My name

Kamis, 15 September 2011

Berkarya

Met siang diary....
Huuuufffhhh hr ini cukup melelahkan.sebenarnya cm ngajar 6 jam cm g tau kenapa akhir akhir ini aku merasa cukup lelah. Mungkin asupan energiku kurang. Padahal sebenarnya td sempat sarapan n minum segelas kopi. Sekarang di sekolah sudah diberlakukan masuk 3,5 jam. Atau 50 jam pelajaran tiap minggu nya. Ehm...mski program sidik jari blm diberlakukan sebisa mungkin aku memenuhinya. Latihan maksudnya biar dah terbiasa jika nt bnr2 dilaksanakan. Intinya dinikmati aj slm msh bs n longgar drmh hehehe. Dan skr ini tugas ngajar udh sls tinggal nunggu bel aj mknya sempat untuk nulis2 hehe.

Em disela2 semua tugasku ada tugas lain yg cukup menyenangkan yaitu menjadi pembina ekskul seni. Bener2 aku menikmatinya. Saat bekerja dengan anak2, bercanda dan membicarakan program sungguh luar biasa. aku merasa bisa berbaur dgn mereka. Bersyukur sekali aku bisa bekerjasama dgn mereka para generasi muda yg ternyata begitu bnyk ide-ide kreatif yg kadang tdk berani mereka sampaikan.

Di tahun pelajaran ini semua program akan sama-sama kami susun dgn baik. Semua ide n masukan dr teman-teman guru lain menjadi motivasiku untuk merintis hal baru.bnyak banget ide seperti memanfaatkan gamelan yg aku tau 2 tahun ini terlantar, atau mulai babat membentuk grup ketoprak untuk anak. Sik pelan-pelan dulu difikir satu persatu hehehe....biar hasilnya maksimal.

Target ku membuat sebuah even yg mana nt bisa menampilkan tari tradisional, modern, jaranan turonggo yakso, karawitan klo bisa nt maju ke ketoprak andai blm bisa utk ketoprak paling ga ada sendra tari.

Motivasiku 13 tahun lalu aku mampu membuat sebuah sendra tari sebagai tugas kesenian di kelas 1 SMU dengan cerita "minak jinggo gandrung". Bisa n sukses meski semua g lepas dr bantuan temen2 1 kelas tp pada saat itu ide kreatif dapat mengalir begitu saja. So....sekarang pun harus bisa. Hehehe...

Aku berharap semua dpt terlaksana n mendapat dukungan agar semua ide kreatif itu tetep berkembang. Amien....
Published with Blogger-droid v1.7.4

Kamis, 28 Juli 2011

Just say Helloo part 1

Haluuuuu diary......hufffffttttt setelah sekian bulan baru sekarang aku bisa nulis lagi. Sampai bingung diary aku harus nulis apa dan darimana...bener-bener telah sekian lamaaa hikz....(lebay.com).

Ok aku akan mulai cerita tentang aktivitasku sejak aku berhenti menulis beberapa bulan yang lalu. Setelah disibukkan dengan kegiatan finishing rumah akhirnya tugas-tugas dari sekolahan pun menanti diary. Ehm mulai dari acara pentas seni pelepasan siswa kelas XII tahun pelajaran 2010-2011 sampai dengan yang terakhir adalah kegiatan karnaval yang dilaksanakan hari sabtu tanggal 23 juli 2011 kemarin. Mari kita coba kupas satu persatu......(emangnya buah hehe)

Kegiatan pentas seni
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2011. Alkhamdulillah diary pada kesempatan ini ekskul tari ku bisa aku maksimalkan. Istilah sangarnya bisa "unjuk gigi" hehehe. Mulai dari tari tradisional, modern dan kreasi bahkan campursari. Aku sendiri sangat bangga dengan siswaku tahun ini diary. Aku melihat banyak sekali bakat dari mereka. Senang nya mereka pun tidak malu dalam mengekspresikan diri sehingga panggung pensi bisa meriah. Untuk tari tradisional aku membuat ide baru mengingat tahun kemarin aku mendapatkan kritik membangun bahwa tarian yang terlalu klasik membuat jenuh untuk penonton yang notabene bukan penikmat seni sejati (maaf). Intinya para penonton tersebut just menginginkan entertain alias hiburan. Sehingga aku mengganti tarian tersebut dengan sebuah tarian yang dapat dinikmati semua kalangan dan lebih mudah dicerna. Ide tarian muncul saat aku mencoba hunting tari-tari lama. Diantara serakan kaset-kaset aku menemukan sebuah tarian dengan judul tari "jaran goyang". tarian itu pernah aku pelajari kelas 5 SD akan tetapi orang tuaku melarang aku menarikan tarian tersebut. Mungkin karena umurku yang pada saat itu masih terlalu muda. Orang tua kawatir akan ada dampak tarian tersebut terhadap kehidupan sehari-hariku kelak.

