My name

Selasa, 09 September 2014

ASIX (Air Susu Ibu Eksklusif) untuk Ameyza


Met pagi diary....
Sambil nunggu si Ameyza tidur, aku mo cerita nih tentang usahaku untuk memberikan ASI Ekslusif yang penuh dengan perjuangan. Mungkin bagi ibu yang bisa ful bersama buah hatinya setiap hari serta produksi ASI melimpah tentu saja pemberian ASIX bukan lah hal yang sulit dan ndak perlu heboh untuk diceritakan. Akan tetapi berbeda dengan diriku.

Seperti yang telah aku ceritakan pada posting sebelumnya bahwa kelahiran anakku secara SC dan maju sekitar 2 minggu dari perkiraan dokter. Setelah melahirkan ASI ku belum juga keluar padahal menurut teori yang aku baca jika bayi sudah dilahirkan otomatis ASI bisa keluar dengan sendirinya. Timbul pertanyaan pada diriku apa gara-gara kelahiran SC tersebut? Ditambah lagi ameyza pada saat itu harus mendapat perawatan terlebih dahulu jadi mungkin bonding aku dengannya belum kuat. Diperah kayak apapun berbagai cara tetap saja ndak keluar. Karena dari awal aku sudah bertekad colustrumku (ASI yang keluar pertama kali) harus diminum Ameyza maka aku meminta suamiku untuk beli pompa di toko peralatan bayi terdekat. Dia beli yang manual merk PIG***. Dengan sekuat apapun aku mempoma belum juga berhasil. Sebenarnya di kedua PD ku sudah sangat sakit dan keras kelihatannya juga sudah banyak ASI di dalamnya cuma belum juga bisa keluar. Dari hasil browsing katanya harus di kompres dengan air hangat, sudah aku lakukan, kemudian oleh tetanggaku saat njenguk di bawakan daun katuk satu plastik katanya suruh makan yang aku makan meski baunya sedikit aneh karena baru pertama kali aku tau dan makan daun tersebut. Alhasil belum juga ASI ku keluar banyak mungkin hanya 0,5 ml itu pun dengan susah payah aku memompanya..sakit pada PD luar biasa rasanya..sampai setiap melihat pompa aku merasa trauma. Tapi dalam hati tidak ikhlas jika Ameyza diberi susu formula. Diambang putus asa yang aku rasakan pada saat itu, perasaan campur aduk melihat pasien sebelah yang dengan lancar ASI nya keluar padahal sama-sama SC kayak aku..kemudian melihat kondisi Ameyza yang cukup memprihatinkan di ruang perawatan membuat aku tiap hari menangis...entah apa itu yang namanya baby bluse yang suka menghinggapi ibu-ibu yang baru melahirkan. Sampai pada akhirnya setelah 4 hari dirawat oleh dokter anak si Ameyza dinyatakan membaik dan boleh pulang, tak terkatakan betapa bahagianya diriku dan benar-benar sujud syukur mendengar pernyataan dokter tersebut. Mungkin rasa bahagia n senang itu berpengaruh pada produksi ASIku saat aku pompa ASI yang keluar cukup banyak kira-kira 10 ml-20 ml padahal sebelumnya tidak pernah sebanyak itu dan aku berikan ke perawat untuk di minumkan Ameyza.

Sesampainya dirumah masih saja ada cobaan dalam tekadku memberikan ASIX pada Ameyza. Saat aku menyusui Ameyza kelihatannya dia kurang puas. Sedikit sedikit terbangun dan minta minum. Beberapa tetangga yang menjenguk ada yang bilang seperti ini "Mungkin ASI nya ndak keluar jadi bayinya nangis terus, apa ndak lebih baik di beri susu formula saja?" yahc pernyataan itu sempat bikin aku down juga. Untunglah suamiku rajin browsing di internet dan membacakannya. Menurut beberapa artikel yang dibacakan suami bahwa kebutuhan susu untuk anak bayi itu di awal kelahiran memang tidak banyak, karena lambungnya masih sebesar kelereng. Trus ditambah lagi ada artikel yang menulis bahwa ASI cenderung lebih mudah diserap oleh usus daripada SUFOR sehingga frekuensi minum bayi cenderung lebih sering daripada bayi yang minum sufor. Mulailah rasa percaya diriku tumbuh kembali apalagi ibuk sama mamah mertua (mamer) mendukung 100% untuk ASIX aku pun jadi lebih tenang dan PD.

Setelah Ameyza usia hampir 1 bulan aku mulai berfikir bagaimana jika aku tinggal bekerja nantinya karena cutiku hanya 3 bulan. Oleh kakak aku di ingatkan supaya melatihnya dengan minum dibotol agar Ameyza nanti  terbiasa minum susu dibotol jika ditinggal kerja. Sebenarnya dulu waktu hamil aku bertekad tidak akan memperkenakan dot pada Ameyza pemberian ASI akan aku lakukan dengan langsung karena pada saat itu aku fikir jarak rumah dan tempat kerja hanya 3 menit. Tapi aku fikir lagi tidak mungkin aku melakukannya secara setiap 2 jam sekali Ameyza minta minum trus sekali minum tidak cukup 1 menit 2 menit kadang sampai 30-60 menit ya mnaa mungkin aku bisa menyusui langsung? masak meninggalkan tugas selama itu? Alternatif lain apakah mungkin di pakaikan sendok ya??tapi kalau memakai sendok iya kalau si embak yang momong telaten? selain itu kalau disendoki ASI banyak yang tumpah kemana-mana. Akhirnya tetap pada alternatif awal pakai DOT.

Membiasakan si Ameyza dengan dot bukanlah hal yang mudah sodara-sodara. Banyak sekali kendala. Pertama rasa traumaku melihat pompa manual membuat aku merajuk pada suami untuk dibelikan pompa yang elektrik. Harganya lumayan waw sekitar 1,7 juta jadi pikir-pikir juga mau beli..tapi Alhamdulillah teman satu kantor suami punya pompa elektrik belum dipakai (dulu dia dapat kado dan berhubung istrinya memilih memberikan sufor jadi pompa tersebut terabaikan) dipakailah oleh saya..secara barang masih baru dan tersegel dengan rapi. ini penampakan pompa tersebut
Dan benar juga memakai pompa tersebut PD tidak lagi terasa sakit rasanya seperti diminum langsung oleh Ameyza. Nah masalah pompa terselesaikan muncul kendala lagi Ameyza tidak mau minum menggunkan dot. Dilatih seperti apapun dia pasti menangis keras dan akhirnya proses pembiasaan tersebut gagal lagi. Menyusulah dia secara langsung kepada emaknya ini. Semakin mendekati hari H masuk kerja mulailah aku merasa panik. Secara Ameyza belum juga mau minum dari botol. Akhirnya setelah mendapat saran dari berbagai teman dot ameyza di ganti dari yang panjang, jadi yang pipih, karena maeyza masih juga belum mau akhirnya ganti yang rubber (lateks). Alhamdulillah si Ameyza mau minum menggunakan dot jenis ini. Itu pun dia mau minum saat hari pertama aku masuk kerja. Satu hari sebelumnya di minumkan meskipun menggunakan dot rubber belum juga mau. Dan keajaiban anak kecil mungkin,  dia tau emaknya mo cari uang lagi jadi dia tidak mau merepotkan si embak yang momong. Pinter kamu anakku...muah...muahc muaaahc...
yang ini Ameyza ngga mau

