My name

Senin, 22 Oktober 2012

The Challenge for Teachers in Technology Era



Met malam diary...
Seperti biasa posting kali ni masih berhubungan dengan beberapa pemikiran yang cukup mengganggu hari hariku. Tidak jauh- jauh dari pekerjaan, ini terkait dengan tantangan guru di era teknologi.

Kecanggihan teknologi sekarang ini benar-benar sangat signifikan pengaruhnya terhadap cara belajar siswa. Ada yang menggunakan untuk hal-hal positif, akan tetapi banyak juga yang menggunakan untuk hal-hal yang negatif. Guncangan teknologi yang begitu dasyat dan tidak diiringi dengan pengendalian diri yang cukup bisa membuat seseorang kian terperosok.

Seperti halnya penggunaan telephon genggam (Hp). Harga Hp yang murah membuat semua kalangan memilikinya. Untuk orang yang telah memiliki pekerjaan mungkin Hp adalah sarana yang sangat penting dalam hal berkomunikasi dengn relasi-relasinya terkait dengan pekerjaan. Akan tetapi saat hp itu di miliki anak usia sekolah, Hp akan berubah fungsi menjadi berbagai sarana. Apalagi ditunjang dengan berbagai fitur yang mempermudah segala hal. Contoh fitur kakulator, dengan kakulator dalam hp membuat siswa jadi malas untuk berhitung. Dulu siswa hafal dengan perklian mulai perkalian 1 sampai perkalian 10. Sekarang jika ditanya perkalian yang sederhana saja kebanyakan membka Hp dulu untuk menghitung. Masalahnya adalah saat guru memberi ijin siswa mengoperasikan Hp saat pembelaajaran (dengan alasan berhitung) maka ada beberapa siswa yang memanfaatkan untuk chating, smsan bahkan membuka akun jejaring sosial. Andai mereka melakukan sesekali tidak masalah, akan tetapi realita yang ada adalah saat chating berlanjut maka yang siswa tersebut sulit berhenti dan tidak fokus terhadap pelajaran. Setelah dibuka ternyata isi sms adalah hal yang sangat tidak terkait dengan proses pembelajaran bahkan terkesan mengganggu.

Penggunaan Hp yang berlebihan membuat seseorang malas untuk belajar. Dari beberapa poling pendapat siswa saat ditanya mengapa hasil ujian/tes mereka rendah? maka jawaban terbanyak adalah terganggu dengan hp mereka sendiri-sendiri. Mereka menjadi tidak fokus dalam belajar, bahkan saat ditanya berapa jam mereka belajar sebelum ujian/tes jawaban cukup menakjubkan adalah sebelum masuk keruang ujian. So......jika hanya belajar 5 menit dengan materi sekian banyak sedang saat pembelajaran tidak fokus apa yang bisa diharapkan?





Minat membaca yang turun, usaha untuk memahami suatu materi kurang, mudah putus asa terhadap sebuah soal itu merupakan penyakit yang wajib diberantas.
Tantangan guru di era teknologi ini bagaimana cara membuat siswa suka membaca materi, mudah memahami dan memotivasi untuk tidak mudah putus asa disela sela gempuran teknologi yang kian dasyat. Bagaimana mengubah kegemaran siswa sms hal-hal tidak penting (omong kosong) dengan sms diskusi terhadap suatu materi. Bagaimana mengubah kegemaran siswa melanglangbuana di dunia maya untuk browsing dan membaca berbagai materi yang menunjang pengetahuan yang berguna.

Guru harus memiliki formula baru untuk mengatasi segala permasalahan tersebut. Perlu ditekankan adalah setiap siswa memiliki karakter yang berbeda. Jadi sebagai seorang guru sudah selayaknya dan sepantasnya untuk memahami karakter tiap anak didiknya.

Berat memang diary mengingat tugas yang diemban guru sangat besar. Harus bisa bersabar menghadapi segala sikap dan perilaku anak didiknya dan menghantarkan mereka menuju cita-cita yang mereka ingin capai. "Surga" seorang guru adalah saat meliht anak didiknya sukses dan mau sekedar menyapa saat bertemu. "Neraka" seorang guru adalah saat anak didiknya berperilaku kurang pantas dan merugikan orang lain.

Yahc...terus berusaha saja diary,,,,,lebih sabar,,,,,,dan terus berinovasi mengajak siswa baik secara sadar maupun tidak untuk gemar membaca. tetap semangat.....taklukkan this Challenge

0 komentar: