My name

Minggu, 26 September 2010

Kebahagiaan mereka tidak ternilai

Dear diary...
kejadian ini sebenarnya sudah terjadi beberapa hari yang lalu hanya saja aku baru saja sempat posting hari ini. Hari itu aku mengajar pertama setelah hari raya. Aku bingung ya apa ya bangkitkan semangat anak-anak didikku itu?coz aku dulu juga pastinya kalo habis liburan pasti merasa bosen dan tidak akan bersemangat dalam menerima materi. Ehm...aku berfikir....ting--ting---ting---- di depanku ada 3 kertas folio bergaris...dan aha...aku dapat ide....akhirnya aku guntingi kertas itu menjadi ukuran kira-kira 7 cm lalu aku gunting sampai berjumlah 36. Sambil tersenyum aku mengguntingnya membayangkan apa respon mereka...hahaha...jadi geli sendiri?

Saat anak anak masuk kedalam laboratorium seperti biasa aku sambut dengan lagu-lagu yang aku perdengarkan lewat sound yang terpasang dipojok atas ruangan. Tujuannku adalah mereka merasa senang dan tidak tegang saat memasuki duniaku di LAB biologi. Setelah pengecekan daftar hadir aku bertnya pada mereka
"Apa kabar kalian hari ini?" tanyaku dengan tak lupa
"Baik bu...ada yang menjawab sedih bu....."
"lho kenapa kok sedih bukannya habis liburan?"
"Hari raya ga dapat sangu bu...." celetuk salah satu anak yang duduk di pojok belakang disambut gelak tawa dari teman-temannya.
"Okey kalo gitu coba kalian keluarkan modul dan jurnal kalian kemudian kalian kumpulkan ke depan" ucapku seraya tersenyum penuh arti
"lho buat apa bu"
"Kan tidak adaPR?"
"Lho masak ulangan mendadak?"
Banyak sekali respon dari mereka yang kebanyakan protes. Aku pun tetap tersenyum.
Setelah semua buku sudah terkumpul aku bagikan kertas yang telah aku potong kecil-kecil tadi kesetiap anak, kemudian saya meminta mereka untuk menuliskan nama no absen dan kelas. Mereka masih banyak yang bertanya-tanya dan banyak yang berkomentar, kemudian aku minta mereka semua tenang. Aku bertanya "Kalian pingin dapat sangu ga?" otomatis dijawab dengan serentak "Mau bu......!!!"
"Okey kalo gitu ikuti aturan main saya, saya akan memberikan beberapa pertanyaan dengan jawaban pendek. nanti kalian tulis jawaban tersebut di kertas yang telah saya bagikan. Kemudian bagi yang mendapatkan nilai tertinggi nanti akan mendapatkan reward dari saya"
ada yang bertanya "Rewardnya apa bu?" aku jawab "Jare pingin sangu?" mereka akhirnya setuju dan dengan riang melaksanakan quis yang aku berikan.
Banyak yang protes juga dengan soal yang aku berikan mudah sebenarnya tetapi mungkin karena  mereka tidak belajar sebelumnya jadi banyak yang tidak ingat. Jujur ada kepuasan saat melihat wajah gemas mereka karena merasa soal itu mudah tetapi mereka tidak bisa mengerjakannya. Ada juga beberapa anak yang memang memiliki konsentrasi tinggi setiap mengikuti pembelajaran mengerjakan soal yang aku berikan dengan senyuman...kadang di iringi tawa cekikikan. Melihat ekspresi mereka benar-benar menyenangkan.....

Dan setelah berakhir ternyata ada 10 anak yang mendapat nilai tertinggi aduh bangkrut nih hahaha......
Tapi janji tetap aku tepati aku memberikan reward berupa sangu (uang saku) bagi ke se 10 anak tersebut. Dan reaksi mereka sangat antusias (meski uang itu tidak seberapa). Ga pa pa asalkan bisa melihat senyum dan wajah riang dari mereka itu sudah menjadi kebahagiaan yang luar biasa bagiku.