yang ini juga tidak mau

yang ini baru mau
Untuk menyeteril botol dan pompa sekali lagi dapat rejeki...teman-teman satu kantor suami memberikan kado alat steril botol. Ndak tanggung-tanggung kemarin dapat dua alat. Wih...benar-benar penghematan. Akhirnya aku pilih baby safe 8 in 1. Karena banyak banget fungsinya selain buat steril botol, bisa buat ngangetin susu, ngangetin makanan, rebus telur, bikin perasan jeruk, ada mangkok, penjepit botol sama ada timer nya juga. Kayak gini ini gambarnya
sangat bermanfaat banget untuk steril botol Ameyza

Nah permasalahan belum selesai samapai disini, masih ada permasalahan lagi yaitu jumlah ASI yang dapat aku pompa paling banyak 70 ml. Itu pun juga sudah ngoyo...iri rasanya jika melihat teman-teman yang lain cerita ASI nya bahkan sering di buang karena berlebih...sekali lagi putus asa hampir saja menghampiriku. Tanya kesana kemari katanya tidak ada produk yang bisa terbukti secara signifikan bisa benar-benar memberikan dampak jumlah ASI yang banyak semua itu tergantung pada diri sendiri, kunci utama adalah saat pompa ASI kita harus dalam kondisi senang, rileks dan tidak tertekan. Dari hasil wawancara ngobrol sana sini sama teman-teman iseng aku mencoba salah satu produk pelancar ASI yang namanya booster tea semacam jamu herbal gitu, ya meski kata teman-teman bisa saja itu sugesti tapi ndak ada salahnya nyoba. Secara harganya juga lumayan mahal 1 kaleng harganya 120rb dan 1 kaleng itu untuk 2 minggu. Selain itu agen penjual booster tea tidak ada di kotaku jadi harus dikirim plus biaya pengiriman jadi 130rb lumayan hehe...tapi asal bisa memproduksi ASI lancar semua itu ga masalah. Dan ternyata benar bukannya promosi tapi setelah konsumsi teh tersebut sekali pompa bisa 100-120ml. Alhamdulillah stok ASI iza semakin lama semakin banyak. Aku berusaha disiplin memompa ASI tiap 2 jam sekali jika tidak di minum Ameyza. Misal saat kerja aku pompa 2x. Jam kerjaku mulai jam 07.00 sampai rata-rata jam 13.30 tapi pernah juga sampai jam 15.10. Jam 10.00 saat istirahat pertama pompa kemudian jam 11.45 istirahat kedua pompa lagi. Setiap pompa biasanya 100 ml jadi 2x pompa 200 ml Alhamdulillah...selesai sudah permasalahan semoga nanti bisa eksklusif samapai 2 tahun Amin...
 
Teh booster pelancar ASI
sterilizer baby safe
stok asi ameyza ndak banyak tapi cukuplah

Pompa elektrik kesayangan selalu menemani saat bekerja


Coolerbag cantik "Milky cow" dapat dari olshop
Jadi kesimpulannya diary kalau ingin ASI eksklusif kita perlu beberapa hal yang disiapkan.
  1. Mental jangan pernah tergiur untuk memberikan sufor apapun komentar dari orang-orang disekitar kita
  2. Yakin ASI kita cukup
  3. Hindari stress
  4. Makan makanan yang bergizi terutama sayuran yang direbus seperti daun singkong, daun pepaya (pahit poll tapi demi ASI its ok, daun katuk)
  5. Menikmati hidup menjalani hobby disela-sela ngurus bayi seperti kalau aku tetap ngajar ekskul tari untuk refreshing
  6. yang paling penting adalah berdoa memohon kepada Allah agar produksi ASI selalu diberi kelancaran 
  7. terakhir minum pelancar ASI jika memang diperlukan
Adapun peralatan tempur untuk ASIX Ameyza berhubung emaknya kerja yang perlu di siapkan:
  1. pompa ASI (bagi yang ASI nya banyak ga perlu cukup pakai tangan saja)
  2. botol kaca penyimpan ASI ukuran 100 ml
  3.  Coolerbag, hal ini memudahkan menyimpan ASI setelah di pompa agar tidak bolak-balik nganter ASI kerumah ya meskipun jarak rumah dengan sekolah dekat sih..cuman kasihan orang yang saya mintai tolong ngantar kalau harus bolak balik ke rumah.Coolerbag ini dapat menyimpan dingin sampai 16 jam.
  4. Label, untuk melabeli botol susu setelah di pompa jangan lupa ditulis tanggal dan jam memompanya
  5. bolpoint untuk menulisi label
  6. Tissu mulai tissu kering sampai tissu basah untuk membersihkan ASI yang kadang tercecer
  7. Frezeer, usahakan freezer kulkas rumah kosong biar muat botol banyak
  8. botol dot 
ASI untuk Ameyza
Ameyza lagi minum ASIP
 Dah selesailah cerita kali ini...lain waktu kalau Ameyza udah MPASI aku ceritakan lagi. Terimakasih sudah membaca posting di atas...semoga menginspirasi para calon ibu atau para ibu menyusui lainnya. Bagi teman-teman yang terpaksa tidak bisa memberikan ASIX karena banyak hal tetap aku respect karena menjadi seorang ibu yang baik tidak hanya dibatasi bisa memerikan ASI secara ekslusif saja. Tapi masih banyak hal lain yang tetap bisa menjadikan seseorang menjadi ibu sejati untuk buah hatinya...

Sabtu, 30 Agustus 2014

My Little Angel "Ameyza"

Selamat pagi diary...
Lama banget ga nulis lagi dihalamanm maklum sekarang punya kesibukan baru. Alhamdulilah diary tanggal 09 Mei 2014 kemarin putri kecilku yang cantik kayak emmaknya (hehe...) lahir ke dunia dengan kondisi yang sehat, meskipun di awal kelahirannya harus perlu perawatan terlebih dahulu.

Bayiku pada saat itu lahir dengan berat badan diambang batas minimal yaitu 2,5 kg dengan usia kandungan masih 37 minggu. Yah mungkin karena emaknya udah gelisah pingin cepet ketemu bayi yang tiap saat bergerak gerak di dalam perut kali ya...coz percaya ga percaya diary sebelum si kecil lahir aku pernah bilang gini sambil belai-belai perut "Nak...mommy kengen pingin cepat ketemu..kalo kamu memang sudah kuat segera temui mommy ya nak" La..ketambahan mbah ibunya juga bilang "Nduk sampeyan wes di tunggu lo karo mbah ibu, mbah ibu parine wes panen, berase wes diselip ya wes bar diresiki" (Nduk, kamu udah di tunggu mbah ibu, padi nya udah panen, berasnya sudah di giling dan juga sudah dibersihkan). Ealah....malam jam 20.00 WIB ketubanku dan mulai merembes keluar pada saat itu aku belum menyadarinya maklum pengalaman pertama. Sampai akhirnya jam 01.00 saat aku pergi ke kamar mandi untuk ambil wudhu kok keluarnya semakin banyak dan berbeda dengan urin... ditambah aku melihat sedikit bercak darah, deg!! aku berfikir apa aku mau melahirkan ya? tapi kok ndak terasa apa-apa. Kata orang kalau mau melahirkan itu yang kerasa mules lah, punggung sakit dll la tapi ini ga terasa sama sekali. Akhirnya aku bicarakan ini dengan bapak ibuk yang siaga menemani, (saking siaganya mereka sejak aku cuti aku tidak diperbolehkan tidur sendiri jadi ya bertiga gitu deh... sedang si mas suami kerja di luar kota).

Singkat cerita aku sampai di RSIA Swasta kota sebelah yang sudah menjadi incaranku sejak dulu karena fasilitas dan pelayanannya.
Sampai disana ternyata belum terjadi pembukaan tanda kelahiran padahal air ketubanku sudah banyak keluar. Setelah di USG dan di nyatakan bahwa tidak bisa melahirkan normal ya akhirnya persiapan untuk caesar (SC). Pengalaman paling horor sebelum operasi adalah ruang operasi listriknya mati meski memakai jenset lampu bundar besar untuk tindakan ndak bisa nyala huwaaa.....dalam hati hanya bisa ber dzikir dan menyebut Asma Allah saja. Pasrah sepasrah pasrahnya pada yang Maha Kuasa. Apalagi tau pengganti lampu operasi itu semacam lampu meja belajar itu dengan watt yang agak besar ga tau berapa watt. (Ya wes lah monggo pak di pun lanjut). Ternyata operasi berjalan lancar tau-tau aku sudah diruang obsevasi dan merasakan perut bagian bawah yang sakit luar biasa karena efek anestesi nya sudah habis. Pada saat itulah mulai timbul rasa kawatir dalam diriku...gimana kondisi bayiku? sehat kah? jadi perempuan kah? dll. Saat ada mbak-mbak perawat datang aku pun bertanya
"Mbak anak saya laki-laki atau perempuan?"
Eh si mbak perawat jawab "Laki-laki buk..."
Whattt????!!! lha kok bisa fikirku masak hasil USG salah trus kadung beli segala sesuatu warna pink...sekali lagi aku pastikan
"masak mbak?? bener laki-laki?"
"eh sebentar buk..." jawabnya sambil keluar, si embaknya datang lagi sambil senyum-senyum "maaf bu perempuan ternyata, berat 2,5 kg dan tinggi 46 cm kondisi sehat"
Alhamdulillah...yah meski beratnya termasuk kecil pikirku asal sehat tidak masalah. Tambah tenang lagi setelah suamiku dari balik jendela memberikan foto anak kami yang baru lahir katanya sih sehat dan lengkap...dan dengan PD nya dia bilang kalau 100% wajah nya mirip dia iiihhh....ga percaya juga sih masak sih???tapi setelah aku amati bener juga malah cenderung mirip Uti nya (ibu mertua) hihihi....Dan sekali lagi suamiku memberikan nama yang menurutku terlalu panjang tapi di debat sama suami kalau nama itu adalah doa kalau di hilangkan salah satu artinya jadi beda. Ya sutra lah....dengan girangnya dia menuliskan nama anaknya "Cahaya Shakira Ameyza Fianita" yang artinya Cahaya syukur di bulan mei atas kelahiran anak perempuan Fian dan Nita (nama kecilku). Jadi ketawa sendiri kalau ingat posesifnya suamiku untuk full memberikan nama anaknya.
Ameyza baru lahir

Keesokan hari nya aku diperbolehkan untuk pergi keruangan dan menunggu si kecil untuk di susui..akhirnya ketemualah aku dengan si Ameyza yang telah lama aku rindukan itu. Tapi sayang sekali setelah dirawat gabung kondisi Ameyza kurang bagus dan terpaksa dia di bawa ke ruang perawatan. Pada saat itulah benar-benar di uji perasaan ku...mendengar si kecil harus di Infus dan aku belum bisa turun dari tempat tidur  membuatku benar-benar down. Keesokkan harinya aku bertekad untuk mencoba turun dari tempat tidur dan berjalan Alhamdulillah berhasil meskipun dengan susah payah,,,saat tau dari luar jendela kaca kondisi si kecil Ameyza membuatku benar-benar shock tangan kecilnya di infus...di mulutnya diberi selang dan tidur sendirian di dalam box. Hancur rasanya hatiku..air mata ini deras banget mengalir...suamiku berusaha untuk menguatkanku. Sempat aku sulit menelan makanan jika ingat kondisi si kecil..tapi akhirnya aku bertekad aku harus kuat, aku harus makan dan berusaha untuk mengeluarkan ASI yang pertama (Colustrum) untuk antibody anakku. Meski penuh perjuangan akhirnya sedikit demi sedikit ASIku keluar mungkin ga sampai 10 ml. Tiap aku pompa dan keluar sedikit demi sedikit aku berikan ke ruang perawatan untuk di berikan ke anakku. Karena jumlah ASI ku masih sangat sedikit maka Ameyza masih di sambung sufor. Setelah 2 hari di rawat perasaanku masih teruji lagi saat tau Ameyza  di cek bilirubinnya ternyata dinyatakan high bilirubin dan harus mendapatkan penyinaran selama 1x 24 jam. Ternyata melihat kondisi Ameyza aku semakin shock karena  saat penyinaran tersebut mata ameyza di tutup..dan hanya memakai diapers di sinar biru dalam box...huwaaaa emak mana yang ga nangis melihat kondisi anaknya yang demikian. Alhamdulillah setelah penyinaran 1 x 24 jam kondisi Ameyza membaik dan dinyatakan boleh pulang. Pada saat itulah rasanya bahagia yang luar biasa...bersyukur sebanyak-banyaknya pada Allah..dan terucap doa  agar Ameyza sehat selalu...aku pun berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Ameyza salah satunya kau bertekad memberikan ASI secara eksklusif.
Udah Adzan subuh diary...sampai sini dulu tulisanku...tentang perjuanganku memberikan ASI eksklusif akan aku tulis posting yang akan datang






Jumat, 02 Mei 2014

Karya seni itu tak harus dihargai dengan uang....



Met pagi diary….

Akhirnya….setelah sekian lama bisa juga posting lagi hehe….
Akhir-akhir ini memang aku sedang istirahat cuti kehamilan yang pertama. Jadi memang lagi nyantai-nyantainya bahkan dapat dikatakan ga da kerjaan sama sekali. Usia kehamilanku meginjak 9 bulan. Masa-masa penantian debay launching ke dunia. Sabar ga sabar harus nunggu sampai waktu yang tepat untuk melihat senyum pertamanya di dunia…..cantik kayak emaknya apa manis kayak bapaknya wkwkwk (narsis plus lebay dikit).

Pada posting kali ini aku mo cerita terkait beberapa kesibukanku sebelum masa cuti. Sebelum cuti kemarin aku sama team mempersiapkan pementasan seni anak-anak SMKN 1 Trenggalek. Meski dalam kondisi perut yang gedhe jalan aja udah agak kesulitan tetep deh semangat 45. Disatu sisi memang hal tersebut adalah tugas dan di sisi lain juga hobby jadi teteplah ga bisa tinggal diam. Dalam pementasan kali ini akan menampilkan sebuah sendra tari yang mengambil kisah yaitu “Minak Jinggo Mbalelo”.Bagi yang belum tahu cerita minak jinggo berikut ada kisahnya yang saya copas dari sebuah blog. Tulisannya cukup representatif daripada cerita yang ada di televisi beberapa waktu yang lalu yang mana banyak alur cerita yang melenceng dan sangat melenceng dari pakemnya. Aiiish....bener-bener tv sekarang hanya mengejar rating tanpa memperdulikan isi cerita sebenarnya. Nah berikut cerita yang benar tentang Minak jinggo tersebut:

Konon disebutkan bahwa pada masa pemerintahan Majapahit yang dipegang oleh Ratu Ayu Kencana Wungu (Suhita) terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh Minak Jinggo. Pokok persoalan pemberontakan tersebut adalah karena Minak Jinggo ingin memperistrikan Ratu Ayu Kencana Wungu tetapi ditolak karena wajah Minak Jinggo seperti raksasa. Hampir saja Minak Jinggo memperoleh kemenangan karena ia sangat sakti sebab memiliki senjata yang disebut gada wesi kuning. Akhirnya Ratu Kencana Wungu membuka sayembara barangsiapa yang dapat mengalahkan Minak Jinggo akan memperoleh hadiah yang luar biasa. Tersebutlah seorang ksatria putra seorang pendeta bernama Raden Damarwulan yang memasuki arena sayembara.

Dalam peperangan dengan Minak Jinggo hampir saja Damarwulan dapat tersingkir. Akan tetapi atas bantuan dua orang selir Minak Jinggo yang bernama Dewi Waita dan Dewi Puyengan akhirnya Minak Jinggo dapat dikalahkan. Selanjutnya Dewi Waita dan Dewi Puyengan menjadi istri Damarwulan. Sebagai imbalan atas kemenangan itu maka Damarwulan akhirnya menjadi suami Ratu Ayu Kencana Wungu dan bersama-sama memerintah di Majapahit. (sumber : http://lukmananakgrajagan.blogspot.com/p/konon-disebutkan-bahwa-pada-masa.html )

Sebenarnya sedikit pesimis juga akankah berhasil sendra tari tersebut, mengingat kondisiku yang sangat tidak mungkin memberikan contoh gerakan-gerakan tari. Akhirnya dengan dibantu oleh seorang alumni yang juga mahir di bidang tari aku mencoba untuk merangkai cerita dan mengkonsepnya dengan durasi 10 menit. Pernah suatu ketika ada beberapa gerakan yang terpaksa aku harus turun tangan untuk memperbaikinya. Aku berfikir kondisiku lumayan fit pada saat itu aku contohi saja beberapa gerakan untuk kiprahan minak jinggonya…Alhasil sampai dirumah perut kram selama 2 hari gilaaaa…..kapok-kapok dan kapok….hikz.. harus tiduran selama 2 hari mengingat usia kandungan pada saat itu masih 33 mingguan aduh masih muda banget jangan sampai deh lahir duluan kasihan si kecil. Setelah istirahat 2 hari akhirnya saat latihan berlangsung aku cuma menunggu  dan sesekali memberi saran saja terutama saat proses perang antara minak jingo dan Damar wulan. Perangan tersebut cukup sulit juga di buat koreografinya karena siswaku belum tentu memahami maksudku tanpa tau contoh gerakannya hehe…tapi Alhamdulillah ke 7 siswa yang terlibat sendra tari tersebut sudah sangat berpengalaman di bidang tari, bahkan yang memerankan Ratu Kencana Wungu pernah menjadi penari duta Trenggalek yang dikirim ke TMII di Jakarta jadi ya lumayan lah sangat membantu.

Mendekati hari H banyak sekali hal yang harus disiapkan selain melatih sendra tari aku juga berperan sebagai koordinator sie acara . Jadi harus mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan acara tersebut. Alhamdulillah selama proses dibantu dua orang partner yang sangat kompeten dibidang seni jadi aku sendiri ga harus turun tangan dalam hal seleksi band dan penyusunan acara demi acaranya. Ga bayangin deh kalau aku juga ikut me nyeleksi band seperti tahun-tahun sebelumnya bisa-bisa si debay di dalam perut ikut lonjak lonjak karena protes kebisingan hehe…

Saat hari H yahc meski ada sedikit miss dengan bagian sie dekorasi tapi pelaksanaan kegiatan pentas seni pun berjalan dengan baik. Bersyukur sekali semua teman bahkan kepala sekolah pun memberikan toleransi pada diriku ini untuk tidak terlalu wira-wiri menyiapkan acara. Akupun bisa duduk manis di samping ibu Kepala Sekolah menikmati sajian demi sajian hal yang sangat jarang sekali saya lakukan…biasanya tahun tahun sebelumnya saya harus selalu stanbay di belakang stage untuk mempersiapkan penampilan demi penampilan. Hehehehe….nikmat di saat hamil benar-benar luar biasa.

