My name

Jumat, 25 Maret 2011

"Surga" baruku

Met pagi diary.....
Hari ini jumat tanggal 25 Maret 2011. Aku sekarang ada di rumah baru yang masih dalam tahap penyelesaian. Rumah tersebut terletak cukup dekat dengan sekolahku. Tujuanku memiliki rumah sendiri adalah agar aku dan suami  bisa belajar untuk lebih mandiri. Tidak bergantung pada orang tua. Karena saat kita masih jadi satu dengan orang tua akan sangat sulit rasanya untuk bisa merasakan hidup mandiri.

Ide rumah sendiri itu sebenarnya tidak ada dalam planningku maupun suami. Karena memngingat kami sama-sama anak terakhir, maka kami diminta untuk tetap tinggal dengan salah satu orang tua. Pada awalnya rumah bapak ibu di Pule lah yang akan kami jadikan rumah tetap kami. Akan tetapi mengingat pekerjaan kami yang berada di t.ggalek kota, maka kami memutuskan untuk sementara ini kami tidak bisa bertempat tinggal di pule. Oleh sebab itu untuk sementara, selama 2 tahun belakangan ini aku tinggal dengan orang tua suamiku .

Selama itu aku sering juga mengamati dan mendengar betapa menariknya cerita dari teman-teman tentang mengurus rumah sendiri entah itu menyewa rumah yang diistilahkan ngontrak atau memang telah berumah sendiri. Melihat hal tersebut akhirnya aku berbicara dengan suami bagaimana jika kami memiliki rumah sendiri. Pada awalnya kami hanya ingin mengontrak 1 sampai 2 tahun...yaahc...maksudnya hanya ingin merasakan bagaimana sih hidup sendiri tersebut??? Sulit juga rasanya meyakinkan kedua belah pihak dari orang tua kami bahwa keinginan kami tersebut murni hanya sekedar ingin belajar untuk hidup mandiri.

Setelah dengan penuh perjuangan maka ijin tersebut turun dari kedua belah pihak orang tua kami. Nah kami pun berkeliling untuk mencari rumah yang dikontrakkan. Bukan hal yang mudah juga karena jujur aku cukup pemilih dalam menentukan rumah yang akan kami kontrak. Yang pertama rumah tersebut harus aman mengingat suami yang bekerja di kota yang berbeda, selain itu rumah tersebut harus bersih jauh dari lingkungan yang jorok, diusahakan dekat dengan jalan raya dan satu hal lagi harus dekat dengan sekolah (untuk menghemat bensin hehehe...) Kriteria yang aku ajukan cukup membuat aku dan suami pusing sendiri mencari kontrakan karena tidak ada yang sesuai dengan kriteria tersebut. Memang ada beberapa rumah yang sesuai dengan keinginanku cuma waw....harganya tidak tanggung-tanggung 7,5 sampai 8 juta per tahun...gilaaa.....

Akhirnya setelah 3 bulan kami dalam proses pencarian dan tidak menemukan titik terang maka orang tua kami menyarankan agar kami membeli rumah sendiri. Waw...ide yang luar bisa ajaib orang tua ku yang selama ini menentang keinginanku untuk berumah sendiri malah memberikan ide demikian.....tapi tetap ada syaratnya sih yaitu : "rumah itu tetap untuk sementara" (hehehe)  Tetapi ijin yang demikian sangat surprise diberikan oleh beliau....ya akhirnya kami lebih semangat untuk hunting informasi perumahan yang ada di Trenggalek. Setelah melalui diskusi panjang, lebar kali tinggi kami sepakat untuk membeli perumahan yang letaknya cukup strategis dekat dengan tempat aku bekerja. Alkhamdulillah puji syukur atas nikmat dan karunia dari Allah SWT.

Yang sangat luar biasa dari rumah baru ku tadi adalah pemandangannya. Meskipun terletak di kota tetapi sekeliling rumah masih berupa sawah yang cukup luas. Jika memandang lurus kedepan rumah maka yang akan ditemukan adalah hamparan sawah yang hijau....sedangkan diseberang sawah ada jalan besar yang sesekali di lalui oleh bis antar kota. Selain itu di jalan tersebut jika sore maupun pagi sering dipergunakan oleh penduduk sekitar sebagai tempat olahraga atau bersantai sekedar melepas penat, itu karena memang udaranyanya yang sangat menyenangkan.

 Jika kita memperjauh pandangan maka kita akan menemukan pegunungan yang hijau dan pegunungan itu berangkai satu dengan yang lain mengelilingi kota Trenggalek. Pemandangan itu akan bertambah indah jika saat senja menjelang. Cahaya merah langit atau jika orang jawa bilang "Candik olo" begitu cantik menghiasi kaki langit. di iringi suara alam seperti jangkrik dan katak serasa dialam bebas padahal kita tetap berada di dalam tengah kota Trenggalek.....bagi yang suka keindahan alam.....tentu tidak akan melewatkan suasana tersebut. Menikamtinya dengan secangkir kopi dan alunan gending-gending jawa...ehm......Terimkasih ya Allah atas "surga" dunia yang Engkau berikan ini.....agar sekiranya hamba tidak akan pernah melupakanMu dan saudara-saudara yang ada disekitar kami.    