Dan setelah quis itu aku meminta mereka menempelkan hasil quis di buku jurnal masing-masing kemudian aku minta mereka menuliskan refleksi diri. Saat aku lanjutrkan materi mereka pun tidak protes dan antusias dalam menerima pembelajaran. hehehe.....berhasil dehc....

Selasa, 14 September 2010

PETUALANGAN DI KOTA "REOG" PONOROGO

Dear diary…..

Posting kali ini aku akan bercerita tentang petualanganku di kota Reog ponorogo kemarin. Hari senin, 13 September 2010. Pada awalnya tidak ada niat sedikitpun dari ku maupun dari suami untuk pergi ke kota reog tersebut karena rencana kami akan pergi berlibur ka pantai. Entah pantai prigi, popoh atau pelang. Terpaksa rencana tersebut batal karena ada isu yang beredar kurang mengenakkan seputar pantai tersebut. Isu yang berkaitan erat dengan mitos, dan sayangnya orang tuaku sangat mempercayainya sehingga kami benar-benar dilarang untuk pergi kesana.
Pada saat itu aku merasa sangat kecewa sekali diary….aku sudah merencanakan banyak hal dengan suamiku. Maklum liburan kami sering tidak bareng. Akhirnya setelah bermusyawarah untuk mufakat dengan suamiku disertai sedikit perdebatan (hehehe…biasa sama-sama seneng ngengkel) kami sekapakt pergi ke danau ngebel Ponorogo. Dan visi utamanya adalah “wisata kuliner”

Nah akhirnya pada hari senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB kami berangkat dari rumah dengan sedikit memaksa kami mengendarai vario kesayanganku (aku milih motor itu daripada supra racing ku coz kalo pake racing suamiku dijamin akan kebut-kebutan di jalan bisa-bisa ga menikmati perjalanan khekhekhe).
Cuaca cukup bersahabat tidak terlalu panas juga tidak hujan. Kami berkendara cukup santai diselingi canda n tawa (persis kayak masih pacaran saja).

Ketika pukul 09.30 WIB kami memasuki kawasan danau ngebel. Kami disambut dengan udara yang sangat sejuk dan menyenangkan. Sesampainya di pintu gerbang sudah banyak petugas yang membawa karcis masuk. Aku heran juga waktu itu tiketnya Rp.10.000,00 per orang jadi aku membayar 20rb untuk 2 orang….pikirku kok mahal ya???? Dan aku lihat tiketnya kok ada wajah yang aku kenal dengan rambut gimbal dan tahi lalat di hidung (kalo gasalah) sapa lagi kalo bukan….”SHOD*q……..” dari group “MON**A” khikhikhi…..oalah ni tadi da konser ta? Ya ampyun padahal ga pingin liat tapi mau ga mau harus beli tiket. Yow wis lah gpp…

Tujuan utama setelah sampai di danau tersebut adalah….toilet!!!! hahaha coz udara yang dingin tersebutmau tidak mau memaksa kami untuk berkunjung kesana dulu sebelum memulai wisata kuliner kami. Kami berputar mengelilingi danau ketika sampai di dekat panggung konser tiket kami di minta kembali…..aduh….padahal dah mau tak koleksi nih…(kebiasaanku setiap aku kunjungan wisata kemanapun dengan suami tiket masuk, bon makan dll selalu aku kumpulkan ga tau seneng aja buat koleksi) kami terus berjalan dan ketika kami akan keluar arena panggung ada petugas yang memperingatkan dengan tampang yang di tekuk “Mas kalo keluar ga bisa kembali lho…” ya ampyun secara gitu…kami ga mau nonton pak kami hanya mo wisata aja…..huuuugh…nyebelin!! suamiku tertawa melihat wajah cemberutku….dia dah hafal dengan mood ku pasti aku BT dengan gaya tu penjaga. Apalagi seharian tadi lum sempat minum kopi ehm…jangan Tanya wis…..

