My name

Jumat, 29 Oktober 2010

Pagiku yang kurang beruntung

Ehm pagi ini aku kurang beruntung diary….
Bangun terlambat  dan bener-bener terlambat. Saat ku buka mataku ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul 05.30 WIB. Gila ga pernah aku tidak pernah sekalipun bangun sedemikian terlambatnya kecuali saat  liburan dan tidak menunaikan sholat. Secepat kilat aku bangun dan berlari ke kamar mandi di iringi tatapan heran dari orantuaku. Setelah aku tunaikan sholat subuh yang yahc semoga saja di terima karena aku lihat langit sudah demikian terang aku mandi dengan itungan detik. Dan melakukan persiapan lain dengan tergesa-gesa pula bahkan untuk mencari peniti jilbab pun sampai menumpahkan seluruh isi kotak asesorisku.
Fikiranku melayang mengingat-ingat apa penyebab keterlambatanku adan aku ingat bahwa keterlambatanku ini disebabkan karena banyaknya pemikiran yang muncul mengganggu tidurku. Semakin dewasa seseorang semakin banyak permasalahan yang ada dan sangat aku sadari itu. Entah tentang karir dan pekerjaan, atau permasalahan yang lain. Kebiasaan ku diary saat aku akan tidur aku selalu berfikir apa yang bisa aku lakukan esok hari? Bisakah aku memebrikan sesuatu yang berguna untuk anak didikku? Sudahkah aku bisa memberikan itu? Diterimakah aku sebagai fasilitator mereka dalam mendapatkan ilmu? Mengapa banyak siswa yang tidak memperdulikan nasibnya dengan membiarkan mereka terperangkap dalam kemalasan untuk belajar kurang kah aku dalam memberikan motivasi dll. Pemikiran itu selalu muncul dan menghantarkan aku dalam mimpiku. Sayang tadi malam aku terlalu keras berfikir juga karena kebimbangan akan masa depanku akankah aku tetap mengajar di kota yang semakin hari semakin aku nikmati atau aku kembali ke desa dan mulai membangun lagi dari 0?. Seperti yang telah aku posting kemarin bahwa kedua orang tuaku menginginkan agar aku bisa kembali kedesa. Dan itu adalah rencana awalku untuk kembali ke desa. Tetapi saat aku telah menikmati semua enjoy karena aku telah berada di antara anak-anakku aku merasa sangat berat meninggalkan apa yang aku rintis dan aku mulai. Kebimbangan yang sangat mengganggu tiap malam-malamku.
Setelah aku rasa persiapan perlengkapan untuk mengajarku selesai   kesialan ku belum berakhir aku ingat hari ini aku akan mengajar ekskul tari. Ekskul ini sudah di mulai sejak 1 bulan lalu. Alkahmdulillah peminatnya cukup banyak sekitar 34 siswa perempuan semua. Untuk mengefisienkan waktu aku bagi menjadi 2 gelombang yaitu pukul 11.30 – 12.45 WIB untuk siswa kelas XI dan kelas XII sedang kelas X karena jumlahnya paling banyak aku jadwalkan pukul 14.00 – 015.30 WIB. Aku cukup senang dengan antusiasme mereka aku amati semoga akan terus berlanjut meski sebenarnya aku ingin mengajari mereka satu persatu akan tetapi tidak mungkin aku lakukan karena jumlah mereka yang banyak. Tapi aku tidak mau mereka patah arang aku selalu berusaha memotifasi akan semangat mereka tetap tumbuh.
Aku melihat ke almariku….Oh god aku belum persiapkan baju gantiku….dan semua kusut…..ah dengan berlari aku menapaki tangga dan mensetrika bajuku. Jam menunjukkan pukul 06.55 WIB. Sudah pasti aku terlambat. Alkhamdulillah disela-sela ketidak beruntunganku itu Allah masih membantu dengan memberikan lampu hijau disetiap perempatan yang aku lewati sehingga memperlancar jalanku ke sekolah. Sesampainya ditempat parkir aku langsung berjalan dengan tergesa-gesa ke kantor untuk tanda tangan aku lirik jam menunjukkan pukul 07.05 WIB aaaahhhhgggg……….itu membuatku semakin frustasi….dan saat aku memasuki ruang kantor ternyata my big bos menunggu disana meski dengan senyum ramah tetap tidak mengobati rasa frustasiku. Selama ini aku tidak pernah terlambat catat itu dan saat aku terlambat ada head master yang memergokiku meski Cuma 5 menit membuatku menyesali mengapa aku terlambat? Penyesalan yang mendalam bukan karena ada beliau tapi karena aku tidak bisa mempersiapkan diriku dengan baik. Sampai di kelas absensi ketinggalan. Lengkap sudah penderitaanku hari ini.
Yahc semoga saja ketidak beruntunganku tidak berlanjut sampai siang cukup hanya dipagi hari ini saja. Kesemuanya aku tau karena ke tidak siapanku dalam mempersiapkan segalanya. Dan itu menjadikan refleksiku kedepannya agar bisa lebih baik. Terlambat berarti sama dengan telah korupsi. Karena aku di percaya oleh pemerintah untuk bekerja tepat waktu. Ehm….aku harus bisa memanagenen waktu agar kejadian hari ini tidak terulang.

