa. Senyum dan Sapa itu sangat diperlukan. Sedikit berefleksi sikap si mbak E tersebut bisa membuat pelanggan merasa kurang nyaman saat berinteraksi, seperti aku alami. Jika si pelanggan dapat memahami pasti bisa nerima dengan "legowo" tetapi kalau si pelanggan juga dalam kondisi yang emosi bisa jadi terjadi sedikit adu mulut. Hal tersebut berakibat si pelanggan jadi kapok berlangganan atau bahkan si penjahit langsung mengembalikan kain yang belum tersentuh sama sekali itu pada pelanggan.
Nah dalam hal ini aku hanya bisa mewanti-wanti pada diriku sendiri, kira-kira bisa ngga ya bersikap profesional dalam hal pekerjaan?. Menyelesaikan segala sesuatu sesuai dengan deadline, disiplin dalam membagi waktu agar out put yang dihasilkan pun maksimal sesuai dengan hasil yang di inginkan. Berat memang tapi tidak sulit. Artinya semua bisa dilakukan, hanya akan terasa menyiksa pada awalnya. Tetapi jika semua berjalan terus maka akan jadi kebiasaan sehingga cukup mudah untuk dilaksanakan. Jadi menurutku tidak sulit hanya berat.

Nah diary kembali ke pembicaraanku dengan mbak E. setelah suasana mencair aku baru bertanya demikian
"Mbak kalau yang dua potong agak belakangan ga papa semisal yang satu stel ini selesai sebelum tanggal 26 kira-kira bagaimana?"tanyaku.mbak E menjawab dengan tersenyum "Saya usahakan mbak cuma saya minta no hp sampeyan"
Yes...kataku dalam hati akhirnya setelah sekian lama akhirnya punya baju batik lagi hehe...maklum kalau beli di toko ga bakalan dapat size yang sama dengan badanku. Setelah memberikan no hp ku aku pamitan dan tidak lupa mengucapkan terimakasih.

Ah..lega rasanya...sesampainya dirumah aku lanjutkan pekerjaanku yaitu setrika baju dan rencana nanti akan membuat planning Kisi-kisi soal ujian sekolah yang akan dirapatkan besuk pagi. Kalau ada sedikit persiapan dari rumah pasti kegiatan besuk akan dapat berjalan dengan lancar...amien.....

Selasa, 01 Februari 2011

Kesehatan itu sangat berharga

Hai diaryku...lama banget aku ga nulis rasanya tangan dan otak ini beku dalam merangkai kata. Bener juga kata suamiku yang panjang lebar kali tinggi menasehatiku gini: "kalau kamu berhenti menulis maka saat kamu mulai menulis serasa akan kembali dari nol lagi, sulit......." (hehe padahal dia juga ga pernah nulis). oya diaryku sebenarnya ga ada kejadian yang menarik akhir-akhir ini yang membuat ide menulisku muncul hanya beberapa hari ini aku harus bed rest karena sakit. Batuk. Sebenarnya btuk bukanlah penyakit tetapi merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.Semua orang aku rasa pernah mengalaminya.

Sekedar cerita gejala batukku ini sudah muncul sejak 2 minggu yang lalu. Pada saat itu aku memang beraktivitas cukup padat baik kegiatan school maupun yang lain. Selain itu juga didukung cuaca yang sangat panas sehingga mengakibatkan aku sangat menggemari soft drink dingin. Bawaannya ngelirik isi kulkas terus hehe...Nah aku juga agak mencurigai kandungan gula yang aku konsumsi pada waktu itu. Kondisi gula yang warnanya kekuningan dan setiap aku minum kopi dengan kadar gula yang cukup banyak pasti ditenggorokan gatal. Aku sih pada waktu itu masih cuek saja. Karena denger-denger gula yang baik itu kan yang tidak putih 100% karena yang terlalu putih itu kadang mengandung pemutih. Jadi fikirku kondisi gula yang demikian adalah bagus.