Setelah berputar-putar akhirnya kami menemukan tempat yang cocok dengan keinginanku. Lesehan dan ada view langsung ke danau dan tidak lupa alas an memilih itu karena ada menu Chinese food kesukaanku khekhe…….
Di tempat tersebut kami memesan: dua gelas kopi susu , fanta , nila rica-rica dan tidak lupa capjay…ehm…sungguh luar bisa dari semua makan tersebut Alkhamdulillah sangat nikmat. Kami sangat puas dengan penyajian dan rasanya…sayang aku ga jadi nambah….ga tau napa sekarang jadi nyesel dehc .
Setelah kami selesai menikmati nikmatnya wisata kuliner di pinggir danau ngebel kami melanjutkan perjalanan dan tanpa sengaja kami melihat ada sebuah papan dengan foto panorama air terjun yang sangat indah dan sebuah anak panah yang menunjukkan jalan lain.Ehm….jadi penasaran, apalagi suamiku, akhirnya kami memutuskan untuk pergi kesana.

Perjalanan menuju air terjun selorejo…..
Jalan menuju ke air terjun tersebut cukup sempit dan tidak terawat dengan baik. Selain itu dari mulai awal jalanan sudah menanjak lumyan tinggi. Suasana di sekitar cukup sepi membuat nyali kali sedikit menciut apalagi di tengah-tengah hutan pinus ada segerombolan remaja yang membawa botol minuman keras….aduh fellingku agak ga enak….tapi untung ga ada masalah. Kami tetap di biarkan lewat. Kami melanjutkan perjalanan sambil berdoa semoga ada teman seperjalanan. Dan akhirnya dari belakang ada dua sepeda motor yang dikendarai oleh sepasang muda mudi yang masih sangat belia mungkin usia SMP atau SMA yahc gpp lah daripada gad a temen pikir kami. Dan setelah 10 menit perjalanan dengan kondisi jalan yang masih menanjak kami melihat pemandangan yang sangat eksotik.

Danau ngebel dari ketinggian sangat jelas terlihat dan sangat indah kami sempatkan diri untuk berhenti dan mengambil gambar. Sayangnya kami tidak bisa berlama-lama karena kawatir ketinggalan “rombongan” baru kami hehehe. Di sepanjang jalan tersebut kami menemukan banyak kejanggalan. Dipinggir jalan banyak sekali diparkir motor tapi tidak satupun nampak ada pengendaranya. Iseng iseng aku menengok ke bawah…..walah ternyata….dibawah banyak pasangan muda mudi yang berpelukan, ber….. dan ber….. (sensor) kami jadi ketawa-tawa. Timbul niat iseng suamiku untuk njepret adegan itu ampyun dehc bisa-bisa kami pulang tinggal nama dikeroyok habis habisan….hehehe biarlah itu urusan mereka. Tapi aku merasa risih juga jangan-jangan air terjun itu tempat di buat aneh-aneh….??? Kata suami “Wis ta lah cuek aja….” Ya udah….kami melanjutkan perjalanan…..dari jalan yang menikung tajam, curam dengan tebing-tebing batu cadas sampai rimbunnya pepohonan hutan yang ya ampun Subbhanallah masih sangat alami…. Kami akhirnya sampai di tempat tujuan. Dan kami bersyukur ternyata itu sah tempat wisata bukan tempat “aneh” seperti bayanganku. Tiket masuk plus parker cukup murah hanya 5rb dua orang itu sudah termasuk parker motor.
Dari tempat parker kami berjalan memasuki jalan setapak.

Kanan dan kiri adalah tanaman kopi, pohon pinus dan aku tidak begitu paham namanya. Meskipun jalan setapak yang sedikit licin dan disertai tanjakan yang luar biasa tidak menurunkan semangatku dan suami untuk ingin tau kayak apa se air terjun itu. Selama perjalanan semakin memasuki hutan kami disuguhi pemandangan yang pernah kami lihat sebelumnya….iya tepat pemikiran kami sama kayak di hutan PANDORA nya AVATAR hehehe serius…sangat indah.