(ini hanya sekedar cerita semoga bukan berarti ini dianggap menyombongkan diri...terimakasih ikut membaca ^_^)

Selasa, 15 Maret 2011

Koramil Vs Qomarul ????

Hari ini hari selasa pantesan dah gatal pingin nulis hehe....
Met siang diary...aku akan bercerita kejadian hari ini. Yahc meski dah tak tulis di status fb ku tentang kejadiannya mungkin aku akan bercerita lebih kronologis lagi.

Pagi tadi aku bangun jam 03.00 WIB alaramku berbunyi tandanya itu aku harus menunaikan ibadah sunah. Aku ambil wudhu ehm....lumayan dingin juga pagi tadi. Tidak seperti biasanya, untuk ukuran Trenggalek kota tidak ada yang namanya dingin bagiku. Beda dengan desa ku di Pule wiiih....jangankan malem saat pagi ada matahari pun aku tidak meninggalkan jaket, kaos kaki dan selimutku hehe....ya memang udaranya sangat dingin.

Nah setelah menyelesaikannya aku melihat jam masih pukul 03.30 belum adzan subuh niatku sih cuma tiduran saja di tempat tidur eh...ternyata babalas ketiduran sampai adzan subuh berkumandang. Setelah membersihkan tempat tidur aku menuju ke kamar mandi mandi n wudhu sekalian. Hari ini aku sarapan lebih awal karena aku ada tugas untuk menjadi pengawas ujian di SMK Qomarul Hidayah 1 Tugu. Jarak tempuhnya sekitar 15 menit. Karena aku belum tau lokasi maka aku pun harus berangkat lebih awal. Feeling ku agak jelek coz pengalamanku selama ini aku sering tersesat alias salah jalan kalo berangkat ke tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Sudah menjadi kebiasaanku diary aku tidak begitu bisa menghafal jalan. Dulu waktu aku masih kuliah untuk mencari kosan temen ku saja aku terpaksa harus telpon padahal hanya keliru 1 gang hehehe....dan itu pun sebelumnya aku sudah diajak kesana. Selain itu aku juga sering salah naik kendaraan. Baik angkutan maupun bis. Untungnya setiap salah angkot atau bis kondisi kendaraan masih belum berjalan jadi aku bisa langsung ganti kendaraan....hehe luar biasa...Oleh sebab itu aku sering tidak nyaman kalau bepergian sendiri. Apalagi sekarang ada suami yang mendampingi wis penyakitku tambah parah aja.....

Nah kembali ke cerita awal. Jam menunjukkan pukul 06.15. Aku meraih baju seragamku dari gantungan baju yang telah aku setrika dengan licin sekalian jilbab hitamku. Hari ini hari selasa jadi seragam yang aku kenakan adalah seragam daerah. Setelah memakai jilbab dan memastikan sapuan make up ku perfect aku raih tas dan kunci motorku. Motor telah diparkir diluar pagar oleh mertua dan aku lihat bensinnya pun dah penuh...aduh senenge rek...hihihi....setelah mengucapkan terimakasih kepada papah (mertuaku) aku mengucap salam dan berangkat. Perlu diketahui diary papah telah purna dari tugasnya. Dan di kesatuannya beliau selalu diajari disiplin apalagi kalo masalah sepatu. Sepatu bagi papah harus bersih dan mengkilat begitu pula dengan seragam harus disetrika rapi. Soal sepatu nih diary (sering malu juga) beliau dulu sering mengingatkanku supaya menyemir tiap berangkat tapi gara-gara agak bandel paling tak lap aja pakai kain dan itu pasti disambut dengan gelengan kepala sama beliau hehehe