Nah 1 minggu yang lalu saat aku pulang ke pule aku makan masakan ibukku yang memang biasa super pedas dengan nikmatnya. Aku tetap mengabaikan meski frekuensi batukku semain sering. Saat di ingatkan ibuk untuk tidak makan gorengan aku pun tetep ngeyel aku comot aja tempe, tahu sampai bawang goreng pun aku makan (bawang merah goreng adalah makanan favoritku sejak kecil). Nah saat aku bangun pada keesokan harinya tenggorokanku terasa panas terbakar...mau bicara sakit dan batukku semakin sering dan itu sangat mengganggu. Waaaaah......padahal pada waktu itu planning ku adalah mengerjakan pekerjaan dari skul yang sudah tertata rapi dan tersusun dalam jadwal agenda harianku. Akhirnya selama tiga hari aku harus bed rest minum obat...dan terus merasakan sakitnya tenggorokan karena batuk. Dampak batuk itu cukup hebat bagi tubuhku. Seluruh badan rasanya sakit semua mulai punggung, dada sampai ke perut. Hal ini diakibatkan dari guncangan yang terjadi setiap batuk. Nah agak takut juga saat batuk aku mengeluarkan sedikit bercak darah..tapi mungkin itu karena luka di saluran pernapasan akibat batuk tersebut...ya semoga saja. Mau ke dokter lagi....ehm....ga wis (bandel.com) . Yang membuat aku tambah tersiksa adalah aku harus menghindari makanan yang merangsang tenggorokan seperti: pedas, manistrus berminyak bahkan kopi sebagai minuman favoritku pun harus aku hentikan dulu. Kurangnya konsumsi gula (yang aku curigai sebagai pemicu awal batukku) membuat tubuhku lemas. Sehabis mengajar aku hanya berbaring ditempat tidur. I hate this!

Nah setelah 1 minggu minum obat, trus minum air jeruk hangat, sampai jeruk yang dicampur kecap (ngikuti nasehat temen-temen) ternyata batukku sudah mulai berkurang, tetapi badan masih terasa sakit semua dan aktivitas pun belum bisa berjalan dengan maksimal.

Nah diary yang perlu aku refleksikan diri disini adalah:
1. Saat beraktivitas aku harus bisa membagi waktu untuk istirahat yang cukup
2. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi soft drink dingin lebih baik air putih saja (bisa ga ya ^_^)
3. Konsumsi gula harus seimbang berarti saat membuat minuman jangan terlalu manis
4. Saat sudah ada gejala sakit harus segera di tanggulangi dengan obat
5. Kesehatan itu sangat berharga, saat sakit semua pekerjaan terbengkalai, tidak bersemangat, mudah capek dan badan terasa sangat tidak menyenangkan.
6. Mohon ampun pada Allah karena terlalu sombong dengan menyepelekan rasa sakit....Astaqfirullah....

Kamis, 13 Januari 2011

Pernahkah bercita-cita jadi guru?????

Met siang diary....wah lama banget aku absen nulis di lembaranmu...Akhir-akhir ini sebenarnya banyak kejadian yang sangat ingin aku ceritakan. Akan tetapi karena kesibukan yang luar biasa membuat aku menundanya, akibatnya hilanglah feel untuk nulis. Pada cerita kali ini aku hanya ingin bertanya pada siapa yang membaca tulisanku pernahkah kalian bercita-cita menjadi guru?????

Dari hasil survey temen-temen sebagian besar bilang kalau dulu tidak pernah terbersit sekalipun menjadi guru. Menjadi guru itu terpaksa dll Mengapa demikian???? ehm banyak hal yang yang melatar belakangi alasan itu tentunya dan itu privasi mereka.

Nah kalau aku berani bertanya tentu aku berani menjawab apakah aku dulu pernah memiliki cita-cita menjadi guru????
Sebelum aku menjawabnya aku akan bercerita pengalamanku saat kelas V SD. Saat itu aku mengikuti lomba siswa teladan tingkat kabupaten. Pada saat ujian wawancara penguji bertanya tentang cita-cita tiap peserta. aku masih ingat hampir seluruh peserta menjawab "ingin jadi orang berguna bagi bangsa dan negara" dan saat pertanyaan itu ditujukan kepadaku aku menjawab dengan spontan "Jadi dosen pak". Penguji tersebut tersenyum kepadaku kelihatannya dia tertarik untuk bertanya lebih lanjut. Pada saat itu aku berfikir "aduh keceplosan coba aku menjawab sama seperti teman yang lain pasti ga akan ada pertanyaan lain hehehe..."
Nah kemudian beliaunya bertanya lagi "apa alasanmu ingin jadi dosen?" aduh bingung aku napa ya? yang jelas pada waktu itu aku melihat bapak dan ibu yang berprofesi guru tiap hari berangkat berpakaian abu-abu aku melihat mereka sangat serasi dan itu sangat menyenangkan. Tapi masak aku menjawab demikian??? nah karena saking nervousnya malah terlontar jawaban polos "karena dosen itu gurunya guru pak" walah....semua peserta yang diruangan tersebut tertawa. Saat itu aku terus memikirkan jawaban bodohku itu kenapa ya aku ga bisa memberikan alasan yang lebih baik???