Setelah 15 menit perjalanan sampailah kami di tempat tujuan ehm…mengagumkan memang kekuasaan Allah yang sangat besar…setelah sebuah tikungan kami dihadapkan dengan air yang jatuh dari bibir tebing atas cukup tinggi dan sangat indah. Airnya dingin dan jernih membuat kami tertarik untuk sekedar mencuci muka dan merendam kaki. Di tempat itu kami berfoto sepuasnya (Dasar sama-sama narsir) setelah selesai kami istirahat sebentar kami melihat langit sedikit mendung dan kami ingat sewaktu perjalanan tadi ada peringatan “jika hujan harap segera meninggalkan lokasi” karena kami sangat patuh akan peraturan (hehhe) kami pun kembali. Hati kami bener-bener merasa damai….hutan yang masih alami…meskipun ada campur tangan manusia tapi kami berharap serta berdoa agar pepohonan hutan tersebut tetep terjaga.

Sesampainya di tempat parkir kami tidak segera pulang akan tetapi menikmati gorengan dan kopi di sebuah warung ehm…udara dingin tersebut membuat kami sangat menikmati kuliner yang disuguhkan meskipun hanya gorengan dan kopi….(yang penting kopinya hehehe).

 
Setelah 30 menit kami bersantai kami pun memutuskan untuk pulang karena waktu pun sudah menunjukkan sholat dhuhur. Kami berhenti di sebuah musolla untuk menunaikan sholat dhuhur dan akhirnya kami pulang. Selama perjalanan di perbatasan Ponorogo Trenggalek hujan deras mengguyur kami…tidak masalah kami tetep berkendara dengan santai. Yahc…pengalaman yang sungguh tak terlupakan…..ehm…jadi ketgihan dehc berpetualang lagi….hehehe….

Sabtu, 11 September 2010

Bagaimana Sejarah Aku menjadi penggemar kopi?


Dear diary
Posting kali ini aku ingin mengisahkan sejarah “mengapa aku sangat suka kopi?”. Aku mulai mengenal kopi sejak aku kecil. Perlu di ketahui di sini satu keluarga ku yang terdiri dari Dad, Mom dan my brother ga ada yang suka kopi sama sekali. Mommy sangat alergi dengan kopi, pernah beliau (tertarik mungkin dengan caraku menikmati kopi) mencoba mencicipi kopi alhasil akhirnya mommy terpaksa harus minum air kelapa coz mommy kayak orang keracunan gitu…ckckck…..(sorry mom...^_^)

Nah pertanyaannya bagaimana bisa aku suka kopi?
Ini berawal dari kebiasaan di desaku menjamu tamu yang datang berkunjung dengan 2 jenis minuman. Bukan sirup atau es seperti orang kota tetapi dengan kopi atau teh. Nah dari beberapa tamu banyak yang  tidak meminum kopi yang telah disungguhkan nah aku pada saat itu masih SD sangat tertarik dengan minuman hitam satu itu. Dengan alasan ingin mencicipi akhirnya  aku dibperbolehkan minum. Sejak saat itulah aku menjadi suka dengan kopi. Kopi yang aku buat tidak main-main meskipun porsinya hanya 1 cangkir kecil tapi sangat kental, tidak ada gulanya (pait) trus aku minum dengan mengunyah gula merah lebih enaknya dengan gula aren……(wkwkwk) kayak nenek-nenek gitu komentar mommy ku hihihi….