Nah diary menurut info dari teman bahwa SMK Qomarul Hidayah ada dua lokasi. Yang satu di pondok induk (kalau itu aku tau pasti tempatnya) dan yang satu dari pasar gondang masih terus. Nah ini yang membuatku bingung karena lupa sebelah kiri jalan apa kanan jalan. Nah dalam hati oh itu mungkin ada papan tulisannya karena menurut info temanku kalau lokasi tersebut masuk gang dan di gang tersebut ada papan namanya. Seeeet.....aku berhenti tepat di bawah papan nama tersebut sambil memincingkan mata (karena tidak memakai kacamata) aku baca tulisannya "KHOMARUL" eh...tunggu dulu kok tulisannya pakai huruf K bukan Q bentar-bentar....aku perhatikan baik-baik owalah....ternyata tulisannya "KORAMIL"  Waduh...salah alamat......
Dengan sedikit malu aku stater lagi motorku dan  50 m dari koramil ada pak polisi yang sedang jaga lalulintas aku pun berhenti dan bertanya dimana letak SMK Qomarul Hidayah 1? beliau jawab kalau ada di daerah pondok induk. Trus aku bertanya lagi "Mohon maaf pak katanya ada yang di daerah sini?" beliau menjawab "Tidak ada bu".....lhah bingung lagi aku. Dan akhirnya aku putuskan untuk terus berjalan kok ga ada ya.....??? Aku dah menempuh jarak sekitar 200 m dari pasar gondang, Jarak yang tidak sesuai dengan info temanku akhirnya aku putuskan untuk berhenti dan bertanya dimana sekolah tersebut. Dari bapak pemilik fotokopi tersebut barulah aku tau ternyata aku harus kembali lagi sekitar 150 m an. Huuufhhh ya wis aku pun kembali lhaaaa sudah kembali aku kok tetap tidak melihat ada papan nama dengan tulisan Qomarul Hidayah. akhirnya aku putuskan untuk berhenti di sebuah toko dan bertanya pada ibu pemiliki toko
"Bu nyuwun pirso Qomarul hidayah 1 meniko pundi bu?"
Si ibu menjawab "Lha meniko mbak" sambil tangannya menunjukan papan nama yang tepat disamping tokonya Masya Allah tulisan segitu besarnya ga terbaca oleh ku hihihi.....(aku tertawa geli dalam hati) Setelah mengucapkan terimakasih aku pun menuju lokasi. Di lokasi teman-teman sudah berkumpul dan saat aku bercerita mereka pun tertawa.

Yahc......itulah peristiwa ku hari ini...hohoho buat pengalaman lah agar bisa lebih peka lagi terhadap petunjuk jalan. ^_^

Kamis, 03 Maret 2011

Remaja syarat dengan konflik

Met sore diaryku.....
Hari ini aku tergugah untuk sekedar corat coret numpahin segala unek-unek n keluh kesahku. Ehm...akhir-akhir ini aku sering banget mendapatkan curhat atau juga melihat secara langsung banyaknya konflik antar sesama anak didikku. Sedih sih diary masak dalam satu sekolah sampai segitunya?. Okeylah kalo beda kelas sih wajar kemungkinan persaingan kelas atau yang lain tetapi kalau dalam satu kelas terjadi yang demikian sangat disayangkan.

Jengkel juga kadang-kadang kalau pas membagi kelompok kebetulan secara tidak sengaja aku mengelompokkan anak yang berkonflik tersebut dalam satu kelompok. Tidak akan ada kerjasama sama sekali mereka ga akan peduli mendapatkan nilai minus asal mereka tidak tegur sapa ckckck.....

Kadang aku juga ikut ga peduli, anak-anak yang berkonflik sengaja aku jadikan satu kelompok dengan tujuan agar mereka bisa berdamai. Eh...yang ada malah mereka langsung protes. aku sih cuek saja (hehehe...). Ada saja konflik diantara mereka soal pacarlah, gebetan lah, soal gaya berdandanlah pokoknya khas remaja.

Yang berbeda dengan masa ku adalah remaja sekarang lebih bebas berekspresi. Mereka tidak takut berkelahi untuk mempertahankan pendapat atau yang mereka sebut "harga diri". Aku jadi curiga jangan-jangan ini karena pengaruh sinetron yang menjamur di TV saat ini. Kan banyak tuh adegan percintaannya trus adegan berebut cowok atau pertengkaran samapai jambak-jambakan segala. Pantes kalau ditiru remaja saat ini. Belum lagi kalau ada konflik dengan orang tua maka mereka akan dengan kasar membentak orang tua. Ya Allah....ga bisa ta buat film yang lebih bagus. Syarat dengan nasionalisme, kecintaan lingkungan atau pendidikan moral tinggi, sopan santun. Coba kita lihat sekarang betapa moral bangsa kita amburadul. Mencaci maki orang sesuka hatinya. Apakah puas kira-kira kalau sudah berkata demikian? Marah ya marah diary cuma ya mbok ada aturannya. Ingatlah perkataan itu kadang akan menjadi cermin pada diri kita sendiri.Orang akan menilai kita dari apa yang kita ucapkan.

Aku paham sepenuhnya diary usia remaja merupakan usia yang labil. Banyak konflik dan permasalahan hal itu dikarenakan perkembangan mereka menuju kedewasaan. Aku masih ingat saat aku berada dalam fase tersebut, aku sering curhat ke kakakku satu-satunya yang begitu care dengan semua permasalahanku (padahal kakakku cowok lho i love you brother ^_^) . Pasti kakak akan menasehatiku panjang n lebar dengan tidak menyudutkanku atau menyalahkan aku lalu bilang "Yo wis lah dilakoni ae, semakin banyak masalah itu malah akan mendewasakanmu".
Atau saat aku mengeluh tentang sikap ortu yang kadang tidak sesuai dengan keinginanku dia pasti menjawab "Mungkin nanti kalau kamu sudah dewasa kamu akan mengerti mengapa ortu kita berfikiran demikian". Dan itu memang benar diary 100% benar. Karena banyak konflik lah bisa membuat aku mengerti bagai mana cara menyelesaikannya. Saat dewasa aku pun juga memahami mengapa orang tua ku sangat kawatir jika aku ikut Persami saat pramuka, tau kawatir jika aku keluar malam sampai lewat jam 20.00 WIB. Hal itu tidak lain karena rasa sayang mereka padaku.