Terlepas dari itu semua diary memang menjadi guru adalah cita-citaku jauh sebelum aku mengikuti lomba tersebut. Ya meskipun dulu agak elit sedikit yaitu jadi "dosen" tapi dosen dan guru kan hampir sama hehehe....Aku lupa pernah membicarakan cita-citaku itu pada siapa saja yang jelas 1 tahun lalu saat aku bertemu dengan teman SD ku dia bilang gini "Selamat ya mbak...meskipun sampeyan ora dadi dosen tapi dadi guru....kan wis podo ae?" (Selamat mbak meskipun kamu tidak jadi dosen tetapi sudah jadi guru kan sama saja). Wik....aku sempat bengong waduh...aku dulu cerita apa aja tentang cita-cita dengan temen-temen kecilku???dan lucunya kok dia masih ingat???sedang aku sendiri lupa pernah cerita.

Menjadi guru itu bukan hal mudah diary. Banyak orang bilang bekerja sebagai guru itu enak libur panjang dan hanya bekerja setengah hari. Benarkah??? tidak juga diary...pekerjaan menjadi guru itu banyak resikonya. Guru selain sebagai fasilitator juga harus sebagai pendidik yang mencetak generasi bangsa. Secara akademis berat diary...beban yang harus di pikul dan dipertanggungjawabkan oleh guru. Guru memberikan nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) berarti sudah bertanggung jawab bahwa siswa yang bersangkutan telah menguasai kompetensi tersebut. Nah kesulitan guru adalah adanya suatu "sistem lain" yang terkadang harus mengutamakan  rasa kasihan yang malah menjerumuskan si siswa tersebut secara sadar maupun tidak. Sangat berat pertanggung jawabannya diary...jika kita memaksakan idealisme maka orang akan mencemooh dan bilang kita keterlaluan. Tapi coba diary dampak panjang apa yang akan terjadi pada bangsa kita??

Selain itu dari segi pendidikan moral juga demikian sekarang kecenderungan kita berkiblat pada budaya barat yang diadopsi baik secara sadar maupun tidak disemua segi kehidupan kita. Tentu saja kebudayaan itu banyak berakibat kurang baik dalam hal moral bangsa. Bukan menyalahkan kebudayaan diary tetapi lebih pada pendidikan moralnya yang terkadang terlupakan. Guru tetap bertanggung jawab terhadap moral bangsa yang semakin parah akibat gempuran budaya barat. Oleh sebab itu aku sangat setuju sekali dengan adanya sisipan pendidikan moral dan karakter bangsa dalam setiap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran setiap harinya. Dan itu diharapkan dapat sedikit menanggulangi dampak buruk dari kebudayaan barat yang berbeda dengan kebudayaan kita. Nah mengingat betapa beratnya pertanggungjawaban guru terhadap para siswanya salah ga ya guru mendapat dispensasi untuk liburan disaat libur sekolah???? hehehe...jangan ngiri dunk.....

Nah setelah guru mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah terutama yang menonjol adalah adanya penghargaan berupa sertifikasi maka berbondong-bondong semua ingin menjadi guru. Waaahhhh.....ternyata sekarang pekerjaan guru diminati hehehe...

Yahc terlepas dari itu semua memang pemberian sertifikasi itu tidak berlebihan diary  mengingat output  yang dihasilkan sebagai pilar pembangunan bangsa kita. Hanya pesanku...ayolah teman-teman kita seriusi pekerjaan kita agar siswa kita benar-benar bisa memperbaiki negara kita. Jangan pernah menuntut terlalu banyak jika memang kita tidak menyumbangkan hal yang sepadan buat bangsa kita....Just it hehehe