Bagi para pembaca yang belum tau seperti apa tarian tersebut ok akan aku ceritakan:

Tarian itu berasal dari daerah pesisir banyuwangi, di ilhami dari sebuah cerita penduduk sekitar yang menyukai salah satu kembang desa yang sangat cantik tetapi memiliki sifat tinggi hati. Setiap laki-laki yang medekatinya pasti akan ditolak dan dihina. Akhirnya ada seorang pemuda merasa sangat terhina dan dia melafalkan ajian jaran goyang untuk memikat hati sang perempuan. Setelah matra di ucapkan akhirnya sang gadis menjadi tergetar hatinya dan terpikat pada si pemuda. Merasa masih sakit hati pemuda tidak langsung menerima cinta dari si gadis. Sampai si gadis patah hati dan menangis akhirnya si pemuda tidak tega dan menerima cintanya. Dan berlanjutlah jalinan kisah cinta mereka.

Aku maklum se diary mengapa ortuku tidak memperbolehkan menarikan tarian itu.....yahc itukan tarian yang memang kurang tepat ditarikan anak usia SD hehe...
Nah setelah aku garap tarian tersebut selama 1 minggu Alkhamdulillah akhirnya jadi juga dan hasilnya sangat luar biasa. Dari pihak anak-anak dan juga teman guru menyambut dengan antusias. Apalagi ekspresi dari penari yang menggemaskan yahc...meski kelihatan mereka nervous tapi tetep 2 jempol buat mereka.
Selain Tari jaran goyang ada tari karaban sape, abyor, campur sari, chaiyya-chaiyya yang pasti ide dari briptu norman kamaru yang hasilnya juga heboh meski kostum kurang mendukung. Serta tidak ketinggalan aksi dance yang juga luar biasa....ehm puas rasanya bisa menampilkan semua yang di garap dalam "padepokan seni" SMKANESA.

"Kegiatan Diklat PJJ di Solo"
Nah menyambung kegitan pensi ada kegiatan diklat pelatihan jarak jauh yang dilaksanakan di Solo. Sebenarnya pas hari H adalah saat kegiatan MOS. Kebetulan aku dengan teman-teman tertunjuk sebagai panitia. Tapi karena ada panggilan dari pihak Vedca maka kami pun (Aku dan Ika) berangkat ke Solo. Seperti biasa aku agak males melakukan perjalanan jauh...
Sebelum berangkat aku pasti kena sindrom perut mulas, rasa mual, dan terbayang bau solar atau bensin serta asap yang membuat aku pusing sebelum berangkat. Hehehe...bukan lebay sih tapi memang it kenyataannya.
Nah mengingat keadaanku yang demikian aku menghindari tuhc kendaraan yang berbahan bakar solar atau bensin. Nah loh trus naik apa????
Ya...akhirnya aku naik KA. berangkat dari t.galek jam 4 pagi sampai di staasiun T.agung jam 5. KA berangkat jam 5.30...ehm menunggu dehc. But no problem suamiku merelakan diri untuk menemani sampai di kertosono. Katanya ga tega banyangin aku angkat koper sendiri apalagi naik kereta ekonomi sampai kertosono. Baru kertosono Solo dapet tiket kereta Sancaka bisnis. singkat kata sampailah di stasiun kertosono. Sampai disitu aku berpisah dengan suami tercinta, dia harus berburu bis untuk sampai di SBY tidak terlalu siang. Thanks my husb I love u....hehehe
Pada saat menunggu KA Sancaka itulah ada berita dari sekolah bahwa proposal MOS harus di kumpulkan saat itu juga. Temanku si Ika yang kebetulan jadi sekretaris MOS kelabakan juga. Sebenarnya semua file sudah ada di kompi nya tinggal edit dikit trus kirim. But how...??? nah saat itu barulah aku ingat kalau aku bawa modem. Akhirnya selam di atas kereta kami mengedit dan mencoba mengirim file tersebut tetapi karena kemampuan modem di dalam KA terbatas akhirnya kami harus menyerah untuk mengirim setelah kami sampai di Solo.
Cek in di hotel riyadi pukul 12.00. Alkhamdulillah kami dapat satu kamar. Fasilitas sangat menyenangkan membuat kami semangat untuk memulai kegiatan. Singkatnya diklat akan dilaksanakan secara online selama 1 bulan dan di pertemuan singkat selama 3 hari tersebut kami di latih bagaimana menggunakan web dan aplikasi yang disediakan vedca untuk kegiatan pembelajaran selama 1 bulan kedepan. Sekali lagi aku bersyukur mendapatkan ilmu lagi......



Aduh diary...dah ngantuk nih...... dilanjut besuk aja ya di say hello part 2
bye....

Senin, 23 Mei 2011

Kehidupan baruku

Sore diary.....ehm akhirnya ada waktu yang nyantai banget nihc buat nulis lagi.
Alkhamdulillah diary setelah proses yang lama akhirnya aku bisa menempati "gubuk" ku dengan nyaman. Yahc dapat dikatakan rumahku sudah ga diribeti dengan semen, pasir dan semua perlengkapan tukang lagi. Ternyata proses itu membutuhkan curahan fikiran, tenaga, waktu dan juga biaya yang huuuffhhh.....hehehe.....