Yang sangat menarik, saat penampilan sendra tari berlangsung terlihat bapak pengawas SMK Trenggalek menikmatinya. Dan saat sendra tari tersebut berakhir tepuk tangan terdengar cukup riuh menandakan bahwa pementasan tersebut cukup sukses. Salah satu pengawas tersebut tanpa di duga mendatangiku dan memberikan ucapan selamat bahwa penyajian sendra tarinya sangat memuaskan. Hehehe…tersanjung juga mendengarnya..inilah penghargaan karya seni yang sebenarnya. Bukan dihargai dengan uang tapi sambutan tepuk tangan saat selesai penampilan, ungkapan tulus bagus tidaknya penampilan, kritik serta saran lebih berharga dan bermanfaat. Sekali lagi sebuah karya seni tercipta bukan karena mengejar target uang tapi lebih kepada kepuasan diri dalam menyajikan sebuah pertunjukan. 


Prajurit Ratu Kencana Wungu


Ratu Kencana Wungu memerintahkan Damar Wulan menumpas pemberotakan minak jinggo

Minak jingga dan ke dua selirnya Putri Wahita dan Putri Puyengan

Peperangan Damar Wulan dan Minak Jinggo

Minak Jinggo dengan Gada Wesi Kuning Ditangan mengalahkan Damar Wulan

Gada Wesi Kuning Direbut oleh Damar Wulan

Semua kru / pemain sendra tari Minak Jinggo Mbalelo
 Nah selain band dan sendra tari ada juga seni karawitan, teater dan tari Turangga Yaksa tarian khas kabupaten Trenggalek. 

foto bersama para penari
Grub karawitan smkanesa

Penari sendra tari "Minak Jinggo Mbalelo"




Penampilan teater "?"

Foto bersama para Alumni penari SMKN 1 Trenggalek


Para penari Turangga Yaksa



Penampilan PENSI SMKN 1 Trenggalek di muat dalam koran lokal


Nah diary selepas acara tersebut lega banget rasanya...paling tidak sebelum aku cuti 3 bulan aku bisa berkarya dibidang seni yang rasanya sudah mendarah daging dalam diriku. Setelah cuti nanti sebuah proyek sudah menanti lagi yaitu penampilan untuk memeriahkan HUT RI bulan Agustus. Semoga nanti hasilnya bisa lebih maksimal. 

Btw sudah dulu diary off dulu istirahat ini yang di dalam sudah protes terus diajak duduk lama-lama di depan laptop nendang-nendang terus hehehe....see u next time...



Senin, 11 November 2013

Keajaiban Terindah, my Pregnant!!!!

Met pagi diary.....

Lama banget ga posting....
Di kesempatan ini aku mau berbagi kebahagiaanku diary...
Yah setelah 5 tahun menunggu akhirnya aku mendapatkan anugerahnya...kehamilanku yang pertama. Bener-bener suatu hal yang luar biasa. Bagi teman-teman yang lain mungkin kehamilan adalah suatu hal yang biasa bagi setiap wanita. Akan tetapi menjadi sangat luar biasa bagi orang sepertiku yang telah menunggu selama 5 tahun lamanya. Okey diary inilah ceritaku hingga aku sampai mendapatkan hal terindah ini....

Dimulai dari tahun 2012 sekitar bulan Nopember tepat satu tahun yang lalu. Aku mulai gelisah dengan kondisiku yang sangat mengharapkan kehadiran buah hati yang tak kunjung datang. Akhirnya berdasarkan info dari teman orang tua supaya pergi ke alternatif untuk pijat. Pada awalnya aku menolak, karena aku kawatir kalau di pijat jangan-jangan kondisi kandunganku malah bermasalah. Akan tetapi mendengar cerita dari anak teman orangtua katanya telah berhasil maka okey lah aku nurut. Terapi pijat selama hampir 3 bulan belum ada hasilnya. Aku pun berhenti. Setelah diskusi panjang dengan suami maka kami memutuskan untuk program kehamilan di dr. SPoG di Surabaya.
Kebetulan bulan Pebruari kondisi sekolah sudah tidak sesibuk bulan-bulan sebelumnya karena kebanyakan saya mengajar kelas XII dan materi sudah selesai. Sehingga banyak jam kosong. Dengan ijin kepala sekolah akhirnya aku pun melakukan program tersebut di Surabaya.

Pertama kunjungan ke dokter tersebut saya melakukan cek HSG (Histerosalpingografi), dikenal juga dengan pemeriksaan uterosalpingografi, adalah pemeriksaan sinar X dengan memakai cairan kontras yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran telur (tuba fallopii). Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi saluran telur sekaligus apakah ada sumbatan dan letaknya pada saluran telur yang bisa menyebabkan infertilitas. Pemeriksaan HSG juga bisa mengevaluasi bentuk, ukuran dan struktur rongga rahim sehingga bisa mendeteksi beberapa kelainan seperti tumor jinak di rahim yang tumbuh ke arah rongga rahim (mioma uteri jenis submukosum), polip rahim, perlengketan (adesi) dinding rahim, atau kelainan bawaan rongga rahim seperti adanya sekat pada rahim (septum). HSG biasanya dilakukan sesudah haid tapi sebelum ovulasi, yaitu antara hari ke-9 sampai ke-14 siklus haid. Hasil dari pemeriksaan tersebut adalah bentuk rahim normal, tidak ada miom atau polip akan tetapi saluran tuba falopii ku yang sebelah kanan terumbat. Mulailah aku sedikit down. Akan tetapi dokter selalu memberikan sugesti positif bahwa meski hanya satu saluran telur tetep bisa berpeluang untuk hamil. Oh ya sedikit info bahwa sebelum HSG pasien dianjurkan makan terlebih dahulu kenapa demikian??? ternyata diary proses HSG cukup menyakitkan. Andai pasien belum makan bisa-bisa pingsan di tempat hehehe.....

Pemeriksaan kedua yaitu saat menjelang masa subur yaitu pada hari ke 11 setelah haid. Di situ saya diperiksa sel telurnya dan ukurannya hanya 1 cm, terlalu kecil dan menurut dokter sulit untuk pecah dan berovulasi. Kemudian dokter memberikan vitamin dan diminta datang saat haid pertama bulan depan. Selain itu dokter juga menyarankan untuk berhenti dari kebiasaan minum kopi yang selama ini aku lakukan seperti yang telah  aku posting sebelumnya diary bagaimana caraku untuk berhenti dari kecanduan kopi dan akhirnya berhasil.