Dampaknya tentu saja ada….. aku kena maag saat kelas V SD. Lumayan parah….sampai aku harus menghentikan 2 makanan dan minuman fav ku yaitu: Kopi dan sambal. Sangat berat, dan sangat berat mungkin kehilangan 2 makanan n minuman itu seperti kehilangan belahan jiwaku (pada saat itu). Tapi bukan aku kalo ga mencari cara bagaimana tetep menikmati dua mami kesukaanku itu. Yahc cari-cari waktu kalo pas rumah sepi gitu hehehe meski akhirnya aku harus nelan obat maag setelah itu.

Nah kebiasaanku terus berlanjut sampai aku SMP dan SMA bahkan ketika SMA tidak ada hari tanpa ngopi. Aku selalu sempatkan ke kantin ketika istirahat untuk memesan 1 cangkir nesface classic dan semakin semangat karena ada temen satu kelasku cew juga yang doyan ngopi jadi deh kita sehati ngopi di kantin bareng-bareng setiap istirahat.  Banyak juga yang aneh melihat kebiasaan kami mo ga aneh gimana? Cewek minum kopi? Padahal temen-temen pada mensen es…makan dll dan aku dengan temenku itu always memesan kopi. Hehe sampai2 bu Nurudin (ibu kantin) hafal dengan kebiasaan kami. Tanpa kami minta selalu sudah dibuatkan.

Ketika kuliah pun demikian terus berlanjut, hanya saja ketika kuliah aku lebih suka mencoba berbagai kopi dengan berbagai merk. Dengan tujuan mengobati rasa penasaranku “apa sih bedanya kopi mahal dengan tidak?” hahaha memang sih ada sedikit bedanya Cuma menurutku ga sebanding dengan harganya (dasar lidah desa udah terbiasa kopi desa wkwkwk). 
Sampai berlanjut sekarang diary.....
sebenarnya banyak banget temen-temen yang menasehatiku agar mengurangi kebiasaanku itu. Yups aku kurangi kok aku dah mencoba ga setiap hari minum. Tapi hasilnya  setiap aku mencoba berhenti untuk tidak minum kopi selalu saja ada dampaknya, seperti kurangnya konsentrasi dalam bekerja, mood yang berubah menjadi sangat jelek, pemarah....gampang bete, migran dll pokoknya kalo ga minum kopi jangan tanya wajahku bisa seseram drakula wkwkwkwk.....tapi kalo dah minum kopi ehm...jadi semanis bidadari (khikhi.......^_^ V)

yahc diary aku tetep mencoba kok mengurangi andai belum bisa ya itu sudah aku coba,,,,hehehe

so maaf buat suami, temen dan semuanya yang sudah kasih nasehat aku.....jangan kawatir aku terus coba kok......

Kamis, 02 September 2010

Me dan My JoB

Dear diary...
Ini kisah ku setiap harinya dalam menunaikan tugasku..
Selama bulan puasa ini setiap jam 6.30 aku mulai mensater varioku yang kata temen-temen terlalu besar untuk ukuran tubuhku hehe....Sesampainya di sekolah sekitar pukul 6.35 WIB. Suasana sekolah masih sangat sepi paling-paling hanya ada pak kebun dan mas imron yang membersihkan kantor serta halaman sekolah. Aku parkirkan motorku dibawah phon tak lupa aku liat atas dulu adakah burung gereja yang bertengger diatas pohon coz biasae motorku yang mengkilap itu saat pulang sudah ada bintik-bintik putih berbau (iiih...) akibat dari perbuatan si burung gereja.....menyebalkan. Setelah aku rasa aman aku kunci sepada ku dan melangkah ringan menuju ke lobby.Tak lupa aku sapa dua orang yang selalu berjasa membuat sekolah menjadi nyaman tersebut.

Sesampainya di kantor pasti dan selalu bukan aku guru yang paling dulu tiba disana karena meja paling depan pasti sudah ada sahabatku yang cantik duduk dengan senyuman dan dihadapannya setumpuk pekerjaan siswanya....ya dia adalah Ika atau biasa di panggil bu Ika hahaha.... bilang bu rasane kok sulit banget ya?. Memang dia adalah temanku sejak SMP, SMA bahkan kuliah pun satu fakultas. Jarang aku bisa datang lebih dulu dari dia. Dia memang rajin pekerjaan kayak apapun terkait dengan profesinya dapat dia selesaikan tepat waktu.....dapat dikatakan dia gila kerja ehm....salut salut....
Yang aku suka darinya dia sangat kreatif, teliti dan rajinnya itu membuat aku selalu termotivasi untuk bisa memberikan yang terbaik yang aku bisa. Memang menjadi kebiasaan, kami selalu datang lebih pagi bukan hanya untuk ngobrol atau ngerumpi tetapi untuk mengkoreksi pekerjaan dari siswa-siswa kami, meskipun disela-sela itu kami selalu kami selingi dengan ngobrol ringan yang kadang membuat kami tertawa.
Satu persatu teman-teman Guru datang dan saat jarum jam kantor menunjukkan pukul 07.00 WIB petugas piket membunyikan Bel nya aku dan Ika pun mempersiapkan diri. Setelah absensi kami menuju ke ruang kelas kami masing-masing. Selama perjalanan dari kantor menuju kelas seneng rasanya mendengar sapaan dari anak anak
"Bu Effril.....,bu Ika..."
"Selamat pagi bu..."
"Assalamualaikum bu..."

Meskipun itu hanya sekedar sapaan ringan tapi membuat langkah kami juga menjadi ringan....seperti posting ku dulu senyuman mereka adalah memacu semangat bagiku. Dan selalu aku jawab dengan memberikan senyuman termanisku ....(uhuk uhuk padahal yo ga manis blas)
"Iya...."
"Selamat pagi juga..."
"Waalaikumsalam"
Atau terkadang aku sebut namanya
"Selamat pagi juga Agisti....Ella...Rio... dll"
aku dulu merasa jika seorang guru hafal dengan nama siswanya maka siswa tersebut akan merasa sangat senang. dan itu yang aku lakukan aku berusaha untuk menghafal nama-nama mereka. Ternyata tidak sulit asal kita berkonsentrasi saat berbicara selalu kita tanya namanya maka kita akan dapat menghafal nama siswa tersebut.
Akhirnya aku memasuki ruang kelas yang sesuai dengan jadwalku. Aku selalu memulai pembelajaran dengan mengingatkan siswa untuk merapikan diri dulu seperti mencopot jaket, topi, tas duduk dengan rapi dan memulai berdoa....meskipuna ada yang protes.... gpp kan bukan maksud ngerjain tapi itu kan demi disiplin mereka. Seperti tadi ada dua siswa yang tidak memakai dasi dan akhirnya aku tegur karena dia berjanji akan memakai dasi jika mengikuti pelajaran saya. Berhubung kesepakatan yang telah dibuat maka siswa saya minta untuk mengikuti pelajaran dari luar.....duh ga tega rasanya...tapi mo gimana lagi kalo ga mulai di disiplinkan sekolahku tidak akan ada peningkatan masalah disiplin.

Materi BAB I telah selesai di praktekkan dan diskusikan minggu kemarin sehingga saya meminta siswa untuk mengerjakan latihan soal yang ada di modul. Saat aku keluar kelas aku melihat dua siswaku itu ada di luar...ya Ampyun melase rek...akhirnya aku minta mereka ikut mengerjakan modul meski di luar sambil aku kasih nasehat pelan-pelan. Ternyata aku tau mereka tidak memakai dasi karena dasi mereka hilang. Entah bener atau ga aku ga tau yang penting aku salut mereka ikut mengerjakan/mengikuti pelajaran meski di luar....yahc namanya perempuan hatiku terketuk...saat pembahasan soal aku ijinkan mereka memasuki kelas. Dan aku melihat senyum di bibir mereka....manis...hehehe.....ada aja...
.
Lalu jam 3-4 aku menuju ke LAB jam 3-4 aku ngajar kelas XII. Ehm ni harus siap mental bukan apa kalau ngajar kelas XII harus bener-bener bisa masuk ke dunia mereka...(tapi bukan dunia anak-anak lho ya) dunia remaja yang mana harus ngerti sikon berusaha membangun motivasi n semangat belajar mereka. Biasanya aku memperdengarkan musik saat mereka memasuki ruangan tujuannya adalah agar mereka rilesk tidak terbebani.