Selasa, 14 Desember 2010

My Journey

Met sore diary...lama juga ga curhat sama kamu. Hari ini aku mo cerita tentang perjalananku yang baru aku lakukan 20 menit yang lalu. Sebenarnya perjalanan ini adalah perjalanan yang biasa aku lakukan tiap mingunya yaitu perjalanan dari Pule ke Trenggalek. Bagi yang belum tau Pule akan sedikit aku ceritakan. Pule adalah satu kecamatan di Kabupaten Trenggalek. Ehm kalo semisal kalian pergi ke Trenggalek trus bertanya Pule itu mana? tentu orang akan menjawab dengan tersenyum  "Wah Pule itu juuuuuaaaauuuuhhhh (jauh maksudnya lebay.com) ndeso poll (Desa sekali)". Sebenarnya tidak sejauh itu, dari Kota Trenggalek sekitar 27 Km kalau ditempuh lewat jalur umum dan sekitar 60 menit untuk mencapainya. Tetapi ada jalan tembusan yang bisa menghemat waktu 15 menit jika menempuh jalan tersebut. Jadi Pule Trenggalek bisa ditempuh sekitar 45 menit. Dan untuk sebutan Ndeso ya relatif se. Aku bilang relatif karena internet juga sudah menembus sana, remajanya juga aku lihat juga ga kalah dengan remaja Trenggalek dari segi penampilan. Trus kalo soal kemampuan akademik banyak juga anak dari Pule yang dapat sekolah di sekolah favorit di Trenggalek bahkan untuk Lomba Matematika tingkat SD beberapa tahun lalu juga dimenangkan anak Pule sampai dibawa ke tingkat Propinsi.... so??? menurut kalian gimana ya relatif. Dari segi kondisi fisik memang sih kecamtan Pule merupakan pegunungan. Cukup tinggi dan udaranya bisa sangat dingin dan itulah yang sangat menyenangkan bagiku, sangat cocok jika digunakan untuk melepaskan kepenatan dari aktivitasku di Trenggalek.Ehm serasa punya vila kayak di Batu....hehe

Okey kembali ke topik awal. Semenjak hari Senin aku sudah berada di Pule kebetulan aku tidak mendapat tugas menjaga ujian untuk hari Senin dan Selasa jadi aku buat untuk istirahat di Pule. Sangat menyenangkan rasanya bisa pulang tetapi  karena ada suatu hal aku harus kembali hari ini. Bener-bener malas rasanya mau berangkat apalagi salah satu teman tadi menelfon dan bilang akan menggantikan jaga besuk pagi sedang saya mendapat jaga siangnya. Andaikan tidak karena kepentingan yang amat sangat penting aku akan merasa sangat beruntung sekali. Tetapi sekali lagi dengan berat aku harus mengemasi barang-barangku. Ibu memandang iba saat dengan gontai aku melangkah ke kamar mandi. Apalagi aku dalam kondisi kurang sehat sejak kemarin. Kemarin perutku yang sakit bukan main hari ini ganti kepalaku yang rasanya bawa beban 1 ton. Bapak yang saat itu pulang untuk makan siang dari kantor pun bicara "Opo sampeyan tak terne nduk?" aku menjawab "Mboten pak mangke alon-alon mawon". "Yo wis yen ngono ati-ati mengko yen wis teko nggalek ojo lali sms, bapak nyang kantor maneh?"kata bapak aku pun mencium tangannya sambilmenjawab "Nggih pak". Bapak pun berangkat ke kantor lagi. Setelah beberapa saat berkemas akhirnya aku pun pamit ke ibu sambil mencium tangan dan dibalas dengan ciuman di pipi seperti yang biasa dilakukan ibu ketika aku mau berangkat kemana pun.

Kondisi jalanan ya tetap seperti biasa tetapi yang menarik kali ini adalah aku sangat menikmatinya. Dimulai dari keberadaan sebuah rumah yang dalam kondisi masih tahap pembangunan yang waw lumayan megah..aku sempatkan untuk mengamatinya. Tangga di bangun dengan desain berputar, tiang penyangga cukup tinggi dan kombinasi cat nya yang memakai warna putih dan gold membuat rumah itu cukup mengagumkan. Sayangnya rumah itu berada pada lahan yang terletak di tikungan yang cukup tajam jadi orang akan sulit mengagumi rumah itu lebih lama tanpa kehilangan konsentrasinya hehe..