Selasa, 12 Oktober 2010

"Caping Gunung"

Dear diary.....
Saat aku mendengarkan lagu caping gunung karya Alm. Gesang aku merasakan sesak dalam dadaku. Seperti ini liriknya:
Dhek jaman berjuang
njur kelingan anak lanang
mbiyen tak openi
ning saiki ono ngendi
Jarene wis menang
keturutan sing digadhang
mbiyen ninggal janji
ning saiki opo lali
  • Reff:
Ning gunung tak cadhongi sega jagung
yen mendhung tak silihi caping gunung
sokur bisa nyawang
gunung ndeso dadi reja
dene ora ilangnggone
padha loro lopo
Aku teringat orang tuaku perjuangannya membesarkan ku, menuruti semua ke inginanku, memanjakan dan membanggakanku. Untuk bisa menjadikan aku seperti ini mereka rela hanya makan makanan sederhana....karena aku tau prinsip orang jawa yang selalu di pegang orang tuaku "Urip prihatin bisa ndadekake urip mulyo" yang artinya hidup sederhana bisa menjadikan seseorang berhasil kelak. Dan kurang lebih ceritaku hampir sama dengan lirik lagu itu:

Aku dulu pernah berjanji untuk kembali ke desa untuk membangun desa dengan ilmu yang aku miliki.....dan berkumpul dengan orang tuaku untuk menemaninya. Tetapi setelah semua ada dalam genggamanku....aku dihadapkan dengan karir yang aku rasa kalo aku tetap bertahan disini akan bisa terus meningkat. Bisa dilihat dari jam mengajarku sudah memenuhi tidak harus mencari tambahan seperti temen-temen yang mengajar di desa.aku pun sudah menemukan "iramaku" di skul ku ini....aku sudah bisa beradaptasi dengan segala "kondisi" yang mengejutkankan saat di awal aku bekerja. Aku sudah merasa ada di tengah para siswaku....dengan kata lain i'm enjoy it.

Tapi diary.....aku tau meski ortuku tau aku bahagia jika terus dikota....tapi di dalam hati mereka pasti mengharapkan aku kembali disisi mereka. Bersama membangun desa...dan diary itu tujuan awalku....kemana perginya cita-citaku itu? mengapa aku menjadi sosok yang egois saat dihadapkan pada kenikmatan dan masa depan yang menjanjikan? lupa kah aku dimana aku dilahirkan?bagaimana kondisi pendidikan disana? bagaimana kondisinya yang sekarang hancur karena perkembangan teknologi yang tidak diiringi dengan penerapan yang tepat. Aku tidak berkata : i'm this guy atau akulah orangnya yang bisa memperbaikinya. Tapi andai ada putra daerah yang ikut berperan pasti semua akan lebih baik. Kecenderungan orang jika bekerja di daerah orang lain banyak yang bekerja asal-asalan. asal dapat gaji, asal dapat ceperan. Tanpa memperhatikan kualitas. Meski tentu saja itu ga semua......(maaf kalau menyinggung).

Aku tersadar dengan lagu itu diary.....sungguh kasih sayang orang tua itu begitu besar diary....aku ga bisa mengungkapkannya. Mungkin aku dulu masih terlalu hijau untuk tau.....uang yang aku pergunakan ke klinik kecantikan, ke mall dan ke foodcourt adalah uang dari beliau makan nasi sayur tahu dan tempe setiap hari.....ya Allah....ampuni hamba....meski beliau tau kegiatanku itu semua (karena aku tidak pernah berbohong soal uang aku jujur uang itu di pakai untuk apa itu prinsipku) tentu mereka tidak akan tega melarangnya. Mereka akan tersenyum asal putra kesayangannya tersenyum meski mereka berdiri diatas duri pun. Astaqfirullah....... :'(

Aku terlalu egois....aku terlalu manja....apa yang harus aku lakukan untuk memperbaikinya....meski sekarang mereka sudah bisa bernafas lega karena aku sudah seperti sekarang ini aku tau satu keinginan terbesar mereka agar aku bisa kembali ke desa......menjadi penggerak desa untuk bisa lebih baik dari sekarang...itu keinginan mereka yang tidak terucap lewat kata-kata tetapi terucap lewat mereka memandangku....mengelus rambutku dan menciumku....saat aku pamit di minggu sore untuk kembali ke dalam aktivitasku dikota.
Dari tatapannya aku tau mereka sangat kesepian.....berat melepas kan pelukkannya....berat untuk berkata "Ati-ati yo nduk, kapan sampeyan bali?". Kata-kata yang selalu menyiratkan kerinduan terdalam...dan aku hanya bisa mencium tangan beliau sambil berkata "Nggih buk, pak sabtu sonten kulo wangsul maleh...." Sabtu sore jam 18.00 wib aku selalu baru datang, jam 20.00 wib aku pasti sudah tidak bisa menahan kantukku karena padatnya jam ku di sabtu siang dan minggu jam 17.00 wib aku selalu pamitan lagi....berapa jam aku bisa bersama beliau????

Mungkin hari ini aku lagi sensitif diary....tapi lagu itu benar-benar indah....semoga aku bisa membahagiakan ortu ku suatu saat nanti....memenuhi apa yang beliau harapkan dariku.....