Jika mengajar kelas XII aku harus ekstra memberikan "pancingan" agar mereka mau berbicara mengemukakan pendapat. Aneh memang jika dibandingkan dengan siswa kelas X sekarang jauh.....!!!!
Kelas X sekarang sangat luar biasa antusiasnya...kadang aku sampai kewalahan karena yang sudah berbicara pun masih angkat tangan. Entahlah apa rasa jenuh itu mulai mincul pada diri anak -anak kelas XII tersebut? sungguh di sayangkan jika mereka tidak memanfaatkan waktu mereka yang tinggal beberapa bulan lagi untuk memperoleh pengalaman yang berharga contoh berbicara di depan kelas, berdiskusi dengan teman satu kelompok, berusaha memahami masalah dan memecahkannya......

Yahc....begitulah suka duka ku mengajar di sekolah tercintaku. Ada teman yang bilang ngajar di SMK atau SMA itu enak....ya memang benar...tapi kita harus bisa mengajar dengan segenap jiwa jangan pernah kita menjadi sesosok guru jutek karena ga akan ada manfaatnya..kita ga diterima dengan baik oleh siswa kita.
Kita juga malah akan dimushi...kelas idak nyaman yahc...begitulah suka dukanya menjadi guru....

Aku rasa sementara waktu segini dulu postingku diary....dah kehabisan kata-kata nih.....
see you next time.....

Minggu, 22 Agustus 2010

Dunia Musik

Dear diary....
Malam ini aku nemenin suamiku ngrecord anak-anak band di studio musik. Jadi teringat masa-masa SMU dulu. Semangat anak anak begitu besar...menggebu sama seperti aku dulu. Sekedar cerita..aku dulu punya group band yang personelnya semua cewek...Band ini awalnya kami bentuk hanya sekedar iseng. Satu kos aku dan kakak kelas yang bernama mbak Nia memang lagi seneng-senengnya belajar guitar. Siapapun itu yang bisa maen gitar selalu kami tarjet untuk mengajari.Akhirnya denganl iseng mbak Nia menyeletuk bagaimana kalau mendirikan band yang anggotanya cewek semua. Saat itu masih tahun 2000 (10 tahun lalu) band cewek sangat jarang sekali. Akhirnya sepakatlah ada beberapa temen mbak Nia yang memiliki Visi n Misi yang sama dan terbentuklah band tersebut dengan nama "Platonik" formasinya:
Mbak Nia (melody)
Aku (Rytem)
Mbak Dian (Drum)
Mbak Sakti (Bass)
Mbak Galuh (Keyboard)
Mbak Emy (Vocal)
Pada waktu itu studio band belum banyak. kami latihan di daerah Karangsuko. Dari sekolahan kami harus naek bis tapi tidak masalah semangat kami membara. Meski pun itu aku lakukan tanpa sepengetahuan ortu. Biasa ortuku tidak mendukung dengan aktivitasku main musik. Beliau lebih suka aku tetap mendalami Tari daripada harus ikut band.
Kami tampil perdana menyanyikan lagu "Seperti Bintang-bintang" nya Jikustik. Sebenarnya penampilan kami masih sangat mentah.Tapi karena di dukung suara vocal yang memang TOP dan Drum nya mbak Dian yang lumayan mantap kami mendapat sambutan luar biasa dari semua penonton....bahkan kepala sekolah pun sangat antusias menyambutnya.