Setelah mengamati rumah mewah yang masih dalam pengerjaan 80% itu pandanganku beralih pada lahan yang biasa sebagai tempat pembibitan cengkeh. Aku melihat bibit cengkeh sudah banyak berkurang tinggal beberapa saja yang masih berada disana. Dengar-dengar puluhan ribu bibit cengkeh itu disediakan bagi penduduk setempat oleh sebuah pabrik rokok yang apa namanya aku sendiri kurang tau. Ingatanku melayang ke beberapa 20 tahun lalu. Saat itu harga cengkeh sangat luar biasa. Kecamatan Pule cukup berjaya pada saat itu. harga bisa mencapai 70rb per kg. Uang 70rb pada tahun itu sangat berharga bahkan gaji PNS masih sekitar 200rb. Jadi bisa dibayangkan betapa jaya nya petani cengkeh saat itu. Aku juga masih ingat dulu iseng-iseng ngumpulin bunga cengkeh yang ada dibawah pohon saat bapak memanen, aku keringkan dan aku jual setelah 3 ons dan dapat uang yang lumayan saat itu untuk beli es dawet dengan teman-teman (Secara aku dulu ngga boleh minum es oleh bapak/ibuk makanya bangga bisa beli es tanpa minta uang kepada mereka meski akhirnya mereka terpaksa harus beli obat karena aku sakit setelah meminumnya hehe). Nah setelah harga cengkeh turun drastis sampe mencapai 1000 rupiah per kg petani sangat marah dan menebang seluruh pohon cengkeh yang dimiliki. Dan dampaknya sekarang saat harga cengkeh mulai naik lagi jarang petani yang memiliki cukup banyak pohon cengkeh yang dapat produktif mengahasilkan bunga cengkeh sesuai dengan permintaan pasar. Hal tersebut membuat harga cengkeh semakin naik. Ehm sangat disayangkan......

Okey setelah melamun cukup panjang (jangan ditiru coz mengendarai motor sambil melamun sangat membahayakan begitu kata pak polisi hehehe) akhirnya aku sampai didaerah Ngepeh. Ngepeh adalah sebuah desa di Kecamatan Tugu. Di sana aku jalankan motorku cukup pelan karena selain jalannya yang berlubang dan menghindari kepalaku yang berdenyut-denyut lebih parah lagi view alamnya sangat mengagumkan. andai aku ada waktu pasti aku akan melukiskannya dalam sebuah kanvas. Ehm bukan berarti aku seorang pelukis. Hanya aku pernah 2 kali melukis diatas kanvas. Yang pertama aku melukis seorang wanita bali yang membawa sekeranjang bunga ditangannya (maksudku begitu) cuma karena terkesan seperti kartun 2 dimensi maka guru lukisku memperbaikinya dengan menambahkan shading di berbagai tempat dan hasilnya waw luar biasa (ya mesti ae wong aku melukis 40% nya sedang 60% beliau hehehe). Trus lukisan kedua adalah lukisan pemandangan yang berasal dari imajinasiku hasilnya juga tidak mengecewakan meski lukisan itu cenderung 2 dimensi daripada 3 dimensi (cukup sulit ternyata memberikan shading yang tepat). Nah kembali ke view yang aku lihat...ehm tak henti-hentinya aku mengucapkan Subbahanallah atas segala keindahan di depan mataku. Gunung-gunung berjajar mengelilingi kota Trenggalek. Bahkan dari tempat itu aku bisa melihat 2 air terjun yang cukup indah. Entahlah itu di daerah mana yang jelas andai bisa kesana pasti menyenangkan. Pernah aku dengan suamiku berkeinginan berhenti sebentar di tempat itu dan melihatnya memakai teropong sayang belum kesampaian karena setiap perjalanan melalui tempat itu pasti selalu dengan kondisi tergesa-gesa.

Setelah melewati jalan yang menukik cukup tajam sekitar 10 menit sampailah aku di desa Tumpuk. Disitu aku melihat ada sebuah Truck yang melintang menghalangi lebih dari separu jalan menurunkan muatannya. Sambil bersungut-sungut aku berhenti karena dari arah berlawanan ada beberapa kendaraan yang melintas. Saat itu aku merasakan kepalaku sakitnya bukan main sampai-sampai aku mengerang dan menepikan motorku beberapa lama. Setelah mereda aku stater lagi motorku dan melewati jalanan Tugu dengan santai. Tiba-tiba dari arah belakang ada motor dengan warna merah dengan kecepatan tinggi menyalipku sekali lagi aku menggerutu pikirku saat itu napa se ga lebih pelan sedikit?

15 menit kemudian sampailah aku di rumah mertuaku. Disitulah aku untuk sementara tinggal karena rumah kami masih 30% dalam pengerjaan. Yahc semoga saja 3 bulan kemudian aku dan suami bisa segera menempatinya, karena dirumah baru itu kami ingin mencoba hidup lebih mandiri. Selain itu rencananya aku ingin mewadahi minat murid-muridku di bidang tari dengan membuka sanggar kecil-kecilan. Dengan harapan dari situ aku bisa mengekspresikan diri dan berkarya di bidang seni amin.....Okey melamun lagi jadinya hehe Setelah mengucapkan salam aku menuju ke kamar dan meletakkan tas. Tak lupa aku buka hp dan mengirim sms ke bapak dan ibu "Pak buk Alkhamdulillah kulo sampun dugi Trenggalek" dan tak beberapa lama bapak membalas "Yo nduk Alkhamdulillah ati-ati". Ehm....ku buka laptop kemudian aku menuliskan kisahku ini dalam diary ini....