Dari proses itu diary aku memperoleh pengalaman hidup yang sangat luar biasa. Seperti masalah memasak. Selama ini aku memasak karena ingin saja atau jika suami pas pulang. Karena selama ini aku tinggal dengan orang tua yang dapat dikatakan tinggal buka tudung saji makanan selalu ada. Tentu aku membatu tapi yahc namanya "asisten" kan paling-paling cuma bantu iris-iris bawang atau metik sayur sama bagian pencicip hehe...Nah selama 3 bulan ini aku dilatih untuk belajar memasak diary. Memasak dalam jumlah yang lumayan banyak karena aku bertanggung jawab atas makanan 3 tukang yang bekerja menyelesaikan rumahku untuk 3 kali makan. Bayangkan aku harus berfikir tiap hari menu apa yang harus aku siapkan. Dan ortu terutama ibu melarang aku beli masakan jadi. Fikirku itu adalah suatu tantangan pada dasarnya aku suka memasak hanya aku belum pernah memasak dalam jumlah besar.... I will do it itu tekad ku. Dan ternyata dari proses itu aku bisa belajar memasak lebih banyak jenis makanan dan juga belajar bagaimana membagi waktu. Karena working must go on. Jika aku biasa bangun jam 04.00 atau 04.30 maka aku harus bisa bangun lebih awal lagi agar aku tidak terlambat masuk kerja. Dan itupun butuh proses juga. Ga serta merta aku dapat dengan sukses melakukannya. Sering juga aku terpaksa masuk ketika para "penjaga pintu gerbang" sekolah sudah menutup 3/4 pintu jadi tinggal 1/4 itu artinya waktuku ngepress banget sampai disekolah....yahc paling-paling aku senyum manis aja biar dibukain pintu agak lebar wkwkwkwk.....

Nah selain melatih aku disiplin waktu ternyata proses itu membuat aku lebih peka terhadap lingkungan. Misal nih ya..kalau dulu aku ga begitu peduli dengan dinding kamar mandi yang kotor atau kaca jendela yang berdebu sekarang mulai perhatian. Rajin juga jadinya hehe...bahkan aku yang memang ga pernah ngepel (jujur nih) karena memang pekerjaan satu itu tidak pernah aku lakukan sekarang aku sangat familier dengan yang namanya alat pel. Okey diary aku ngaku...aku memang dimanja tapi bukan berarti aku tidak bisa melakukan apa-apa. Toh hasilnya jika aku diberikan tanggung jawab aku bisa menyelesaikannya dan melaksanakannya.Meskipun tanganku berubah jadi sedikit agak kasar tapi aku bangga dan seneng diary dapat melalui proses itu.

Nah diary aku upload foto-foto "gubuk" ku bukan berarti pamer. tidak ada maksud demikian hanya itu ungkapan senang n bahagiaku akhirnya selesai juga. karena proses itu panjng diary...jadi wajar dunk aku membaginya jadi aku juga minta maaf jika ada yang tersinggung atas upload foto-fotoku..hehe....

Ok coba kita lihat space yang ada dirumahku.....
Jika dilihat dari sisi depan maka ini tampilannya.... ehm rumahku kebetulan mendapatkan jatah cat warna ungu. coba dibandingkan warnanya.
sebelum

sesudah

yang atas itu asli dari pengembangnya. Maksudnya cari cat dengan warna sama tetapi mencari warna cat jika tidak tau no catnya sama juga dengan bohong . Meski udah berusaha cari mati-matian ditoko2 cat dengan anggapan warna sama....setelah dikuaskan ternyata warnanya sangat jauh berbeda. But not bad, warna violet pada dinding cukup nenangkan sedangkan ungu tua pada teras depan merupakan aplikasi yang kontras sehingga warna rumah terkesan berani.Nah jika dilhat ada warna lain yang cukup mencolok yuupz...bener banget warna kuning!!! hahaha........aku bener-bener tidak bisa meninggalkan warna itu diary. Maaf mungkin sedikit merusak pemandangan but its me....itu ciri khas ku. Di space itulah kelak aku berencana segala macam kreatifitas seni akan terlahir. Semoga itu akan jadi "bengkel" seni yang bisa memproduksi karya seni baik dari aku sendiri maupun dari siswa-siswaku. Oleh sebab itu diary warnanya harus sesuai dengan hatiku.

Kolam ikan....ehm...ternyata membuat sebuah kolam ikan cukup membuat tidak bisa tidur nyenyak hohoho. Yahc...maklum diary aku dan suami ga pernah secara detail tau bagaimana kolam ikan itu dibuat. Setelah menghabiskan waktu 2 hari, 9 dus keramikm dan 4 sak semen sukses juga membuat kolamnya. Hanya kesalahan adalah warna dasar kolam yang berwarna hitam. Ga nyadar diary ikan itu kan banyak yang warnanya hitam ya hehe...lak ga kelihatan ikan ku nantinya...yahc...mungkin nanti klo ngisi ikan disi dengan ikan berwarna saja biar kontras dengan warna kolam. alasanku memilih warna hitam agar kesan minimalisnya muncul ternyataada kelemahannya juga hehe.