Yahc..remaja merupakan suatu fase yang wajib di lewati. Tanpa melalui fase remaja maka fase dewasa seseorang tidak akan tercapai dengan baik. Bener tubuh terus tumbuh layaknya orang dewasa, akan tetapi pemikiran kadang tidak akan menjadi dewasa jika mereka jarang mendapat konflik.

Hanya pesanku tolong lah kuasai emosi masa-masa remaja kalian, jejaring sosial seperti facebook bukan ajang untuk menyakiti hati orang lain, temen kamu sahabat kamu atau saudara kamu. Kurangi atau kalau bisa usahakan tidak berkata jelek atau tidak sopan dalam menulis status. Hargai dirimu sendiri dengan mampu menghargai orang lain. ^_^. Persahabat lebih indah dari pertengkaran....

Rabu, 23 Februari 2011

Kejujuran???

Met malam diary....meskipun bukan hari selasa aku mencoba untuk up date corat-coret di halamanmu. Aku ingin membahas tentang sebuah kata yang mengandung makna yang cukup luas dan bisa disikapi dari berbagai sudut pandang yaitu : Kejujuran. Ini just unek-unek saja diary...

Apakah orang perlu berkata jujur? jawaban kita pasti tanpa pikir panjang adalah "YA!" (pakai tanda seru kalo perlu di garis bawahi hehe....). Lalu apa sih kejujuran itu? Jujur artinya adalah mengatakan segala sesuatu sesuai dengan kenyataan yang ada. Bisa bersifat objektif tapi bisa juga bersifat subyektif, tergantung permasalahannya. Jika semua orang berkata jujur maka tidak akan ada yang namanya persidangan yang berbelit-belit sampai berbulan-bulan. Seperti kasusnya ariel atau gayus coba nek pada jujur pasti dalam 1 kali sidang selesai. Waduh bahasanku terlalu tinggi dehc....ehm males ngomongin yang kayak gitu. Yang jelas nih dengan berkata jujur maka beberapa permasalahan akan terselesaikan. Selain itu kita akan terhindar dari satu istilah yaitu "Munafik". Munafik itu menurut pengertianku adalah suatu sifat yang tidak mengutarakan hal yang sebenarnya alias suka berbohong. Orang yang bersifat munafik biasanya suka mencela perbuatan orang lain padahal dia sendiri melakukan perbuatan yang sama. Aduh kalo sudah ketemu orang yang demikian harus diapakan ya...BeTe pol...

Akan tetapi diary apakah kejujuran itu perlu di terapkan disegala hal?? jawaban pertanyaan ini mesti difikirkan dulu baik-baik. Jangan tergesa-gesa mengatakan YA. Kita lihat dulu konteks permasalahannya. Misal nih ya contoh sederhana saja...
Seorang ibu berusaha membuat si anak senang dengan memasak masakan yang sangat disukainya. Beliau bangun jam 03.00 untuk memasak dengan segenap rasa menyiapkan masakan tersebut dan berusaha menyelesaikan ketika si anak bangun dari tidurnya. Saat si anak diminta untuk mencicipi masakan ternyata masakannya terlalu asin dan tidak enak dilidahnya. Apakah si anak harus berkata "Wah kasinan bu ga enak...????". Begitu kah?  tentu saja kita tidak akan tega berkata demikian. Kita perlu strategi dulu untuk menyampaikan. Keterlaluan sekali kalau si anak langsung menyampaikannya dengan kata-kata demikian dengan maksud jujur. Karena si ibu pasti akan kecewa dan merasa sangat bersalah karena tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anak kesayanagannya. Untuk itu kita pasti bilang "Ehm...enak kok bu" Nah...kalo begini namanya apakah jujur????? hahaha......

Trus ada contoh lain:
Suatu misal kita melihat ada seorang teman yang memakai make up aneh...seperti bush on yang ga rata jadi seperti kena tonjok orang. Saat kita dalam suatu ruangan dengan banyak orang apakah kita langsung bilang "Wah baru kena tonjok siapa nih kok pipinya merah gitu?" tentu si teman akan merasa sangat malu yang luar biasa apalagi jika dalam ruangan tersebut ada orang-orang yang tidak begitu menyukainya pasti mereka akan tertawa paling keras....dan itu tentu akan menyakitkan. Bukan berarti kita tidak bisa berbicara jujur tapi coba gigit lidah dulu agar tidak mengutarakan perkataan yang menyinggung, baru setelah tidak ada orang kita berbicara kepada si teman "Mbak/dik/tante/bu....itu bush on nya kelihatannya kurang rata tadi tergesa-gesa ya?" nah itu saya rasa lebih diterima dan si teman akan merasa sangat berterimakasih karena mendapat kritikan yang bersifat membangun, tidak menghina.