Pemeriksaan ke 3 hari pertama haid. Pada hari tersebut aku di beri hormon untuk memperbesar sel telur dan diminta datang pada hari ke 11. Pada saat itu di periksa ukuran sel telurku menjadi 2,1 cm dan 1,7 cm. Luar biasa harapanku tinggi sekali pada saat itu dokter pun berkata bahwa peluang terjadinya fertilisasi cukup besar. akan tetapi Allah masih berkehendak lain diary...fertilisasi belum berhasil dan akhirnya haid pertama aku datang lagi ke dr tersebut. Sang dokter selalu memberikan semangat. Selain pemberian obat hormon melalui oral juga injeksi. Saat dilakukan injeksi itu sakit sekali bahkan aku hampir pingsan karena memang belum makan sebelumnya :p . Setelah beberapa bulan menjalani program tersebut dan belum juga berhasil dokter menyarankan untuk melakukan inseminasi buatan yaitu  proses bantuan reproduksi di mana sperma disuntikkan dengan kateter ke dalam vagina (intracervical insemination) atau rahim (intrauterine insemination) pada saat calon ibu mengalami ovulasi. Ketika aku tanya berapa persen kemungkinan berhasil dokter bilang 12-25%. Wih.....kecil sekali kemungkinannya. Pulang dari dokter cukup shock juga bingung apa yang harus kami lakukan. Sedikit penasaran dengan proses inseminasi aku browsing mencari info terkait proses tersebut. Cukup membuat down prosentase pasien yang gagal lebih banyak daripada pasien yang berhasil. Huhuhu....bener-bener strees saat itu.

Sampai akhirnya bulan Juli dimana bulan ramadhan datang. Pada saat itu aku dan suami memutuskan untuk konsentrasi dahulu ibadah. Karena jika aku lanjutkan program insem berarti aku harus membatalkan puasaku begitu pula dengan suami jadi program ke dokter aku hentikan untuk sementara. Akan tetapi dirumah aku melalukan pperbaikan-perbaikan diri muli dari  meningkatkan ibadah, rajin sholat sunnah, baca Al-quran dll juga menjaga pola makan dengan makanan sehat. Menghindari makanan instan dan berpengawet, memasak sendiri dengan menu yang aku intip dari mbah google dan selalu rajin minum jus wortel dan apel.

Ya memang bulan Agustus aku masih mendapatkan haid dan disaat hari raya idul fitri dimana keluarga berkumpul dan juga tamu-tamu orang tua yang datang berkunjung selalu bertanya dengan pertanyaan yang  sama "Sudah isi belum?" "Kenapa kok belum isi?" "Kok kalah dengan si A, si B dan si C yang baru nikah udah lagsung hamil sekarang anaknya sudah usia sekian bulan?" dll. Itu adalah pertanyaan yang selalu aku dengar dan harus aku jawab, berat rasanya hati ini menjawabnya karena semua itu adalah kehendak dari yang maha kuasa bukan ke inginan ku pribadi. Andai tahu apa penyebabnya dan juga bisa memilih tentu ketika selesai menikah langsung hamil dan dikarunia anak. Akan tetapi sekali lagi semua adalah kehendak yang Maha Kuasa.  Dengan tersenyum aku hanya bisa menjawab sebisaku dan meminta mereka untuk mendoakan semoga aku bisa menyusul si A, si B dan si C. Alhamdulillah suami selalu menguatkanku...sampai suatu ketika dalam diskusi aku memutuskan untuk mengikuti saran dokter yaitu melakukan Inseminasi. Suami masih memberikan pertimbangan bahwa setelah ini kegiatanku akan ful lagi karena perayaan HUT RI yang dilaksanakan bulan agustus sampai bulan september. Aku hitung-hitung masa suburku bertepatan dengan kegiatan puncak HUT aku pesimis berhasil jika melakukan inseminasi. Seperti yang aku baca setelah insem pasien harus bedrest selama minimal 3 hari. Tentu aku tidak bisa melakukannya karena aku adalah salah satu pekerja seni di sekolahku musim HUT adalah musim dimana semua jenis kreasi seni di tampilkan. Jadi kamipun sepakat untuk menundanya lagi sampai akhir bulan september. Bulan agustus sampai september aku isi dengan berbagai kegiatan mulai dari membantu pelatih teater sekolah untuk menampilkan lomba musikalisasi puisi, Alhamdulillah tidak sia-sia karena mendapatkan juara I dan III, kemudian diminta untuk ikut acara gerak jalan 8 km. Selesai itu tiap sore aku melatih siswa-siswa ku untuk persiapan menari di karnaval dan juga bersama tim yang lain membuat dua buah sendra tari yang berjudul "Roro jongrang" dan "Calon Arang". Dalam sendra tari "Calon Arang" akupun ikut berpartisipasi untuk menari mulai dari Start Karnaval sampai Finish. Alhamdulillah sekolah kami mendapat juara harapan I. Itu suatu prestasi juga karena selama ini sekolah kami belum mendaptkan kesempatan mendapatkan juara dalam kegiatan karnaval.

Nah ini adalah team dari sendra tari Calon Arang SMKN 1 Trenggalek
Pose tari Bali

Okey kita lanjutkan...selain kegiatan tersebut aku juga harus mempersiapkan sebuah tarian yang akan ditampilkan di alun-alun kota Trenggalek. Aku mengambil sebuah tarian dari daerah banyuwangi yaitu tari "Cunduk Menur". Siswa hanya saya latih 4 hari. Karena memang pemberitahuannya mendadak nah otomatis aku harus mengerahkan seluruh tenaga ku untuk melatih mereka. Pagi ful ngajar siang sampai sore melatih tari. Tiap hari aku pulang menjelang magrib, sampai dirumah tepar tidak bisa melakukan kegiatan apapun.
Tari Cunduk Menur by SMKN 1 Trenggalek
Nah diary kita kembali ke program kehamilanku, Hari itu kamis tanggal 19 September 2013 hari dimana seharusnya aku mendapatkan Haidku. Karena selama ini siklus haidku tidk pernah mundur selalu tepat 28-30 hari. Tanggal tersebut sudah mencapai hari ke 30. Aku cukup gelisah karena hari kamis aku tidak kunjung haid, aku kawatir  jika Haidku datang hari jumat malam itu berarti bisanya priksa dokter hari senin, nah hari senin itu sudah hari ke 4 tentu tidak diberbolehkan karena ketentuan harus ke dokter saat haid hari pertama sama ke tiga. Akhirnya hari jumat walaupun aku belum haid aku beranikan diri untuk pergi ke Surabaya suami dibela belain sampai cuti untuk njemput aku ke Trenggalek. Karena aku yakin 100% bahwa hari itu aku akan mendapatkan haid. Kami bertekad akan melakukan inseminasi bulan itu segala mental dan juga biaya sudah kami siapkan. Dan sampai di Surabaya ternyata aku belum juga Haid. Panik itu yang ada dalam fikiranku, dan oleh suster pun di tolak suruh kembali saat Haid karena pemeriksaan sebelum Haid itu percuma katanya. Yahc....akhirnya dengan gontai aku kembali ke mobil. Bayangkan dari Trenggalek baru saja sampai Surabaya 5 jam perjalanan langsung pulang...ya memang harus pulang karena besuk saya ful ngajar. Tapi kesana tiada hasil itulah yang membuatku leemas....saat telpp mertua dengan sedikit bercanda mertuaku bilang "Ah...mungkin memang tidak akan haid...kamu mungkin hamil". Kami pun menanggapi dengan tawa antara lucu dan tidak habis fikir dengan perjalanan yang kami lakukan.