"I love you.....mom...dad...." :-)

Jumat, 08 Oktober 2010

Ternyata Indonesiaku sangat "Kaya"

Dear diary.....
Malam nie aku ingin curhat tentang budaya Indonesia tercinta...Seperti kita tau diary Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat mengagumkan....coba kita chek satu persatu :
1. Seni tarinya
2. Lagu-lagu daerahnya
3. Baju Daerah
4. Adat istiadat
5. Sejarah /dongeng/Asal usul suatu daerah
6. dll
Iseng aja aku pingin menyampaikan unek-unekku meski aku bukan guru seni, bukan seniman sejati melainkan aku hanya penikmat seni yang sangat tertarik terhadap hal-hal yang aku sebutkan di atas. Okey kita kupas mulai dari seni tari
Masalah ini sebenarnya sudah sering aku bahas cuma ni bahasannya beda (kayaknya se...hehe) Seni tari mulai dari ujung Barat hingga ke Timur mulai:

1. Tari Saman tarian yang berasal dari Aceh yang diriringi dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama ajaran agama Islam. Biasanya tarian ini di tarikan dengan duduk oleh sekelompok penari yang jelas harus lebih dari 3 penari dan sangat mengutamakan kekompakan. Salah gerakan wis buyar hahaha....aku lum pernah mencobanya diary mungkin kalo di buat acara keislaman kayak halal bihalal kemarin bagus tuh...kapan-kapan tak cobanya pasti bisa....

2. Tari Serampang 12 tari ini berasal dari melayu menceritakan tentang tentang cinta suci dua anak manusia yang muncul sejak pandangan pertama dan diakhiri dengan pernikahan yang direstui oleh kedua orang tua. Tari ini di bawakan oleh sepasang muda mudi. Menurutku tari ini juga cukup sulit biasa belum mencoba, hehe..... melihat aja tekniknya ehmmmm.......coba ah...nanti download dan di pelajari...

3. Tari Jaipong tari ini berasal dari jawa barat dan ini lebih ke jenis tari pergaulan. Penarinya di sebut Ronggeng. Wih aku paling suka tari ini meski lum mahir (malu lum siap jika di tunjukan ke anak-anak) Tari ini da gerakan silatnya keren baget aku kadang sampe heran penarinya bisa selues itu..."Ndegek, Mendak dan Lincah" itu yang menjadi ciri khas tarian itu. Kadang aku sedih diary kalo ada yang membawakan tarian ini setengah2 seperti ga tenanan gitu (biasanya bukan ronggeng tapi mungkin orang seperti aku yang masih belajar tapi berani tampil di panggung, dan tidak mau total dalam menarikannya)....eman banget keindahannya jadi berkurang. 

4. Tari Gambyong tari ini berasal dari jawa tengah, Tarian ini merupakan tarian tentang remaja putri yang beranjak dewasa. Ada gerakan merias diri, yaitu aktivitas yang biasa dilakukan oleh perempuan dewasa. Gerakan gambyong harus luwes, harus dinamis, dan harus dengan ekspresi yang tepat. Mungkin sebagian orang akan bosen melihatnya terutama dari mereka yang bukan penikmat seni atau mungkin bosan itu berasal dari penarinya...yo mesthi diary nek sing nari aja menarikan sambil ngelamun pasti yang nonton akan "Angop" (bahasane wong nggalek yang artinya menguap hahahaha....).Aku saja baru bisa nikmati tari gamyong ketika kuliah semester akhir padahal aku belajar itu mulai kelas ! SMU. Butuh proses. Berarti yang melihat tarianku dulu suka angop paling kheklhekhe.....

5.Tari Remo Tarian ini berasal dari jawa timur. Tari ini menceritakan kegagahan dan perjuangan seorang pangeran yang berperang. Tarian ini biasa di gunakan dalam penyambutan tamu. Jadi tari ini pasti di tampilkan paling awal. Aku paling suka dulu menarikan tari ini karena pasti tampil dulu. Aku menarikan tarian ini sejak kelas 3 SD. Aku menarikan pertama di acara apa gitu (lupa) banyangkan kelas 3 SD sudah menari di depan guru sekecamatan pule bahkan ada tamu dari trenggalek juga perlu di catat aku menarikannya "SENDIRI". Sejak saat itu aku terkenal sebagai penari remo banyak pujian, banyak sanjungan wkwkwk...tentu yang paling bangga ortuku hehehe......Akhirnya banyak yang mengikuti jejakku anak-anak dari temen-temen ortu disuruh belajar tari remo dulu jadi demam tari remo mendadak setelah aku sukses menarikannya...khikhi.......(bangga.com)

Lalu sempat juga aku tarikan secara live pakai gamelan langsung. Keren banget waktu itu dari 6 penari aku menari depan sendiri uuupz....jangan salah coz aku paling kecil jadi ditaruh depan biar kelihatan mungkin khikhi. Waktu itu aku mau menarikannya sebenarnya lebih dari karena dipaksa ortu. Aku dimarahin habis-habisan gara-gara ga mau nari secara berkelompok maklum gerakan remoku sedikit berbeda dari teman-teman lain (beda guru) dan aku disuruh mengikuti gerakan tari teman-teman lain. Yahc....meski dulu sedikit terpaksa tapi akhirnya itu jadi pengalaman yang tak terlupakan. 