Rabu, 01 Desember 2010

Memang ada yang salah dengan Guru SD?

Dear diary.....
Hari ini sekolah mengadakan upacara guna memperingati hari HIV sedunia. Oleh sebab itu kami para guru di anjurkan untuk memakai pakaian abu-abu. Nah saat aku sedang ngobrol asik dengan teman tiba-tiba ada teman lain yang datang langsung menyeletuk "Wah....pake baju abu-abu koyok guru SD ae". wik...mataku langsung membelalak ke teman yang sejak tadi aku ajak mengobrol. Teman ku sentak menjawab dengan pelan "Wah aku kesindir ibuk ku juga guru SD nih...". Aku menggelengkan kepala...memang ada apa dengan pakaian abu-abu? bukannya itu pakaian identitas semua guru? bahkan aku sangat merindukan memakai pakaian itu karena sekarang kewajiban memakai batik 3 hari kerja membuat kami harus memakai pakaian abu-abu 1 hari. Bahkan abu-abu pun kadang diganti dengan baju identitas sekolah. Trus??????so what?????aku ga habis fikir masih ada ya yang berfikiran bahwa guru SD tidak bisa disejajarkan dengan guru SMP atau SMA. Emang mengapa kalau mengajar SD? apa itu berarti mereka tidak lebih intelek dari kita? apa itu berarti mereka berada dalam strata yang paling bawah dalam profesi guru?ckckck.......jika masih berfikiran demikian aku sungguh sangat prihatin.

Masih ingat dulu ibukku pernah mengeluh atas kelakuan oknum guru SMP di desaku. Saat upacara korpi (yang dapat dikatakan upacaranya semua PNS tanpa kecuali) deretan ibukku yang semua anggotanya guru SD berbaris didekat barisan guru SMP. Pada waktu itu salah satu guru SMP ada yang terlambat, kebetulan beliau tidak mendapat barisan sedang barisan ibukku masih sisa 1. Ibukku bilang "Monggo bu silahkan di isi" sebenarnya beliau sudah mau mengisi tetapi salah satu temannya berbisik dengan suara yang cukup keras untuk didengar semua orang "Itu tempatnya guru SD, yang SMP sebelah sini, nanti panjenengan dikira guru SD hahaha". tertawanya sangat sinis dan menyakitkan guru SD yang mendengarnya. Padahal itu upacara korpri seharusnya ga ada penggolongan-penggolongan demikian. Bukankah semua anggota korpri?.Bahkan adalakanya aku mendengar guru SMP atau SMA bilang "ooo ancene guru SD pantesan..." Kalimat itu sering sekali aku dengar diary bahkan beberapa hari terakhir ini. Mengingat hal tersebut  ibu menasehatiku dengan berkata "Nduk saumpama sampeyan mengko dadi guru SMP utowo SMA ojo dumeh...tetep andap asor karo guru-guru liyane terutama guru SD, eling yen ora ana guru SD ora bakal ana bocah SMP utawa SMA". Ya benar apa kata ibukku.......tanpa guru SD mana bisakita bisa seperti sekarang ini?aku selalu berusaha untuk menghargai beliau para guru SD layaknya orangtuaku sendiri.

Nah kembali ke pokok persoalan diary. Penempatan profesi seseorang dalam strata tertentu sangat menyedihkan. Betapa ajaran kolonial Belanda begitu erat terpatri dalam darah daging kita. Menempatkan guru SD distrata paling bawah dari guru-guru lainnya tak jauh beda dengan ajaran kolonial Belanda dimasa lalu.Berarti secara tidak langsung jiwa penjajah ada dalam diri kita yang masih berpandangan demikian. Bahkan di intern guru SD sendiri kadang juga terjadi penstrataan tersebut suatu misal: Guru yang mengajar kelas 4,5,6 dikatakan guru yang mengajar kelas tinggi. sedangkan kelas 1, 2 dan 3 mengajar kelas rendah. Adanya istilah tinggi dan rendah itu menurutku sangat mengganggu. Mengapa harus ada kelas tinggi dan ada kelas rendah. sehingga tidak sadar akan membuat penggolongan tersendiri.Guru yang mengajar kelas tinggi akan merasa lebih cerdas dari guru yang mengajar kelas rendah. Menurut ku istilah itu harus dihapus. Cukup dikatan guru SD begitu saja agar tidak adanya jurang yang memisahkannya.