Masih berharap-harap cemas sampai hari minggu aku tunggu yang namanya haid, apalagi saat itu aku merasakan kram di perut ya seperti gejala akan haid. Hari minggu itu cukup sibuk juga aku karena ada lomba kreasi hijab yang sekaligus ada fasion show nya. Saat itu aku jadi model temanku..namanya model ya terpaksa pakai heels dengan tinggi 10 cm. Jalan kesana kemari dengan heels tersebut. Di satu sisi aku cukup cemas antara mau haid ataukah memang benar-benar aku hamil. Klo hamil ku cukup merasa bersalah juga pakai heels. Campur aduklah perasaanku saat itu.

Foto saat jalan-jalan dengan heels tinggi ^_^

Hari minggu sore bolak balik ke kamar mandi ngecek apa si H datang apa engga...eh belum datang juga. Suami menanggapi dengan santai "Sudahlah paling kamu hamil." yah....memang ittu harapanku lha tapi kalau tidak apakah tidak hancur perasaanku. Suami menganjurkan untuk beli tespack aku yang tidak mau karen pengalaman berkali-kali melihat hasil yang menunjukkan 1 garis membuatku cukup trauma. Aku bilang ke Suami akan melakukan tes kalau sudah terambat 1 minggu. Minggu malam suami berangkat ke Surabaya untuk bekerja seperti biasa. Setelah di tinggal suami berangkat malam itu aku sangat gelisah...antara mau tes atau tidak. Aku intip di laciku masih ada satu test pack yang masih belum terpakai. Sambil berusaha memejamkan mata aku menunggu esok hari. Setelah sholat tahajud rasa gelisah benar-bener melandaku. Akhirnya aku beranikan diri untuk mengambil sisa test pack yang aku beli beberapa bulan yang lalu. Dengan menguatkan mental aku lakukan tes dan jreng.....jreng....jreng.....lambat laun aku melihat adanya dua garis merah...aku pakai kacamatku jangan-jangan salah dan benar sekali 2 garis.


Berkali-kali tes hasilnya tetep 2 garis......waw senang nyaaaaaaa.... ^_^

Perasaan haru bahagia jadi satu. Disaat aku dan suami sudah mempersiapkan diri untuk melakukan inseminasi buatan ternyata Allah berkehendak lain. Anugerah terindah itu datang di saat kondisi yang tidak terduga. Tidak ada yang bisa menduga atau bahkan menghalangi jika Allah berkehendak.
Intinya adalah ke pasrahan, doa dan ke ikhlasan adalah kunci dari semuanya disamping juga usaha-usaha yang harus dilakukan. Alhamduliah...Alhamdulillah....Alhamdulillah.....

Saat periksa dokter tanggal 28 Oktober 2013 kemarin usia kandunganku berusia 9 minggu 4 hari. Pada saat itu si janin sudah bergerak aktif dan jetak jantungnya sudah terdengar. Benar-benar luar biasa akhirnya aku pun mengalami masa-masa indah tersebut.
Ini hasil usg calon baby usia kandungan 9 minggu 4 hari panjang janin 2,75 cm

Mohon doa dari semua yang meluangkan waktu membaca coretan ku ini agar saya dan calon bayi diberikan kesehatan dan kelancaran sampai proses kelahiran nanti...Amin....

Oh ya bagi calon ibu yang ingin tau gejala kehamilan untuk yang saya rasakan hanya rasa capek yang luar biasa...dan gejala lain sama seperti ketika si H akan datang. Jadi ngga nyangka klo memang mau hamil. Aku menuliskan uraian di atas adalah untuk memotivasi bagi teman-teman yang di luar sana yang memiliki kasus sepertiku untuk tidak berputus asa. Allah pasti akan memberikan disaat yang tepat dan di waktu yang terindah...Insya Allah.

Okey diary aku tak istirahat dulu....karena masa-masa usia kandungan seperti ini harus banyak istirahat...nyambung lagi di lain topik n kesempatan see you...



Selasa, 09 Juli 2013

Bedah Novel Aurora di Langit Alengka

Met sore diary....

Akhirnya selesai juga aku membaca novel setebal 606 halaman. Sebuah novel yang aku temukan dengan tidak sengaja di salah satu toko buku terkenal di Surbaya. Saat itu sebenarnya aku iseng saja jalan jalan ke toko buku karena bosan di tempat kos sendiri sedang suami kerja. Awalnya aku ingin mencari buku tentang "Taksonomi Tumbuhan" tetapi setelah muter ternyata aku tidak menemukannya. Cukup kecewa juga toko sebesar itu koleksi buku untuk MIPA tingkat lanjut sangat kurang. Untuk mengobati rasa kecewaku aku langkahkan kaki ke bagian novel, dan tertumbuklah mataku pada sebuah novel dengan judul "Aurora di Langit Alengka". Sekilas dari sinopsis tidak cukup membantuku mengetahui isi ceritanya karena sinopsisnya hanya ada dua kalimat saja. Mungkin memang sengaja untuk memancing rasa penasaran bagi calon pembacanya. Yang membuat aku tertarik adalah testimoni dari ke H. Manteb Soedharsono yang menyatakan "Saya dukung Penulisan novel ini. Ditunggu cerita berikutnya pada zaman Mahabaratha". Mulai dehc saya bolak balik buku tersebut dan memantapkan hati untuk membelinya. Yahc akhirnya aku mengantongi novel tersebut saat pulang dan ketika di tanya suami sambil meringis aku bilang ga jadi beli buku taksonomi tumbuhan dan jadinya beli novel. Suamiku cuma tertawa sambil mengacak rambutku dia berjanji mengantar ke toko buku lain yang lebih lengkap.

Okey sekarang kita masuk ke area novel. Berdasarkan cover aku sudah menebak bahwa ceritanya adalah tentang 4 orang anak dari abad modern yang masuk ke dunia pewayangan. Akan tetapi ada yang janggal pada cover tersebut bahwa gambar Rama dan Sintha di pojok kanan menggunakan gambar tokoh dari India. Padahal setelah meilihat ilustrasi gambar dan juga membaca novel tersebut ternyata alur ceritanya mengambil pewayangan jawa. Berarti tidak singkron isi dengan covernya.
Coba perhatikan cover buku ini
mengapa tidak seperti ini?
Atau seperti in?

Atau seperti ini????? wkwkwk kalo yang ini jangan dihiraukan ga penting banget
Ah...whatever lah ya meski bagi ku cukup mengganggu yang penting kan isinya. Saat saya membaca halaman-halaman awal buku ini terbersit sedikit rasa kecewa. Alurnya terlalu remaja tidak sesuai dengan umurku ^_^ begitu juga pemilihan kata-katanya. Yahc mungkin novel itu di tujukan pada kaum remaja. Akan tetapi semakin masuk kedalam ceritanya semakin menarik kata kata yang dipergunakan lebih tertata dan indah seperti kata-kata dalam pewayangan pada umumnya and finally aku pun mulai menikmati membaca novel tersebut sampai akhir cerita.

Seperti yang telah singgung diatas bahwa novel ini menceritakan tentang 4 anak dari Jakarta penggemar wayang yang memiliki suatu geng yang bernama Sarotama. Nama Sarotama diambil dari nama salah satu senjata milik Arjuna. Ke empat anak tersebut bernama Putriaji Dyah Kusumayu Larasati (Laras) kelas 3 SMP, Maskumambang Setiaji Priyambodo (Mambang) kelas 2 SMP yang juga merupakan adik kandung Laras. Anggota ke tiga adalah Raditya Putra Aninditya (Radit) Kelas 3 SMP dan yang terakhir Sembara Kelana Mahardika(Bara) kelas 2 SMU yang merupakan ketua geng Sarotama tersebut. Kisah ini berawal saat terdengar desas desus yang mengatakan bahwa dunia wayang itu sebenarnya ada, bukan sekedar imajinasi dari para pujangga di jaman dahulu. Hal tersebut memacu semangat anggota geng terutama Laras yang sangat mengidolakan Sintha dalam cerita Ramayana untuk mencari lorong waktu yang dapat membawanya ke dunia Wayang tersebut dengan misi utama adalah merubah alur cerita dengan menyelamatkan Sintha dari penculikan Rahwana.

Berdasarkan hasil penelusuran di dunia maya akhirnya diketahuilah bahwa sumber desas desus tersebut berasal dari desa Klaten tempat tinggal seorang dalang sepuh yang bernama Ki Gondobayu. Singkat cerita mereka berempat menemukan kotak wayang tua di sebuah gandri yaitu ruang penyimpanan harta benda pemilik rumah. Saat mereka terpesona dengan wayang-wayang yang mereka ambil Bara tanpa sengaja memainkan sebuah cempurit yang biasanya dipergunakan dalang untuk membuat irama memulai lakon dan sebagai acuan bagi musik pengiring. Saat cempurit dimainkan Bara, keajaiban terjadi kotak wayang yang semula berisi tumpukan wayang tiba-tiba berubah menjadi sebuah lubang yang dalam dan memiliki lorong gelap yang menghubungkan dengan dunia wayang. Dimulailah petualangan ke empat anak tersebut dari berbaur dengan masyarakat sekitar, menuju Ayodya untuk melihat secara langsung pesta pernikahan Rama dan Sintha, melihat berbagai dewa dan dewi yang beterbangan dari kayangan untuk menghadiri pesta pernikahan Rama dan Sintha, pergi ke hutan Dandaka demi memberi peringatan Sintha untuk tidak tertarik dengan kamuflase kijang emas yang merupakan jelmaan Kala Maricha yang merupkan patih kerjaan Alengka suruhann Raja Rahwana. Memang usaha mereka berhasil Sintha tidak berhasil di culik oleh Rahwana akan tetapi sebagai gantinya adalah Laras yang menjadi korban penculikan. Ternyata Rahwana salah culik dalam hal ini. Mulai dari sini lah cerita menjadi semakin menarik. Yang membuat aku senang lagi Burung Jatayu Raja segala burung yang pada cerita aslinya mati karena menolong Sintha saat penculikan dalam cerita ini tidak mati karena memang tidak ada penculikan Sinta. Cerita saat adegan matinya burung Jatayu selalu membuat hatiku teriris-iris. Ga tega saja lihat manusia or Raksasa dalam cerita ini membunuh hewan dengan mematahkan sayapnya issshhhh.
patung burung jatayu


Selain itu cerita Hanoman obong pun juga tidak ada, yang menjadi duta rama untuk perdamaian adalah Anggada, anak dari Resi Subali. Untuk cerita lain-lainnya hampir sama dengan cerita saat penculikan Sintha pada umumnya. Sedikit kecewa juga ke heroikan Hanoman tidak terlalu dimunculkan dalam cerita ini. Padahal saya sangat mengidolakan tokoh kera putih ini
Foto Hanoman obong 1

Foto hanoman obong 2
Sampai diakhir cerita Laras dapat di bebaskan oleh pasukan Rama yang berasal dari Gua Kiskenda yang terdiri dari ribuan kera dan berbagai binatang buas yang di pimpin oleh Resi Subali Kalau cerita aslinya kalau ga salah resi Subali di bunuh oleh Rama karena sifat angkara murkanya. Dalam cerita ini Subali mati di tangan Rahwana mengorbankan diri agar ajian Pancasona Rahwana tidak bisa diigunakan karena menurut Subli sang guru Rahwana, ajiian itu tidak akan berfungsi jika sang pemilik mati. Setelah gugurnya resi Subali Rahwana tidak bisa menyatukan bagian tubuhnya kembali saat dipanah oleh Rama dan akhirnya mati. Selain pasukan dari Gua Kiskenda ada juga pasukan burung anak buah dari Jatayu.

Secara keseluruhan cerita ini cukup menarik dan tidak rugi membacanya. Aku membayangkan alangkah kerennya jika cerita ini di angkat menjadi cerita layar lebar dengan bantuan efek dan animasi setara film film Hollywood tentu akan bisa bersaing dengan Iron man III misal, Spiderman or Superman. Sayangnya negara kita belum mampu, saya tidak bilang bangsa Indonesia karena seperti yang diketahui banyak sekali animator asal Indonesia yang sukses di film-film Hollywood. Semoga saja kedepannya dunia per film an lebih diramaikan dengan kreatifitas anak bangsa yang menjunjung budaya dan norma-norma bangsa Indonesia. Bukan mengadopsi budaya bangsa lain yang sangat tidak tepat di pertontonkan untuk generasi muda saat ini.

Ehm udah sore diary...time to take a bath....see you next story....

Judul : Aurora di Langit Alengka (novel)
Pengarang : Agus Andoko
Penerbit : Diva Press
Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun terbit : 2013 cetakan pertama Maret 2013
Jumlah halaman : 606 , Ilustrasi 27 halaman