Kesimpulannya diary...kita perlu tegas mengungkapkan kejujuran jika itu berhubungan dengan kemaslahatan orang banyak. Tetapi kita perlu atur strategi dalam berbicara jujur untuk beberapa konteks permasalahan yang sensitif dan berhubungan dengan perasaan. bukan munafik tetapi cari waktu yang tepat aja ok diary....???

Sulit di terapkan tapi bisa kok....^_^

Selasa, 08 Februari 2011

Profesionalisme dalam menyikapi sebuah pekerjaan

Hai diary di hari selasa ini kita ketemu lagi...Mungkin hanya hari selasa saja aku selalu memiliki ide untuk menulis. Faktanya selain hari selasa sekeras apapun aku melihat segala sesuatu yang ada di sekitarku jarang membuat aku terpacu untuk menuliskannya dalam lembar diary ini. Aku akan bercerita tentang kejadian hari ini.

Pagi hari pukul 05.00 WIB aku terbangun saat mendengar suara kompor dihidupkan dari dapur. Malu juga rasanya bangun keduluan mertua hehe..salah sendiri semalam bergadang hanya untuk meneruskan project besarku yaitu menulis novel. Memang aku berencana untuk menulis sebuah novel pendek (novel kok pendek yang ada sih namanya cerita pendek hehe). .aku baru bisa menyelesaikan BAB I mau lanjut ke BAB II sudah terlalu malam jadi meskipun dalam angan-angan ini sudah terekam alur yang harus aku buat. Karena jam sudah menunjukkan pukul 12 aku paksa untuk memejamkan mata. Finally, aku bangun kesiangan. Dengan mata yang masih sedikit berat aku paksakan untuk bangun dan menuju ke kamar mandi. Aku melihat mamah (mertuaku) menyiapkan segelas besar kopi buat Papah dan di atas kompor sudah ada panci yang digunakan untuk menanak nasi. Setelah cuci muka aku membantu Mamah membersihkan rumah plus kamarku sendiri yang lumayan berantakan akibat acara bergadang tadi malam..cangkir kopi dan pembungkus camilan yang masih berserakan di atas meja segera kau bersihkan. Begitu juga dengan kabel charge laptop, spiker, mouse yang terhampar di karpet mungilku segera aku rapikan. Setelah kamar rapi akupun menyapu seluruh ruangan dan melanjutkan memasak sedangkan mamah bersiap untuk pergi ke sekolah.

Hari ini aku libur diary jadi ya bisa lebih santai. Setelah semua pekerjaan selesai aku lirik jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB. Aku teringat pada baju yang aku jahitkan sebut saja di Mbak E. Dia berjanji akan menyelesaikan satu stel baju batik ku bulan ini. Maklum diary dia penjahit yang cukup bagus, jahitannya rapi sehingga pelanggannya cukup banyak. Jika ingin menjahitkan harus antri berbulan-bulan. Aku sendiri sudah antri sejak bulan nopember kemarin waaaaaa......lama banget. Ya memang mau gimana lagi aku sangat cocok dengan model jahitannya. Rapi dan bisa ngikuti desain apa yang aku inginkan. Nah ingat itu aku segera menyambar laptopku (lhah apa hubungannya????)




Gini....maksudku aku mau mencari model baju yang cocok untuk 3 potong kain batikku. Pilihan pertama jatuh pada model baju seperti yang ada disamping. Aku modifikasi lengan panjangnya jadi 7/8,sedangkan di pinggang aku kasih pita. Untuk Bawahannya aku ingin tampil beda. Kalau biasanya aku selalu memakai celana panjang sekarang aku ganti dengan rok panjang. Fikirku wong aku ini perempuan, masak ga punya seragam dengan bahwan rok hehe... Roknya aku desain dengan diberi sedikit sentuhan kain batik atasanku biar matching kalau dipake.



Untuk pilihan ke dua aku memilih desain ini. Dengan resleting belakang dan aku modifikasi dengan menambahkan tali di pinggang belakang. Untuk lengan aku buat tidak terlalu lebar. biar kalau aku pakai tidak aneh.









Pilihan ketiga yang ini. Krah model sanghai yang di modif dengan lipitan. Sekali lagi pinggang aku kasih tali kecil (tali lagi tali lagi....pasti begitu komen suamiku kalo aku bercerita ke dia hehe...karena memang kebiasaan semua baju, sepatu bahkan tas aku lebis suka yang ada tali-tali kecilnya).