Coba diary kita analisa dulu, awal terbentuknya siswa bisa membaca, siswa bisa menulis, siswa bisa berhitung dengan baik dan benar dari mana? awal terbentuknya berilaku siswa sopan santun saling menghormati dan menghargai teman darimana?Guru SD memiliki jasa dan andil yang sangat besar dalam membentuk intelektual dan karakter dari seorang siswa. Jadi sangat tidak layak dikatakan guru SD di tempatkan dalam strata profesi guru di paling bawah. Bagi siapapun yang masih menganggap guru SD berada di strata profesi paling bawah segeralah sadar bahwa tanpa mereka kita tidak akan memiliki siswa seperti sekarang ini...

Selasa, 23 November 2010

Penyakit hati

Dear diary….seperti biasa di hari selasa aku selalu mempunyai banyak waktu untuk sekedar mencoret-coret halamanmu dengan segala unek-unek dalam fikiranku.
Dari judul yang akan aku kupas hari ini tentulah kita sudah tidak asing lagi kan diary…?? Entah disadari ataupun tidak kita juga pernah menderita penyakit  tersebut. Lalu apa sih sebenarnya penyakit hati itu? Apakah penyakit yang menyerah organ hati seperti Hepatitis C dan B yang yang diakibatkan virus. Ehm kalo itu sih bukan bahasan kita kali ini. Tapi lebih menekankan pada penyakit hati yang terkadang secara fisik ga berpengaruh secara langsung tetapi sangat berimbas pada psikologis kita. Alasan aku menulis ini pun berdasarkan realita yang sering menyinggungku akhir-akhir ini. Aku menjadi salah satu korban akibat dari orang yang memiliki penyakit tersebut. Dan aku menulis ini lebih pada untuk mengingatkanku agar penyakit-penyakit itu tidak menghinggapiku.

Okey kita mulai diary........

Menurut guru agama SMA ku dulu Mr.Tamsir (hehe aku masih ingat sama beliau) penyakit hati ada: 6 yaitu:
1. Iri hati
2. Dengki
3. Hasut
4. Fitnah
5. Buruk sangka
6. Khianat

Nah coba kita liat dari keenamnya mana yang kita pernah merasakan??? Khekehe……(ssstttt rahasia). Tidak munafik diary tentu kita pernah mengalaminya merasakan walau kadang tidak terungkapkan. Seperti penyakit yang aku kupas hari ini : Iri hati!

Iri hati adalah penyakit yang membuat orang selalu sinis dengan keberhasilan orang lain. Orang itu tidak pernah merasakan kesenangan jika orang lain berhasil, dikagumi orang atau mendapatkan prestasi yang diinginkan. Secara tidak sadar orang yang memiliki penyakit ini akan selalu mendoakan orang yang menjadi target  tidak berhasil, gagal, hancur dan lebih buruknya tertimpa musibah…Naudzubilah..!!!  Tetapi secara disadari atau tidak orang yang memiliki penyakit ini akan selalu  memonitor “taget”. Sedang apa dia? Apa  yang dilakukan hari ini?dan terus mengikuti gossip perkembangan si “target” tersebut. 

Adapun secara visual aku amati cirri-ciri orang yang memiliki penyakit ini adalah : wajah selalu terlihat cemberut, sinis, senyum tidak ikhlas dan saat berbicara selalu ketus satu hal dia sangat sulit tertawa. Aduh kalo sudah berhadapan dengan orang yang seperti ini diapakan ya….?? Udah melawak di depannya tetap saja lelucon itu ditanggapi dengan sinis jadi pembicaraan terkesan garing dan dipaksakan. Kalo dah begitu lebih baik mundur saja lah ga usah diterusin berbicara.  