Selebihnya ada banyak lagi diary seperti tari gandrung, tari Bali Tari Cakalele dan masih banyak banget aku blank jadi ga bisa merangkai kata-kata lagi. Yang jelas diary Indonesia itu sangat kaya. Hanya saja rasa cinta terhadap produk lokal dalam hal ini budaya Indonesia sendiri sangat kurang. Banyak dari generasi muda yang lebih tertarik budaya luar seperti "Harajuku" dari jepang. Harajuku adalah sytle jaman anak muda jaman sekarang. Rambut di buat miring kiri miring kanan. Trus mata di kasih eye shadow tebel kadang sampe aku mikir itu anak kena tonjok apa gimana ya hehehehe..... 
yahc semua sah sah saja hanya menurutku perlu juga tuh di imbangi dengan rasa cinta budaya Indonesia. Andai mereka ga bisa menari atau menyanyikan lagu daerah paling tidak jangan mengeluh jika orang tua kita mengganti chanel radio dari lagunya S.I.D (Superman Is Dead) menjadi lagu campursarian atau Tayuban khekhe.....atau jika ada teman yang menarikan tari daerah di bilang K.U.N.O wah keterlaluan itu....


Indonesia sangat "kaya" disamping kemiskinannya yang sangat mendunia sekarang ini. Jadi jangan hanya menyalahkan diri mengapa harus lahir di Indonesia dan mewarisi hutang yang begitu besar. Tapi disamping itu semua liat lah kebudayaannya....angkat itu ke dunia internasional maka kita akan menjadi negara "terkaya" hehehe....

okye diary kok sampai ni aja udah blank ya....mungkin dilanjut aja kapan kapan.....dah buntu nih..... to be continue aja ya.......


Minggu, 26 September 2010

Kebahagiaan mereka tidak ternilai

Dear diary...
kejadian ini sebenarnya sudah terjadi beberapa hari yang lalu hanya saja aku baru saja sempat posting hari ini. Hari itu aku mengajar pertama setelah hari raya. Aku bingung ya apa ya bangkitkan semangat anak-anak didikku itu?coz aku dulu juga pastinya kalo habis liburan pasti merasa bosen dan tidak akan bersemangat dalam menerima materi. Ehm...aku berfikir....ting--ting---ting---- di depanku ada 3 kertas folio bergaris...dan aha...aku dapat ide....akhirnya aku guntingi kertas itu menjadi ukuran kira-kira 7 cm lalu aku gunting sampai berjumlah 36. Sambil tersenyum aku mengguntingnya membayangkan apa respon mereka...hahaha...jadi geli sendiri?

Saat anak anak masuk kedalam laboratorium seperti biasa aku sambut dengan lagu-lagu yang aku perdengarkan lewat sound yang terpasang dipojok atas ruangan. Tujuannku adalah mereka merasa senang dan tidak tegang saat memasuki duniaku di LAB biologi. Setelah pengecekan daftar hadir aku bertnya pada mereka
"Apa kabar kalian hari ini?" tanyaku dengan tak lupa
"Baik bu...ada yang menjawab sedih bu....."
"lho kenapa kok sedih bukannya habis liburan?"
"Hari raya ga dapat sangu bu...." celetuk salah satu anak yang duduk di pojok belakang disambut gelak tawa dari teman-temannya.
"Okey kalo gitu coba kalian keluarkan modul dan jurnal kalian kemudian kalian kumpulkan ke depan" ucapku seraya tersenyum penuh arti
"lho buat apa bu"
"Kan tidak adaPR?"
"Lho masak ulangan mendadak?"
Banyak sekali respon dari mereka yang kebanyakan protes. Aku pun tetap tersenyum.
Setelah semua buku sudah terkumpul aku bagikan kertas yang telah aku potong kecil-kecil tadi kesetiap anak, kemudian saya meminta mereka untuk menuliskan nama no absen dan kelas. Mereka masih banyak yang bertanya-tanya dan banyak yang berkomentar, kemudian aku minta mereka semua tenang. Aku bertanya "Kalian pingin dapat sangu ga?" otomatis dijawab dengan serentak "Mau bu......!!!"
"Okey kalo gitu ikuti aturan main saya, saya akan memberikan beberapa pertanyaan dengan jawaban pendek. nanti kalian tulis jawaban tersebut di kertas yang telah saya bagikan. Kemudian bagi yang mendapatkan nilai tertinggi nanti akan mendapatkan reward dari saya"
ada yang bertanya "Rewardnya apa bu?" aku jawab "Jare pingin sangu?" mereka akhirnya setuju dan dengan riang melaksanakan quis yang aku berikan.
Banyak yang protes juga dengan soal yang aku berikan mudah sebenarnya tetapi mungkin karena  mereka tidak belajar sebelumnya jadi banyak yang tidak ingat. Jujur ada kepuasan saat melihat wajah gemas mereka karena merasa soal itu mudah tetapi mereka tidak bisa mengerjakannya. Ada juga beberapa anak yang memang memiliki konsentrasi tinggi setiap mengikuti pembelajaran mengerjakan soal yang aku berikan dengan senyuman...kadang di iringi tawa cekikikan. Melihat ekspresi mereka benar-benar menyenangkan.....

Dan setelah berakhir ternyata ada 10 anak yang mendapat nilai tertinggi aduh bangkrut nih hahaha......
Tapi janji tetap aku tepati aku memberikan reward berupa sangu (uang saku) bagi ke se 10 anak tersebut. Dan reaksi mereka sangat antusias (meski uang itu tidak seberapa). Ga pa pa asalkan bisa melihat senyum dan wajah riang dari mereka itu sudah menjadi kebahagiaan yang luar biasa bagiku.