Nah ini space fav ku juga diary... disinlah aku habiskan hari-hariku belajar dan selalu belajar. Seneng juga karena suami selalu mendukung jika membuat makanan dengan resep baru. Enak ga enak suami selalu bisa memberikan kritik n saran yang kadang aku paksain dari ga enak jadi harus enak hahahaha.......
Membuatnya berantakan saat memasak dan membuatnya bersih lagi setelah meja makan terisi membuatku selalu tersenyum jika menyelesaikan setiap tahapannya. Thanks to husband dengan kesabarannya mencicipi setiap masakan yang aku buat hehehe....

Nah diary...dah sore banget nihc,,,, waktunya bersih-bersih rumah....sudah dulu ceritanya disambung lain waktu see u next time...^_^



Selasa, 10 Mei 2011

Yang nyaris "Terlupa" kan

Met malem diary....hehe baru kali ini posting malam-malam...ehm,.....lamaaaaaaaaaaaaaaa banget ya aku ga posting jadi kangen....

Pada posting kali ini diary aku akan cerita hari indah yang aku alami tadi siang. Beberapa hari lalu hp ku berbunyi  terlihat ada sms masuk di sim 1. Tandanya bukan dari murid-muridku tapi dari rekan kerja. Sapa ya pikirku...aku buka ternyata memang benar ada sms dari teman yang berbunyi "bu Nita kami mengharap kedatangan panjenengan di acara diklat Pengembangan Pengetahuan bagi Orang Tua Anak Usia Dini, di sekolah kita tanggal 10. Kami sangat berharap panjenengan bisa hadir (ririn) ". Deg! ya Allah aku teringat akan tanggung jawabku yang sedikit "Terlupakan" selama ini. Yahc diary mungkin aku belum cerita dan pada kesempatan ini aku ingin menuangkannya dalam lebar diarymu.

Pada bulan Juni tahun 2007 aku mengikuti Yudisium dan dinyatakan lulus. Akan tetapi pelaksanaan Wisuda akan dilaksanakan sekitar bulan Nopember. Untuk mengisi kekosongan waktu aku pun pulang ke kampung halaman mencari-cari lowongan pekerjaan yang mungkin bisa aku gunakan untuk mempraktekkan sedikit pengetahuan yang aku peroleh selama ini di bangku kuliah. Aku mendapatkan 3 pekerjaan pada waktu itu yaitu: Mengajar sebagai guru IPA di SMP Islam Pule, mengajar sebagai guru Biologi di kejar PAKET C Sukokidul Pule, mengajar sekaligus sebagai Kepala PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) "PESONA" Pule. aku sangat bersyukur atas nikmat pekerjaan yang telah diberikan kepadaku pada waktu itu. Padat memang jadwal ku akan tetapi aku masih bisa membagi waktu. Masa-masa itu adalah masa-masa yang sangat menyenangkan. aku mulai belajar masuk ke dunia kerja.Terjun dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat terutama saat aku di PAUD maupun di Kejar PAKET C yang nota bene "siswa" ku adalah orang yang umurnya jauh lebih tua dariku.

Pada tahun 2008 aku mendapatkan tambahan pekerjaan lagi yaitu mengajar di SMPN 3 Pule sebagai Guru IPA. Dari ke semua pekerjaanku aku mendapatkan hikmah dan pelajaran hidup yang luar biasa. Bahwa kepuasan batin tidak melulu di hargai dengan "rupiah". Kalau di kalkulasi diary dari ke 4 pekerjaanku dalam 1 bulan uang yang aku terima tidak sampai 500rb. Hanya sekedar cukup buat beli bensin untuk transport dan beli pulsa. Yahc aku sangat bersyukur karena paling tidak bensin dan pulsa tidak lagi minta kepada orang tua.

Nah diary kembali ke PAUD. Di PAUD tersebutlah aku dan ke tiga temanku pada waktu itu; Bu ririn, Bu Sri dan Bu Yuli mulai merintis. Dari proses pembelajaran yang masih nunut di rumah warga dengan ketiadaan media permainan sampai mulai mendirikan sebuah "gubuk" di tengah perkebunan yang tanahnya merupakan tanah wakaf dari salah satu teman kerjaku tadi. Aku katakan "gubuk" karena keterbatasan dana dinding bangunan tersebut berupa anyaman bambu atau istilahnya "Gedhek" . Proses pembangunannya pun pada waktu itu adalah "gerakan" pekerjanya tidak dibayar dan hanya di kasih makan pagi, siang dan sore. Luar biasa diary jika aku ingat peristiwa itu sangatlah indah. Para pekerja yang sangat banyak...dan kami para perempuan juga berkumpul untuk "memasak" bersama-sama. Siapa punya apa ya itu disumbangkan dengan ikhlas.