Setelah aku print ke tiga gambar itu berangkatlah aku ke rumah mbak E. 3 menit aku mengendarai motorku sampailah aku dirumah mbak E. Setelah memarkirkan sepedaku di halamannya yang luas aku langkahkan kaki menuju rumahnya. Mataku sempat membaca tulisan di kaca "Maaf untuk sementara tidak terima jahitan" ckckck....segitu banyaknya pekerjaan mbak E sampai-sampai tidak terima jahitan lagi. Setelah mengucapkan salam mbak E membukakan pintu dengan meteran yang masih menggantung dilehernya aku di persilahkan untuk duduk. Wajah mbak E tidak cukup ramah hari ini. Tidak ada senyum sama sekali. Mungkin dalam hati dia berfikir aku kesana untuk menagih bajuku. Ya memang itu yang menjadi tujuanku tetapi melihat wajah mbak E yang kurang bersahabat itu aku harus mengubah strategiku. Percakapan aku awali dengan begini:

"Mbak bajuku kemarin sudah di potong?" dengan melemparkan senyuman manis (wkwkwk)
"Belum mbak" jawab mbak E dengan wajah malas.
"Oh ya...kebetulan ini aku mo mengubah desain mbak" Kataku sambil membuka tas dan mengeluarkan desain baju yang baru aku print. Sambil terus tersenyum dan meminta pendapatnya tentang desain yang aku buat, akhirnya wajah mbak E melunak aku meihat senyum di wajahnya. Dia mungkin mulai berfikir kalau aku tidak kecewa atau marah karena kain-kainku belum tersentuh. Aku maklum sepenuhnya menjahit adalah pekerjaan yang memerlukan ketelatenan dan kesabaran. Semua jahitan mbak E hasil tangan dia sendiri jadi wajar jika dia memerlukan waktu lama untuk menyelesaikan semua baju pesanan dari pelanggannya. Sebenarnya dengan keahlian dan kemampuannya aku yakin satu hari dia bisa menyelesaikan 1 baju. Tapi dalam bekerja  memang ada kalanya pasti dia merasa jenuh kan diary..??? Apalagi pekerjaan itu pekerjaan yang monoton itu-itu saja pasti membuat seseorang terkadang berada pada satu titik jenuh. dan jika dalam kondisi tersebut andai dipaksakan pasti hasilnya tidak maksimal.

Nah aku yakin si mbak E tapi pasti sering mendapatkan komplain dari pelanggan akibat keterlambatan pekerjaannya. Memang kalau kita ingin bertindak profesional kita harus sesuai dengan deadline. Apalagi jika pekerjaan itu di bidang jasa. Senyum dan Sapa itu sangat diperlukan. Sedikit berefleksi sikap si mbak E tersebut bisa membuat pelanggan merasa kurang nyaman saat berinteraksi, seperti aku alami. Jika si pelanggan dapat memahami pasti bisa nerima dengan "legowo" tetapi kalau si pelanggan juga dalam kondisi yang emosi bisa jadi terjadi sedikit adu mulut. Hal tersebut berakibat si pelanggan jadi kapok berlangganan atau bahkan si penjahit langsung mengembalikan kain yang belum tersentuh sama sekali itu pada pelanggan.
Nah dalam hal ini aku hanya bisa mewanti-wanti pada diriku sendiri, kira-kira bisa ngga ya bersikap profesional dalam hal pekerjaan?. Menyelesaikan segala sesuatu sesuai dengan deadline, disiplin dalam membagi waktu agar out put yang dihasilkan pun maksimal sesuai dengan hasil yang di inginkan. Berat memang tapi tidak sulit. Artinya semua bisa dilakukan, hanya akan terasa menyiksa pada awalnya. Tetapi jika semua berjalan terus maka akan jadi kebiasaan sehingga cukup mudah untuk dilaksanakan. Jadi menurutku tidak sulit hanya berat.

Nah diary kembali ke pembicaraanku dengan mbak E. setelah suasana mencair aku baru bertanya demikian
"Mbak kalau yang dua potong agak belakangan ga papa semisal yang satu stel ini selesai sebelum tanggal 26 kira-kira bagaimana?"tanyaku.mbak E menjawab dengan tersenyum "Saya usahakan mbak cuma saya minta no hp sampeyan"
Yes...kataku dalam hati akhirnya setelah sekian lama akhirnya punya baju batik lagi hehe...maklum kalau beli di toko ga bakalan dapat size yang sama dengan badanku. Setelah memberikan no hp ku aku pamitan dan tidak lupa mengucapkan terimakasih.

Ah..lega rasanya...sesampainya dirumah aku lanjutkan pekerjaanku yaitu setrika baju dan rencana nanti akan membuat planning Kisi-kisi soal ujian sekolah yang akan dirapatkan besuk pagi. Kalau ada sedikit persiapan dari rumah pasti kegiatan besuk akan dapat berjalan dengan lancar...amien.....

Selasa, 01 Februari 2011

Kesehatan itu sangat berharga

Hai diaryku...lama banget aku ga nulis rasanya tangan dan otak ini beku dalam merangkai kata. Bener juga kata suamiku yang panjang lebar kali tinggi menasehatiku gini: "kalau kamu berhenti menulis maka saat kamu mulai menulis serasa akan kembali dari nol lagi, sulit......." (hehe padahal dia juga ga pernah nulis). oya diaryku sebenarnya ga ada kejadian yang menarik akhir-akhir ini yang membuat ide menulisku muncul hanya beberapa hari ini aku harus bed rest karena sakit. Batuk. Sebenarnya btuk bukanlah penyakit tetapi merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.Semua orang aku rasa pernah mengalaminya.