Dan setelah quis itu aku meminta mereka menempelkan hasil quis di buku jurnal masing-masing kemudian aku minta mereka menuliskan refleksi diri. Saat aku lanjutrkan materi mereka pun tidak protes dan antusias dalam menerima pembelajaran. hehehe.....berhasil dehc....

Selasa, 14 September 2010

PETUALANGAN DI KOTA "REOG" PONOROGO

Dear diary…..

Posting kali ini aku akan bercerita tentang petualanganku di kota Reog ponorogo kemarin. Hari senin, 13 September 2010. Pada awalnya tidak ada niat sedikitpun dari ku maupun dari suami untuk pergi ke kota reog tersebut karena rencana kami akan pergi berlibur ka pantai. Entah pantai prigi, popoh atau pelang. Terpaksa rencana tersebut batal karena ada isu yang beredar kurang mengenakkan seputar pantai tersebut. Isu yang berkaitan erat dengan mitos, dan sayangnya orang tuaku sangat mempercayainya sehingga kami benar-benar dilarang untuk pergi kesana.
Pada saat itu aku merasa sangat kecewa sekali diary….aku sudah merencanakan banyak hal dengan suamiku. Maklum liburan kami sering tidak bareng. Akhirnya setelah bermusyawarah untuk mufakat dengan suamiku disertai sedikit perdebatan (hehehe…biasa sama-sama seneng ngengkel) kami sekapakt pergi ke danau ngebel Ponorogo. Dan visi utamanya adalah “wisata kuliner”

Nah akhirnya pada hari senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB kami berangkat dari rumah dengan sedikit memaksa kami mengendarai vario kesayanganku (aku milih motor itu daripada supra racing ku coz kalo pake racing suamiku dijamin akan kebut-kebutan di jalan bisa-bisa ga menikmati perjalanan khekhekhe).
Cuaca cukup bersahabat tidak terlalu panas juga tidak hujan. Kami berkendara cukup santai diselingi canda n tawa (persis kayak masih pacaran saja).

Ketika pukul 09.30 WIB kami memasuki kawasan danau ngebel. Kami disambut dengan udara yang sangat sejuk dan menyenangkan. Sesampainya di pintu gerbang sudah banyak petugas yang membawa karcis masuk. Aku heran juga waktu itu tiketnya Rp.10.000,00 per orang jadi aku membayar 20rb untuk 2 orang….pikirku kok mahal ya???? Dan aku lihat tiketnya kok ada wajah yang aku kenal dengan rambut gimbal dan tahi lalat di hidung (kalo gasalah) sapa lagi kalo bukan….”SHOD*q……..” dari group “MON**A” khikhikhi…..oalah ni tadi da konser ta? Ya ampyun padahal ga pingin liat tapi mau ga mau harus beli tiket. Yow wis lah gpp…

Tujuan utama setelah sampai di danau tersebut adalah….toilet!!!! hahaha coz udara yang dingin tersebutmau tidak mau memaksa kami untuk berkunjung kesana dulu sebelum memulai wisata kuliner kami. Kami berputar mengelilingi danau ketika sampai di dekat panggung konser tiket kami di minta kembali…..aduh….padahal dah mau tak koleksi nih…(kebiasaanku setiap aku kunjungan wisata kemanapun dengan suami tiket masuk, bon makan dll selalu aku kumpulkan ga tau seneng aja buat koleksi) kami terus berjalan dan ketika kami akan keluar arena panggung ada petugas yang memperingatkan dengan tampang yang di tekuk “Mas kalo keluar ga bisa kembali lho…” ya ampyun secara gitu…kami ga mau nonton pak kami hanya mo wisata aja…..huuuugh…nyebelin!! suamiku tertawa melihat wajah cemberutku….dia dah hafal dengan mood ku pasti aku BT dengan gaya tu penjaga. Apalagi seharian tadi lum sempat minum kopi ehm…jangan Tanya wis…..

Setelah berputar-putar akhirnya kami menemukan tempat yang cocok dengan keinginanku. Lesehan dan ada view langsung ke danau dan tidak lupa alas an memilih itu karena ada menu Chinese food kesukaanku khekhe…….
Di tempat tersebut kami memesan: dua gelas kopi susu , fanta , nila rica-rica dan tidak lupa capjay…ehm…sungguh luar bisa dari semua makan tersebut Alkhamdulillah sangat nikmat. Kami sangat puas dengan penyajian dan rasanya…sayang aku ga jadi nambah….ga tau napa sekarang jadi nyesel dehc .
Setelah kami selesai menikmati nikmatnya wisata kuliner di pinggir danau ngebel kami melanjutkan perjalanan dan tanpa sengaja kami melihat ada sebuah papan dengan foto panorama air terjun yang sangat indah dan sebuah anak panah yang menunjukkan jalan lain.Ehm….jadi penasaran, apalagi suamiku, akhirnya kami memutuskan untuk pergi kesana.