Pada akhir 2008 aku mengikuti tes CPNS. dan Alkhamdulillah ternyata aku diterima. Pada bulan Juni aku menerima SK dan ditempatkan di SMKN 1 Trenggalek sebagai guru biologi sesuai dengan ijaah yang aku miliki. Dan itu berarti aku harus meninggalkan semua...pekerjaan yang aku tekuni selama ini. untuk tiga pekerjaan :SMPN 3 Pule, SMP Islam dan PAKET C aku bisa langsung pamit. Akan tetapi untuk satu pekerjaan dan jabatan di PAUD PESONA PULE aku tidak bisa melepaskannya. Bukan aku tidak mau akan tetapi semua guru, wali murid dan komite masih sangat berharap aku bisa membantu ke eksisan dari lembagap yang baru dibentuk tersebut.Tak kuasa juga rasanya aku menolaknya. Akhirnya aku mencoba untuk membagi waktu ku. Tahun pertama aku masih sedikit banyak memonitoring kegiatan dengan 1 kali dalam 1 minggu datang ke lembaga. Tahun kedua aku mulai sedikit jarang mengunjungi lembaga karena jika di tahun pertama jam mengajarku masih 24 jam maka di tahun ke dua ini jam mengajarku bertambah menjadi 40 jam tiap minggunya. Selain itu aku dipercaya untuk bersama-sama menyemarakkan ekskul seni yang ada di SMK. Hal ini sangat berimbas dengan kemampuanku utuk terjun ke lapangan secara langsung di lembaga PAUD ku. Malu rasanya bertemu dengan teman dan wali murid yang masih percaya kepadaku. Aku hanya bisa berkomunikasi lewat sms maupun telp untuk memonitoring kegiatan di PAUD atau sesekali teman guru datang kerumah untuk melengkapi beberapa berkas yang mungkin membutuhkan tanda tanganku. Terbersit rasanya untuk melepas kan jabatan dan tekad itu muncul begitu kuat dari dalam benakku karena rasa berdosa yang amat sangat menderaku. Aku sangat berharap dengan bergantinya kepemimpinan maka kemajuan lembaga akan meningkat.Karena jika ada kegiatan maupun beberapa hal bisa langsung di tangani. Aku bertekad menyampaikan pemikiranku tersebut dalam acara tadi pagi.

Setelah melewati jalanan dengan kerusakan yang sangat luar biasa aku sampai di PAUD pukul 07.45 WIB. Aku melihat gedung yang sebenarnya (dinding sudah tembok) sudah jadi 100%. Alkhamdulillah....aku bertemu dengan teman-teman untuk melepaskan kangen setelah beberapa bulan tidak say Hello. Pada saat itu ketua yayasan PKBM (yayasan yang menaungi lembaga kami) ikut hadir dan aku pun memberanikan diri untuk menyampaikan uneg-unegku. Yang mana aku merasa sangat bersalah karena aku sangat mengesampingkan tugas dan tanggung jawabku di lembaga yang membesar kanku. Bukan berarti karena aku adalah "kacang yang lupa kulitnya" akan tetapi karena keterbatasanku yang mana aku tidak mungkin terus menerus PP pule trenggalek (kurang lebih 60 km) maka aku ingin mengundurkan diri. Ternyata beliau (bapak ketua PKBM) dengan bijaksana menasehatiku. Bahwa memang kita harus memilih mana yang baik demi masa depan. beliau memberikan solusi bahwa coba diwakilkan saja untuk masalah kepemimpinan beberapa bulan ini, baru setelah semua berjalan dengan baik maka aku diperkenankan untuk melepaskan jabatanku tersebut. Dan beliau meminta hal tersebut disampaikan dihadapan wali murid agar ada pengertian dari kedua belah pihak. Aku fikir benar juga.....setelah menyampaikan uneg-uneg ku tersebut lega rasanya...

Cukup untuk sedikit melepas beban rasa bersalah karena nyaris "melupakan" lembaga yang membesarkanku....
aku bertekad dimanapun aku berada....just my mind "kepuasan batin jangan di ukur dengan rupiah" pengabdian....just it pasti semua akan serasa menyenangkan......

(kenanganku 3 tahun silam)


Jumat, 25 Maret 2011

"Surga" baruku

Met pagi diary.....
Hari ini jumat tanggal 25 Maret 2011. Aku sekarang ada di rumah baru yang masih dalam tahap penyelesaian. Rumah tersebut terletak cukup dekat dengan sekolahku. Tujuanku memiliki rumah sendiri adalah agar aku dan suami  bisa belajar untuk lebih mandiri. Tidak bergantung pada orang tua. Karena saat kita masih jadi satu dengan orang tua akan sangat sulit rasanya untuk bisa merasakan hidup mandiri.

Ide rumah sendiri itu sebenarnya tidak ada dalam planningku maupun suami. Karena memngingat kami sama-sama anak terakhir, maka kami diminta untuk tetap tinggal dengan salah satu orang tua. Pada awalnya rumah bapak ibu di Pule lah yang akan kami jadikan rumah tetap kami. Akan tetapi mengingat pekerjaan kami yang berada di t.ggalek kota, maka kami memutuskan untuk sementara ini kami tidak bisa bertempat tinggal di pule. Oleh sebab itu untuk sementara, selama 2 tahun belakangan ini aku tinggal dengan orang tua suamiku .