Sekedar cerita gejala batukku ini sudah muncul sejak 2 minggu yang lalu. Pada saat itu aku memang beraktivitas cukup padat baik kegiatan school maupun yang lain. Selain itu juga didukung cuaca yang sangat panas sehingga mengakibatkan aku sangat menggemari soft drink dingin. Bawaannya ngelirik isi kulkas terus hehe...Nah aku juga agak mencurigai kandungan gula yang aku konsumsi pada waktu itu. Kondisi gula yang warnanya kekuningan dan setiap aku minum kopi dengan kadar gula yang cukup banyak pasti ditenggorokan gatal. Aku sih pada waktu itu masih cuek saja. Karena denger-denger gula yang baik itu kan yang tidak putih 100% karena yang terlalu putih itu kadang mengandung pemutih. Jadi fikirku kondisi gula yang demikian adalah bagus.

Nah 1 minggu yang lalu saat aku pulang ke pule aku makan masakan ibukku yang memang biasa super pedas dengan nikmatnya. Aku tetap mengabaikan meski frekuensi batukku semain sering. Saat di ingatkan ibuk untuk tidak makan gorengan aku pun tetep ngeyel aku comot aja tempe, tahu sampai bawang goreng pun aku makan (bawang merah goreng adalah makanan favoritku sejak kecil). Nah saat aku bangun pada keesokan harinya tenggorokanku terasa panas terbakar...mau bicara sakit dan batukku semakin sering dan itu sangat mengganggu. Waaaaah......padahal pada waktu itu planning ku adalah mengerjakan pekerjaan dari skul yang sudah tertata rapi dan tersusun dalam jadwal agenda harianku. Akhirnya selama tiga hari aku harus bed rest minum obat...dan terus merasakan sakitnya tenggorokan karena batuk. Dampak batuk itu cukup hebat bagi tubuhku. Seluruh badan rasanya sakit semua mulai punggung, dada sampai ke perut. Hal ini diakibatkan dari guncangan yang terjadi setiap batuk. Nah agak takut juga saat batuk aku mengeluarkan sedikit bercak darah..tapi mungkin itu karena luka di saluran pernapasan akibat batuk tersebut...ya semoga saja. Mau ke dokter lagi....ehm....ga wis (bandel.com) . Yang membuat aku tambah tersiksa adalah aku harus menghindari makanan yang merangsang tenggorokan seperti: pedas, manistrus berminyak bahkan kopi sebagai minuman favoritku pun harus aku hentikan dulu. Kurangnya konsumsi gula (yang aku curigai sebagai pemicu awal batukku) membuat tubuhku lemas. Sehabis mengajar aku hanya berbaring ditempat tidur. I hate this!

Nah setelah 1 minggu minum obat, trus minum air jeruk hangat, sampai jeruk yang dicampur kecap (ngikuti nasehat temen-temen) ternyata batukku sudah mulai berkurang, tetapi badan masih terasa sakit semua dan aktivitas pun belum bisa berjalan dengan maksimal.

Nah diary yang perlu aku refleksikan diri disini adalah:
1. Saat beraktivitas aku harus bisa membagi waktu untuk istirahat yang cukup
2. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi soft drink dingin lebih baik air putih saja (bisa ga ya ^_^)
3. Konsumsi gula harus seimbang berarti saat membuat minuman jangan terlalu manis
4. Saat sudah ada gejala sakit harus segera di tanggulangi dengan obat
5. Kesehatan itu sangat berharga, saat sakit semua pekerjaan terbengkalai, tidak bersemangat, mudah capek dan badan terasa sangat tidak menyenangkan.
6. Mohon ampun pada Allah karena terlalu sombong dengan menyepelekan rasa sakit....Astaqfirullah....

Kamis, 13 Januari 2011

Pernahkah bercita-cita jadi guru?????

Met siang diary....wah lama banget aku absen nulis di lembaranmu...Akhir-akhir ini sebenarnya banyak kejadian yang sangat ingin aku ceritakan. Akan tetapi karena kesibukan yang luar biasa membuat aku menundanya, akibatnya hilanglah feel untuk nulis. Pada cerita kali ini aku hanya ingin bertanya pada siapa yang membaca tulisanku pernahkah kalian bercita-cita menjadi guru?????

Dari hasil survey temen-temen sebagian besar bilang kalau dulu tidak pernah terbersit sekalipun menjadi guru. Menjadi guru itu terpaksa dll Mengapa demikian???? ehm banyak hal yang yang melatar belakangi alasan itu tentunya dan itu privasi mereka.