Perjalanan menuju air terjun selorejo…..
Jalan menuju ke air terjun tersebut cukup sempit dan tidak terawat dengan baik. Selain itu dari mulai awal jalanan sudah menanjak lumyan tinggi. Suasana di sekitar cukup sepi membuat nyali kali sedikit menciut apalagi di tengah-tengah hutan pinus ada segerombolan remaja yang membawa botol minuman keras….aduh fellingku agak ga enak….tapi untung ga ada masalah. Kami tetap di biarkan lewat. Kami melanjutkan perjalanan sambil berdoa semoga ada teman seperjalanan. Dan akhirnya dari belakang ada dua sepeda motor yang dikendarai oleh sepasang muda mudi yang masih sangat belia mungkin usia SMP atau SMA yahc gpp lah daripada gad a temen pikir kami. Dan setelah 10 menit perjalanan dengan kondisi jalan yang masih menanjak kami melihat pemandangan yang sangat eksotik.

Danau ngebel dari ketinggian sangat jelas terlihat dan sangat indah kami sempatkan diri untuk berhenti dan mengambil gambar. Sayangnya kami tidak bisa berlama-lama karena kawatir ketinggalan “rombongan” baru kami hehehe. Di sepanjang jalan tersebut kami menemukan banyak kejanggalan. Dipinggir jalan banyak sekali diparkir motor tapi tidak satupun nampak ada pengendaranya. Iseng iseng aku menengok ke bawah…..walah ternyata….dibawah banyak pasangan muda mudi yang berpelukan, ber….. dan ber….. (sensor) kami jadi ketawa-tawa. Timbul niat iseng suamiku untuk njepret adegan itu ampyun dehc bisa-bisa kami pulang tinggal nama dikeroyok habis habisan….hehehe biarlah itu urusan mereka. Tapi aku merasa risih juga jangan-jangan air terjun itu tempat di buat aneh-aneh….??? Kata suami “Wis ta lah cuek aja….” Ya udah….kami melanjutkan perjalanan…..dari jalan yang menikung tajam, curam dengan tebing-tebing batu cadas sampai rimbunnya pepohonan hutan yang ya ampun Subbhanallah masih sangat alami…. Kami akhirnya sampai di tempat tujuan. Dan kami bersyukur ternyata itu sah tempat wisata bukan tempat “aneh” seperti bayanganku. Tiket masuk plus parker cukup murah hanya 5rb dua orang itu sudah termasuk parker motor.
Dari tempat parker kami berjalan memasuki jalan setapak.

Kanan dan kiri adalah tanaman kopi, pohon pinus dan aku tidak begitu paham namanya. Meskipun jalan setapak yang sedikit licin dan disertai tanjakan yang luar biasa tidak menurunkan semangatku dan suami untuk ingin tau kayak apa se air terjun itu. Selama perjalanan semakin memasuki hutan kami disuguhi pemandangan yang pernah kami lihat sebelumnya….iya tepat pemikiran kami sama kayak di hutan PANDORA nya AVATAR hehehe serius…sangat indah.


Setelah 15 menit perjalanan sampailah kami di tempat tujuan ehm…mengagumkan memang kekuasaan Allah yang sangat besar…setelah sebuah tikungan kami dihadapkan dengan air yang jatuh dari bibir tebing atas cukup tinggi dan sangat indah. Airnya dingin dan jernih membuat kami tertarik untuk sekedar mencuci muka dan merendam kaki. Di tempat itu kami berfoto sepuasnya (Dasar sama-sama narsir) setelah selesai kami istirahat sebentar kami melihat langit sedikit mendung dan kami ingat sewaktu perjalanan tadi ada peringatan “jika hujan harap segera meninggalkan lokasi” karena kami sangat patuh akan peraturan (hehhe) kami pun kembali. Hati kami bener-bener merasa damai….hutan yang masih alami…meskipun ada campur tangan manusia tapi kami berharap serta berdoa agar pepohonan hutan tersebut tetep terjaga.

Sesampainya di tempat parkir kami tidak segera pulang akan tetapi menikmati gorengan dan kopi di sebuah warung ehm…udara dingin tersebut membuat kami sangat menikmati kuliner yang disuguhkan meskipun hanya gorengan dan kopi….(yang penting kopinya hehehe).

 
Setelah 30 menit kami bersantai kami pun memutuskan untuk pulang karena waktu pun sudah menunjukkan sholat dhuhur. Kami berhenti di sebuah musolla untuk menunaikan sholat dhuhur dan akhirnya kami pulang. Selama perjalanan di perbatasan Ponorogo Trenggalek hujan deras mengguyur kami…tidak masalah kami tetep berkendara dengan santai. Yahc…pengalaman yang sungguh tak terlupakan…..ehm…jadi ketgihan dehc berpetualang lagi….hehehe….

Sabtu, 11 September 2010

Bagaimana Sejarah Aku menjadi penggemar kopi?


Dear diary
Posting kali ini aku ingin mengisahkan sejarah “mengapa aku sangat suka kopi?”. Aku mulai mengenal kopi sejak aku kecil. Perlu di ketahui di sini satu keluarga ku yang terdiri dari Dad, Mom dan my brother ga ada yang suka kopi sama sekali. Mommy sangat alergi dengan kopi, pernah beliau (tertarik mungkin dengan caraku menikmati kopi) mencoba mencicipi kopi alhasil akhirnya mommy terpaksa harus minum air kelapa coz mommy kayak orang keracunan gitu…ckckck…..(sorry mom...^_^)

Nah pertanyaannya bagaimana bisa aku suka kopi?
Ini berawal dari kebiasaan di desaku menjamu tamu yang datang berkunjung dengan 2 jenis minuman. Bukan sirup atau es seperti orang kota tetapi dengan kopi atau teh. Nah dari beberapa tamu banyak yang  tidak meminum kopi yang telah disungguhkan nah aku pada saat itu masih SD sangat tertarik dengan minuman hitam satu itu. Dengan alasan ingin mencicipi akhirnya  aku dibperbolehkan minum. Sejak saat itulah aku menjadi suka dengan kopi. Kopi yang aku buat tidak main-main meskipun porsinya hanya 1 cangkir kecil tapi sangat kental, tidak ada gulanya (pait) trus aku minum dengan mengunyah gula merah lebih enaknya dengan gula aren……(wkwkwk) kayak nenek-nenek gitu komentar mommy ku hihihi….

Dampaknya tentu saja ada….. aku kena maag saat kelas V SD. Lumayan parah….sampai aku harus menghentikan 2 makanan dan minuman fav ku yaitu: Kopi dan sambal. Sangat berat, dan sangat berat mungkin kehilangan 2 makanan n minuman itu seperti kehilangan belahan jiwaku (pada saat itu). Tapi bukan aku kalo ga mencari cara bagaimana tetep menikmati dua mami kesukaanku itu. Yahc cari-cari waktu kalo pas rumah sepi gitu hehehe meski akhirnya aku harus nelan obat maag setelah itu.

Nah kebiasaanku terus berlanjut sampai aku SMP dan SMA bahkan ketika SMA tidak ada hari tanpa ngopi. Aku selalu sempatkan ke kantin ketika istirahat untuk memesan 1 cangkir nesface classic dan semakin semangat karena ada temen satu kelasku cew juga yang doyan ngopi jadi deh kita sehati ngopi di kantin bareng-bareng setiap istirahat.  Banyak juga yang aneh melihat kebiasaan kami mo ga aneh gimana? Cewek minum kopi? Padahal temen-temen pada mensen es…makan dll dan aku dengan temenku itu always memesan kopi. Hehe sampai2 bu Nurudin (ibu kantin) hafal dengan kebiasaan kami. Tanpa kami minta selalu sudah dibuatkan.

Ketika kuliah pun demikian terus berlanjut, hanya saja ketika kuliah aku lebih suka mencoba berbagai kopi dengan berbagai merk. Dengan tujuan mengobati rasa penasaranku “apa sih bedanya kopi mahal dengan tidak?” hahaha memang sih ada sedikit bedanya Cuma menurutku ga sebanding dengan harganya (dasar lidah desa udah terbiasa kopi desa wkwkwk). 
Sampai berlanjut sekarang diary.....
sebenarnya banyak banget temen-temen yang menasehatiku agar mengurangi kebiasaanku itu. Yups aku kurangi kok aku dah mencoba ga setiap hari minum. Tapi hasilnya  setiap aku mencoba berhenti untuk tidak minum kopi selalu saja ada dampaknya, seperti kurangnya konsentrasi dalam bekerja, mood yang berubah menjadi sangat jelek, pemarah....gampang bete, migran dll pokoknya kalo ga minum kopi jangan tanya wajahku bisa seseram drakula wkwkwkwk.....tapi kalo dah minum kopi ehm...jadi semanis bidadari (khikhi.......^_^ V)

yahc diary aku tetep mencoba kok mengurangi andai belum bisa ya itu sudah aku coba,,,,hehehe

so maaf buat suami, temen dan semuanya yang sudah kasih nasehat aku.....jangan kawatir aku terus coba kok......

Kamis, 02 September 2010

Me dan My JoB

Dear diary...
Ini kisah ku setiap harinya dalam menunaikan tugasku..
Selama bulan puasa ini setiap jam 6.30 aku mulai mensater varioku yang kata temen-temen terlalu besar untuk ukuran tubuhku hehe....Sesampainya di sekolah sekitar pukul 6.35 WIB. Suasana sekolah masih sangat sepi paling-paling hanya ada pak kebun dan mas imron yang membersihkan kantor serta halaman sekolah. Aku parkirkan motorku dibawah phon tak lupa aku liat atas dulu adakah burung gereja yang bertengger diatas pohon coz biasae motorku yang mengkilap itu saat pulang sudah ada bintik-bintik putih berbau (iiih...) akibat dari perbuatan si burung gereja.....menyebalkan. Setelah aku rasa aman aku kunci sepada ku dan melangkah ringan menuju ke lobby.Tak lupa aku sapa dua orang yang selalu berjasa membuat sekolah menjadi nyaman tersebut.

Sesampainya di kantor pasti dan selalu bukan aku guru yang paling dulu tiba disana karena meja paling depan pasti sudah ada sahabatku yang cantik duduk dengan senyuman dan dihadapannya setumpuk pekerjaan siswanya....ya dia adalah Ika atau biasa di panggil bu Ika hahaha.... bilang bu rasane kok sulit banget ya?. Memang dia adalah temanku sejak SMP, SMA bahkan kuliah pun satu fakultas. Jarang aku bisa datang lebih dulu dari dia. Dia memang rajin pekerjaan kayak apapun terkait dengan profesinya dapat dia selesaikan tepat waktu.....dapat dikatakan dia gila kerja ehm....salut salut....
Yang aku suka darinya dia sangat kreatif, teliti dan rajinnya itu membuat aku selalu termotivasi untuk bisa memberikan yang terbaik yang aku bisa. Memang menjadi kebiasaan, kami selalu datang lebih pagi bukan hanya untuk ngobrol atau ngerumpi tetapi untuk mengkoreksi pekerjaan dari siswa-siswa kami, meskipun disela-sela itu kami selalu kami selingi dengan ngobrol ringan yang kadang membuat kami tertawa.
Satu persatu teman-teman Guru datang dan saat jarum jam kantor menunjukkan pukul 07.00 WIB petugas piket membunyikan Bel nya aku dan Ika pun mempersiapkan diri. Setelah absensi kami menuju ke ruang kelas kami masing-masing. Selama perjalanan dari kantor menuju kelas seneng rasanya mendengar sapaan dari anak anak
"Bu Effril.....,bu Ika..."
"Selamat pagi bu..."
"Assalamualaikum bu..."

Meskipun itu hanya sekedar sapaan ringan tapi membuat langkah kami juga menjadi ringan....seperti posting ku dulu senyuman mereka adalah memacu semangat bagiku. Dan selalu aku jawab dengan memberikan senyuman termanisku ....(uhuk uhuk padahal yo ga manis blas)
"Iya...."
"Selamat pagi juga..."
"Waalaikumsalam"
Atau terkadang aku sebut namanya
"Selamat pagi juga Agisti....Ella...Rio... dll"
aku dulu merasa jika seorang guru hafal dengan nama siswanya maka siswa tersebut akan merasa sangat senang. dan itu yang aku lakukan aku berusaha untuk menghafal nama-nama mereka. Ternyata tidak sulit asal kita berkonsentrasi saat berbicara selalu kita tanya namanya maka kita akan dapat menghafal nama siswa tersebut.
Akhirnya aku memasuki ruang kelas yang sesuai dengan jadwalku. Aku selalu memulai pembelajaran dengan mengingatkan siswa untuk merapikan diri dulu seperti mencopot jaket, topi, tas duduk dengan rapi dan memulai berdoa....meskipuna ada yang protes.... gpp kan bukan maksud ngerjain tapi itu kan demi disiplin mereka. Seperti tadi ada dua siswa yang tidak memakai dasi dan akhirnya aku tegur karena dia berjanji akan memakai dasi jika mengikuti pelajaran saya. Berhubung kesepakatan yang telah dibuat maka siswa saya minta untuk mengikuti pelajaran dari luar.....duh ga tega rasanya...tapi mo gimana lagi kalo ga mulai di disiplinkan sekolahku tidak akan ada peningkatan masalah disiplin.

Materi BAB I telah selesai di praktekkan dan diskusikan minggu kemarin sehingga saya meminta siswa untuk mengerjakan latihan soal yang ada di modul. Saat aku keluar kelas aku melihat dua siswaku itu ada di luar...ya Ampyun melase rek...akhirnya aku minta mereka ikut mengerjakan modul meski di luar sambil aku kasih nasehat pelan-pelan. Ternyata aku tau mereka tidak memakai dasi karena dasi mereka hilang. Entah bener atau ga aku ga tau yang penting aku salut mereka ikut mengerjakan/mengikuti pelajaran meski di luar....yahc namanya perempuan hatiku terketuk...saat pembahasan soal aku ijinkan mereka memasuki kelas. Dan aku melihat senyum di bibir mereka....manis...hehehe.....ada aja...
.
Lalu jam 3-4 aku menuju ke LAB jam 3-4 aku ngajar kelas XII. Ehm ni harus siap mental bukan apa kalau ngajar kelas XII harus bener-bener bisa masuk ke dunia mereka...(tapi bukan dunia anak-anak lho ya) dunia remaja yang mana harus ngerti sikon berusaha membangun motivasi n semangat belajar mereka. Biasanya aku memperdengarkan musik saat mereka memasuki ruangan tujuannya adalah agar mereka rilesk tidak terbebani.

Jika mengajar kelas XII aku harus ekstra memberikan "pancingan" agar mereka mau berbicara mengemukakan pendapat. Aneh memang jika dibandingkan dengan siswa kelas X sekarang jauh.....!!!!
Kelas X sekarang sangat luar biasa antusiasnya...kadang aku sampai kewalahan karena yang sudah berbicara pun masih angkat tangan. Entahlah apa rasa jenuh itu mulai mincul pada diri anak -anak kelas XII tersebut? sungguh di sayangkan jika mereka tidak memanfaatkan waktu mereka yang tinggal beberapa bulan lagi untuk memperoleh pengalaman yang berharga contoh berbicara di depan kelas, berdiskusi dengan teman satu kelompok, berusaha memahami masalah dan memecahkannya......

Yahc....begitulah suka duka ku mengajar di sekolah tercintaku. Ada teman yang bilang ngajar di SMK atau SMA itu enak....ya memang benar...tapi kita harus bisa mengajar dengan segenap jiwa jangan pernah kita menjadi sesosok guru jutek karena ga akan ada manfaatnya..kita ga diterima dengan baik oleh siswa kita.
Kita juga malah akan dimushi...kelas idak nyaman yahc...begitulah suka dukanya menjadi guru....

Aku rasa sementara waktu segini dulu postingku diary....dah kehabisan kata-kata nih.....
see you next time.....