Selama itu aku sering juga mengamati dan mendengar betapa menariknya cerita dari teman-teman tentang mengurus rumah sendiri entah itu menyewa rumah yang diistilahkan ngontrak atau memang telah berumah sendiri. Melihat hal tersebut akhirnya aku berbicara dengan suami bagaimana jika kami memiliki rumah sendiri. Pada awalnya kami hanya ingin mengontrak 1 sampai 2 tahun...yaahc...maksudnya hanya ingin merasakan bagaimana sih hidup sendiri tersebut??? Sulit juga rasanya meyakinkan kedua belah pihak dari orang tua kami bahwa keinginan kami tersebut murni hanya sekedar ingin belajar untuk hidup mandiri.

Setelah dengan penuh perjuangan maka ijin tersebut turun dari kedua belah pihak orang tua kami. Nah kami pun berkeliling untuk mencari rumah yang dikontrakkan. Bukan hal yang mudah juga karena jujur aku cukup pemilih dalam menentukan rumah yang akan kami kontrak. Yang pertama rumah tersebut harus aman mengingat suami yang bekerja di kota yang berbeda, selain itu rumah tersebut harus bersih jauh dari lingkungan yang jorok, diusahakan dekat dengan jalan raya dan satu hal lagi harus dekat dengan sekolah (untuk menghemat bensin hehehe...) Kriteria yang aku ajukan cukup membuat aku dan suami pusing sendiri mencari kontrakan karena tidak ada yang sesuai dengan kriteria tersebut. Memang ada beberapa rumah yang sesuai dengan keinginanku cuma waw....harganya tidak tanggung-tanggung 7,5 sampai 8 juta per tahun...gilaaa.....

Akhirnya setelah 3 bulan kami dalam proses pencarian dan tidak menemukan titik terang maka orang tua kami menyarankan agar kami membeli rumah sendiri. Waw...ide yang luar bisa ajaib orang tua ku yang selama ini menentang keinginanku untuk berumah sendiri malah memberikan ide demikian.....tapi tetap ada syaratnya sih yaitu : "rumah itu tetap untuk sementara" (hehehe)  Tetapi ijin yang demikian sangat surprise diberikan oleh beliau....ya akhirnya kami lebih semangat untuk hunting informasi perumahan yang ada di Trenggalek. Setelah melalui diskusi panjang, lebar kali tinggi kami sepakat untuk membeli perumahan yang letaknya cukup strategis dekat dengan tempat aku bekerja. Alkhamdulillah puji syukur atas nikmat dan karunia dari Allah SWT.

Yang sangat luar biasa dari rumah baru ku tadi adalah pemandangannya. Meskipun terletak di kota tetapi sekeliling rumah masih berupa sawah yang cukup luas. Jika memandang lurus kedepan rumah maka yang akan ditemukan adalah hamparan sawah yang hijau....sedangkan diseberang sawah ada jalan besar yang sesekali di lalui oleh bis antar kota. Selain itu di jalan tersebut jika sore maupun pagi sering dipergunakan oleh penduduk sekitar sebagai tempat olahraga atau bersantai sekedar melepas penat, itu karena memang udaranyanya yang sangat menyenangkan.

 Jika kita memperjauh pandangan maka kita akan menemukan pegunungan yang hijau dan pegunungan itu berangkai satu dengan yang lain mengelilingi kota Trenggalek. Pemandangan itu akan bertambah indah jika saat senja menjelang. Cahaya merah langit atau jika orang jawa bilang "Candik olo" begitu cantik menghiasi kaki langit. di iringi suara alam seperti jangkrik dan katak serasa dialam bebas padahal kita tetap berada di dalam tengah kota Trenggalek.....bagi yang suka keindahan alam.....tentu tidak akan melewatkan suasana tersebut. Menikamtinya dengan secangkir kopi dan alunan gending-gending jawa...ehm......Terimkasih ya Allah atas "surga" dunia yang Engkau berikan ini.....agar sekiranya hamba tidak akan pernah melupakanMu dan saudara-saudara yang ada disekitar kami.    

(ini hanya sekedar cerita semoga bukan berarti ini dianggap menyombongkan diri...terimakasih ikut membaca ^_^)

Selasa, 15 Maret 2011

Koramil Vs Qomarul ????

Hari ini hari selasa pantesan dah gatal pingin nulis hehe....
Met siang diary...aku akan bercerita kejadian hari ini. Yahc meski dah tak tulis di status fb ku tentang kejadiannya mungkin aku akan bercerita lebih kronologis lagi.

Pagi tadi aku bangun jam 03.00 WIB alaramku berbunyi tandanya itu aku harus menunaikan ibadah sunah. Aku ambil wudhu ehm....lumayan dingin juga pagi tadi. Tidak seperti biasanya, untuk ukuran Trenggalek kota tidak ada yang namanya dingin bagiku. Beda dengan desa ku di Pule wiiih....jangankan malem saat pagi ada matahari pun aku tidak meninggalkan jaket, kaos kaki dan selimutku hehe....ya memang udaranya sangat dingin.