Penyakit iri hati ini akan memicu penyakit hati lain. Suatu misal dia akan berfikiran bagaimana bisa menghancurkan keberhasilan “target” dengan berbagai cara baik secara “gentle” atau bahkan seperti layaknya seorang pengecut nah itu namanya penyakit  Dengki. Saat orang tersebut sudah ingin menghancurkan target maka dia mengasut orang terdekat dari “target” agar kepercayaan orang-orang disekitar “target” berkurang akhirnya mulailah si target merasakan adanya fitnah atau ungkapan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Dampak dari fitnah bisa besar bisa juga kecil bagi si “target”.  Jika berdampak kecil maka target akan bisa langsung berdiri kembali dan mengabaikannya akan tetapi kalau berdampak besar maka bisa jadi si target akan kehilangan kendali dan ikut terseret memiliki penyakit hati tersebut…sekali lagi Naudzubillah….!!!
Nah diary…aku sangat heran melihat orang lain yang tidak merasa bahagia atas keberhasilan dari seseorang. Mengapa sih  jika orang lain sukses? Toh kesuksesan itu tidak membuat orang tersebut terjatuh? Toh kesuksesan itu juga hasil dari kerja keras mereka. Pernah aku dengar istilah “Rumput tetangga itu lebih hijau dari rumput sendiri” (emangnya kambing makan rumput? Hehehe) maksudnya adalah kalo kita melihat dengan kacamata kita sendiri kita akan melihat hidup orang lain jauh lebih sempurna dari hidup kita. Padahal tidaklah demikian adanya. Kita bisa mengubah cara fikir kita menjadi biarlah rumput tetangga di sana hijau toh kita juga bisa membuat rumput kita lebih hijau dengan usaha kita. Nah kalo  bisa berfikir demikian itu berarti kita bisa mengolah rasa iri itu menjadi motivasi kita agar menjadikan hidup lebih baik. Akan tetapi janganlah kita selalu melihat orang yang berada diatas kita sebagai tolok ukur kehidupan kita karena ada istilah “Matahari itu bisa membuat kita buta jika kita memandanginya terus menerus. Bersyukur dengan apa yang telah kita miliki aku rasa itu lebih bijaksana.
Dulu diary ada seorang teman menasehatiku tentang hal ini. Aku masih ingat saat itu aku mengantarkan undangan kegiatan tahunan UKM (unit kegiatan  mahasiswa) diseluruh fakultas dikampusku. Saat itu perjalanan ke gedung MIPA, secara tidak sadar aku mengeluhkan udara yang sangat panas dan aku lupa tidak memakai payung untuk melindungi kulitku. Terlontarlah penyesalankuyang mungkin dinilai oleh orang lain adalah ketidak puasanku atas apa yang aku miliki secara fisik. Aku akui saat itu memang aku gadis manja yang sangat menjaga penampilan. Salon adalah tempat favoritku menghabiskan uang yang seharusnya aku gunakan untuk makan makan bergizi tiap harinya (aku rela hanya makan tahu tempe asal tidak kehilangan indahnya rambut dan cerahnya kulitku hahaha….secara memang aku lebih suka menjadi vegetarian kok) jadi berat badan 40 kg adalah berat badan maksimal yang aku miliki. Saat aku mengucapkan keluhanku temanku tersenyum lalu berkata “Fril coba lah kamu jangan terus menatap matahari” aku terbengong mencerna kalimat temanku jawaban bodoh aku ucapkan “Lha sapa yang mau menatap matahari??? “. Dia tersenyum lagi dan berkata “itu hanya ungkapan fril aku Cuma mau bilang apa yang kamu miliki sekarang ini sudah sangat lebih daripada orang lain miliki? Mengapa kamu tidak bersyukur? Jangan kamu menjadikan orang diatasmu tempat kamu berkaca. Cobalah melihat ke bawah masih banyak orang yang ingin seperti dirimu tapi mereka tidak mampu”. Waktu itu aku menanggapi dengan sedikit gundah lalu aku bertanya “Maksudmu sikapku berlebihan begitu?” dia tidak menjawab dan hanya tersenyum. Dan terus dia aku tanya "jadi sikap temen-temen selama ini banyak yang ga ramah itu gara-gara sikapku?" dia tetap tidak menjawab dan hanya tersenyum "cobalah tahan dirimu..." hanya itu yang terlontar saat kami memasuki kantor fakultas.
Oh god… baru aku sadari kalau memang sikapku kadang berlebihan…ambisiku terhadap suatu hal terkadang membuat orang lain menjadi eneg. Nah sekarang ini idelaisku lah yang mungkin terlalu menggebu-gebu sehingga orang melihatku selalu dengan tatapan sinis….okey…okey aku ga mau dianggap orang sebagai pemicu penyakit hati orang. Mungkin agar bisa berefleksi diri aku akan melihat orang disekitarku, aku akan lebih berhati-hati dalam bergaul, dan yahc tidak selalu kita harus menatap matahari meski kita kdang kita perlukan untuk memacu motivasi dan semoga aku sekarang besuk dan kelak tidak memiliki penyakit tersebut. Ya Allah lindungilah hamba jauhkan hamba dari penyakit mengerikan tersbut….Amien….