Nah kalau aku berani bertanya tentu aku berani menjawab apakah aku dulu pernah memiliki cita-cita menjadi guru????
Sebelum aku menjawabnya aku akan bercerita pengalamanku saat kelas V SD. Saat itu aku mengikuti lomba siswa teladan tingkat kabupaten. Pada saat ujian wawancara penguji bertanya tentang cita-cita tiap peserta. aku masih ingat hampir seluruh peserta menjawab "ingin jadi orang berguna bagi bangsa dan negara" dan saat pertanyaan itu ditujukan kepadaku aku menjawab dengan spontan "Jadi dosen pak". Penguji tersebut tersenyum kepadaku kelihatannya dia tertarik untuk bertanya lebih lanjut. Pada saat itu aku berfikir "aduh keceplosan coba aku menjawab sama seperti teman yang lain pasti ga akan ada pertanyaan lain hehehe..."
Nah kemudian beliaunya bertanya lagi "apa alasanmu ingin jadi dosen?" aduh bingung aku napa ya? yang jelas pada waktu itu aku melihat bapak dan ibu yang berprofesi guru tiap hari berangkat berpakaian abu-abu aku melihat mereka sangat serasi dan itu sangat menyenangkan. Tapi masak aku menjawab demikian??? nah karena saking nervousnya malah terlontar jawaban polos "karena dosen itu gurunya guru pak" walah....semua peserta yang diruangan tersebut tertawa. Saat itu aku terus memikirkan jawaban bodohku itu kenapa ya aku ga bisa memberikan alasan yang lebih baik???

Terlepas dari itu semua diary memang menjadi guru adalah cita-citaku jauh sebelum aku mengikuti lomba tersebut. Ya meskipun dulu agak elit sedikit yaitu jadi "dosen" tapi dosen dan guru kan hampir sama hehehe....Aku lupa pernah membicarakan cita-citaku itu pada siapa saja yang jelas 1 tahun lalu saat aku bertemu dengan teman SD ku dia bilang gini "Selamat ya mbak...meskipun sampeyan ora dadi dosen tapi dadi guru....kan wis podo ae?" (Selamat mbak meskipun kamu tidak jadi dosen tetapi sudah jadi guru kan sama saja). Wik....aku sempat bengong waduh...aku dulu cerita apa aja tentang cita-cita dengan temen-temen kecilku???dan lucunya kok dia masih ingat???sedang aku sendiri lupa pernah cerita.

Menjadi guru itu bukan hal mudah diary. Banyak orang bilang bekerja sebagai guru itu enak libur panjang dan hanya bekerja setengah hari. Benarkah??? tidak juga diary...pekerjaan menjadi guru itu banyak resikonya. Guru selain sebagai fasilitator juga harus sebagai pendidik yang mencetak generasi bangsa. Secara akademis berat diary...beban yang harus di pikul dan dipertanggungjawabkan oleh guru. Guru memberikan nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) berarti sudah bertanggung jawab bahwa siswa yang bersangkutan telah menguasai kompetensi tersebut. Nah kesulitan guru adalah adanya suatu "sistem lain" yang terkadang harus mengutamakan  rasa kasihan yang malah menjerumuskan si siswa tersebut secara sadar maupun tidak. Sangat berat pertanggung jawabannya diary...jika kita memaksakan idealisme maka orang akan mencemooh dan bilang kita keterlaluan. Tapi coba diary dampak panjang apa yang akan terjadi pada bangsa kita??

Selain itu dari segi pendidikan moral juga demikian sekarang kecenderungan kita berkiblat pada budaya barat yang diadopsi baik secara sadar maupun tidak disemua segi kehidupan kita. Tentu saja kebudayaan itu banyak berakibat kurang baik dalam hal moral bangsa. Bukan menyalahkan kebudayaan diary tetapi lebih pada pendidikan moralnya yang terkadang terlupakan. Guru tetap bertanggung jawab terhadap moral bangsa yang semakin parah akibat gempuran budaya barat. Oleh sebab itu aku sangat setuju sekali dengan adanya sisipan pendidikan moral dan karakter bangsa dalam setiap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran setiap harinya. Dan itu diharapkan dapat sedikit menanggulangi dampak buruk dari kebudayaan barat yang berbeda dengan kebudayaan kita. Nah mengingat betapa beratnya pertanggungjawaban guru terhadap para siswanya salah ga ya guru mendapat dispensasi untuk liburan disaat libur sekolah???? hehehe...jangan ngiri dunk.....

Nah setelah guru mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah terutama yang menonjol adalah adanya penghargaan berupa sertifikasi maka berbondong-bondong semua ingin menjadi guru. Waaahhhh.....ternyata sekarang pekerjaan guru diminati hehehe...

Yahc terlepas dari itu semua memang pemberian sertifikasi itu tidak berlebihan diary  mengingat output  yang dihasilkan sebagai pilar pembangunan bangsa kita. Hanya pesanku...ayolah teman-teman kita seriusi pekerjaan kita agar siswa kita benar-benar bisa memperbaiki negara kita. Jangan pernah menuntut terlalu banyak jika memang kita tidak menyumbangkan hal yang sepadan buat bangsa kita....Just it hehehe