Nah setelah menyelesaikannya aku melihat jam masih pukul 03.30 belum adzan subuh niatku sih cuma tiduran saja di tempat tidur eh...ternyata babalas ketiduran sampai adzan subuh berkumandang. Setelah membersihkan tempat tidur aku menuju ke kamar mandi mandi n wudhu sekalian. Hari ini aku sarapan lebih awal karena aku ada tugas untuk menjadi pengawas ujian di SMK Qomarul Hidayah 1 Tugu. Jarak tempuhnya sekitar 15 menit. Karena aku belum tau lokasi maka aku pun harus berangkat lebih awal. Feeling ku agak jelek coz pengalamanku selama ini aku sering tersesat alias salah jalan kalo berangkat ke tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Sudah menjadi kebiasaanku diary aku tidak begitu bisa menghafal jalan. Dulu waktu aku masih kuliah untuk mencari kosan temen ku saja aku terpaksa harus telpon padahal hanya keliru 1 gang hehehe....dan itu pun sebelumnya aku sudah diajak kesana. Selain itu aku juga sering salah naik kendaraan. Baik angkutan maupun bis. Untungnya setiap salah angkot atau bis kondisi kendaraan masih belum berjalan jadi aku bisa langsung ganti kendaraan....hehe luar biasa...Oleh sebab itu aku sering tidak nyaman kalau bepergian sendiri. Apalagi sekarang ada suami yang mendampingi wis penyakitku tambah parah aja.....

Nah kembali ke cerita awal. Jam menunjukkan pukul 06.15. Aku meraih baju seragamku dari gantungan baju yang telah aku setrika dengan licin sekalian jilbab hitamku. Hari ini hari selasa jadi seragam yang aku kenakan adalah seragam daerah. Setelah memakai jilbab dan memastikan sapuan make up ku perfect aku raih tas dan kunci motorku. Motor telah diparkir diluar pagar oleh mertua dan aku lihat bensinnya pun dah penuh...aduh senenge rek...hihihi....setelah mengucapkan terimakasih kepada papah (mertuaku) aku mengucap salam dan berangkat. Perlu diketahui diary papah telah purna dari tugasnya. Dan di kesatuannya beliau selalu diajari disiplin apalagi kalo masalah sepatu. Sepatu bagi papah harus bersih dan mengkilat begitu pula dengan seragam harus disetrika rapi. Soal sepatu nih diary (sering malu juga) beliau dulu sering mengingatkanku supaya menyemir tiap berangkat tapi gara-gara agak bandel paling tak lap aja pakai kain dan itu pasti disambut dengan gelengan kepala sama beliau hehehe

Nah diary menurut info dari teman bahwa SMK Qomarul Hidayah ada dua lokasi. Yang satu di pondok induk (kalau itu aku tau pasti tempatnya) dan yang satu dari pasar gondang masih terus. Nah ini yang membuatku bingung karena lupa sebelah kiri jalan apa kanan jalan. Nah dalam hati oh itu mungkin ada papan tulisannya karena menurut info temanku kalau lokasi tersebut masuk gang dan di gang tersebut ada papan namanya. Seeeet.....aku berhenti tepat di bawah papan nama tersebut sambil memincingkan mata (karena tidak memakai kacamata) aku baca tulisannya "KHOMARUL" eh...tunggu dulu kok tulisannya pakai huruf K bukan Q bentar-bentar....aku perhatikan baik-baik owalah....ternyata tulisannya "KORAMIL"  Waduh...salah alamat......
Dengan sedikit malu aku stater lagi motorku dan  50 m dari koramil ada pak polisi yang sedang jaga lalulintas aku pun berhenti dan bertanya dimana letak SMK Qomarul Hidayah 1? beliau jawab kalau ada di daerah pondok induk. Trus aku bertanya lagi "Mohon maaf pak katanya ada yang di daerah sini?" beliau menjawab "Tidak ada bu".....lhah bingung lagi aku. Dan akhirnya aku putuskan untuk terus berjalan kok ga ada ya.....??? Aku dah menempuh jarak sekitar 200 m dari pasar gondang, Jarak yang tidak sesuai dengan info temanku akhirnya aku putuskan untuk berhenti dan bertanya dimana sekolah tersebut. Dari bapak pemilik fotokopi tersebut barulah aku tau ternyata aku harus kembali lagi sekitar 150 m an. Huuufhhh ya wis aku pun kembali lhaaaa sudah kembali aku kok tetap tidak melihat ada papan nama dengan tulisan Qomarul Hidayah. akhirnya aku putuskan untuk berhenti di sebuah toko dan bertanya pada ibu pemiliki toko
"Bu nyuwun pirso Qomarul hidayah 1 meniko pundi bu?"
Si ibu menjawab "Lha meniko mbak" sambil tangannya menunjukan papan nama yang tepat disamping tokonya Masya Allah tulisan segitu besarnya ga terbaca oleh ku hihihi.....(aku tertawa geli dalam hati) Setelah mengucapkan terimakasih aku pun menuju lokasi. Di lokasi teman-teman sudah berkumpul dan saat aku bercerita mereka pun tertawa.

Yahc......itulah peristiwa ku hari ini...hohoho buat pengalaman lah agar bisa lebih peka lagi terhadap petunjuk jalan. ^_^

Kamis, 03 Maret 2011

Remaja syarat dengan konflik

Met sore diaryku.....
Hari ini aku tergugah untuk sekedar corat coret numpahin segala unek-unek n keluh kesahku. Ehm...akhir-akhir ini aku sering banget mendapatkan curhat atau juga melihat secara langsung banyaknya konflik antar sesama anak didikku. Sedih sih diary masak dalam satu sekolah sampai segitunya?. Okeylah kalo beda kelas sih wajar kemungkinan persaingan kelas atau yang lain tetapi kalau dalam satu kelas terjadi yang demikian sangat disayangkan.

Jengkel juga kadang-kadang kalau pas membagi kelompok kebetulan secara tidak sengaja aku mengelompokkan anak yang berkonflik tersebut dalam satu kelompok. Tidak akan ada kerjasama sama sekali mereka ga akan peduli mendapatkan nilai minus asal mereka tidak tegur sapa ckckck.....

Kadang aku juga ikut ga peduli, anak-anak yang berkonflik sengaja aku jadikan satu kelompok dengan tujuan agar mereka bisa berdamai. Eh...yang ada malah mereka langsung protes. aku sih cuek saja (hehehe...). Ada saja konflik diantara mereka soal pacarlah, gebetan lah, soal gaya berdandanlah pokoknya khas remaja.

Yang berbeda dengan masa ku adalah remaja sekarang lebih bebas berekspresi. Mereka tidak takut berkelahi untuk mempertahankan pendapat atau yang mereka sebut "harga diri". Aku jadi curiga jangan-jangan ini karena pengaruh sinetron yang menjamur di TV saat ini. Kan banyak tuh adegan percintaannya trus adegan berebut cowok atau pertengkaran samapai jambak-jambakan segala. Pantes kalau ditiru remaja saat ini. Belum lagi kalau ada konflik dengan orang tua maka mereka akan dengan kasar membentak orang tua. Ya Allah....ga bisa ta buat film yang lebih bagus. Syarat dengan nasionalisme, kecintaan lingkungan atau pendidikan moral tinggi, sopan santun. Coba kita lihat sekarang betapa moral bangsa kita amburadul. Mencaci maki orang sesuka hatinya. Apakah puas kira-kira kalau sudah berkata demikian? Marah ya marah diary cuma ya mbok ada aturannya. Ingatlah perkataan itu kadang akan menjadi cermin pada diri kita sendiri.Orang akan menilai kita dari apa yang kita ucapkan.

Aku paham sepenuhnya diary usia remaja merupakan usia yang labil. Banyak konflik dan permasalahan hal itu dikarenakan perkembangan mereka menuju kedewasaan. Aku masih ingat saat aku berada dalam fase tersebut, aku sering curhat ke kakakku satu-satunya yang begitu care dengan semua permasalahanku (padahal kakakku cowok lho i love you brother ^_^) . Pasti kakak akan menasehatiku panjang n lebar dengan tidak menyudutkanku atau menyalahkan aku lalu bilang "Yo wis lah dilakoni ae, semakin banyak masalah itu malah akan mendewasakanmu".
Atau saat aku mengeluh tentang sikap ortu yang kadang tidak sesuai dengan keinginanku dia pasti menjawab "Mungkin nanti kalau kamu sudah dewasa kamu akan mengerti mengapa ortu kita berfikiran demikian". Dan itu memang benar diary 100% benar. Karena banyak konflik lah bisa membuat aku mengerti bagai mana cara menyelesaikannya. Saat dewasa aku pun juga memahami mengapa orang tua ku sangat kawatir jika aku ikut Persami saat pramuka, tau kawatir jika aku keluar malam sampai lewat jam 20.00 WIB. Hal itu tidak lain karena rasa sayang mereka padaku.

Yahc..remaja merupakan suatu fase yang wajib di lewati. Tanpa melalui fase remaja maka fase dewasa seseorang tidak akan tercapai dengan baik. Bener tubuh terus tumbuh layaknya orang dewasa, akan tetapi pemikiran kadang tidak akan menjadi dewasa jika mereka jarang mendapat konflik.

Hanya pesanku tolong lah kuasai emosi masa-masa remaja kalian, jejaring sosial seperti facebook bukan ajang untuk menyakiti hati orang lain, temen kamu sahabat kamu atau saudara kamu. Kurangi atau kalau bisa usahakan tidak berkata jelek atau tidak sopan dalam menulis status. Hargai dirimu sendiri dengan mampu menghargai orang lain. ^_^. Persahabat lebih indah dari pertengkaran....