Akhirnya kami meneruskan perjalanan band kami karena sesuatu hal Vocalist kami mengundurkan diri akhirnya di gantikan dengan adik kos ku namanya Meilia. Anaknya sangat cantik itu juga merupakan daya tarik tersendiri. Meskipun jujur dari segi suara Meilia masih harus belajar karena masih perdana juga dalam menyanyi waktu itu tapi tidak masalah dia terus berlatih. Nama Band kami berubah menjadi "AURORA BAND". Nama itu aku yang mengusulkan karena baru aja mendapat pelajaran fisika tentang AURORA. Yaitu cahaya indah warna warni yang ada di kutub (waktu itu aku sangat terobsesi dengan matpel sains xixixi...)
Penampilan kedua kami tampil di festival musik membawakan lagunya Padi (aku lupa apa judulnya). sayang waktu itu mbak Nia tidak bisa ikut karena dia harus ikut kejuaraan lomba bola Volly. Melody aku gantikan meski agak amburadul hahaha ancur ga karuan.....yang penting ikut partisipasi dan penonton tetep heboh.

Bandku terus berlanjut sampai aku kelas 2 SMU. Namun setelah kelas 3 sempat vakum karena tidak ada festival atau even lain. Group kami pun bubar karena mbak-mbak lain meneruskan kuliah yang ada tinggal aku dengan Meilia ga mungkin kami lanjut apalagi diapun sudah pindah kos.

Pada saat penerimaan raport OSIS mengadakan Gebyar ekskul. Ada inisiatif dari temen temenku 1 kelas IPA 2 yaitu: Ferry, Dana sama Slamet untuk untuk tampil di acara itu.Mereka mengajakku untuk ikut tampil karena kekurangan personel untuk bassis dan Drummer. Wah pilihan yang susah pikirku waktu itu coz biasanya aku hanya pegang guitar sedang bass hanya iseng iseng saja aku belajar sedang Drum..?Oh...no tengkyu aku ga bisa sama sekali . Okey lah kenapa aku tolak? akhirnya akupun tampil dengan temanku 1 kelas memegang bass sedang drum ngambil dari kelas IPA 1 dan anak itu adalah suamiku sekarang hahaha....penampilanku polosan alias ga da variasi dalam permainan bass ku cuma kata temen-temenku gaya panggungku dapet jadi mereka mengacungi jempol dengan itu . Lucu banget waktu itu pun aku dilarang oleh orang tuaku (mereka sudah tau dengan kegiatan band ku) dengan alaasan sudah kelas 3. Tapi jiwaku masih pingin berkreasi jadi pikirku ga papalah. Luar biasa saat aku di panggung Bapak lewat di depan panggung menuju kelas (waktu itu sedang penerimaan raport) beliau tidak melihatku padahal aku dah deg-deg an pasti aku dimarahi jika beliau tau. Tapi ternyata beliau tidak tau kalau di panggung itu  aku...thanks God begitu kataku dulu..

Aku punsempat di belikan sebuah gitar oleh ibukku karena aku ikut membantu ibuk melatih murid-muridnya menari. waktu itu aku minta imbalan sebuah gitar (meskipun harus merengek-rengek sambil sedikit mengeluarkan air mata buaya hihihi). Akhirnya Ibuk luluh juga dan membelikan aku gitar dengan syarat gitar itu tetap ada dirumah alasanya takut aku buat ngamen....hahaha lucu banget....Ya itulah dunia musik yang pernah aku tekuni....sekarang suami tetap lanjut dengan dunia musiknya katanya se untuk sampingan... yahc whatever lah...

Rabu, 18 Agustus 2010

Renunganku untuk Sang Merah Putih

Dear diary....
Saat aku melihat sang saka merah putih berkibar di ujung tiang bendera aku rasakan debaran jantung..sesak rasanya memenuhi rongga dadaku.
Begitu gagah sang merah putih berkibar di angkasa.....
Rasa banggaku bercampur dengan rasa sedih yang tiada tara.....

Diary.....
Mereka para pahlawan banyak yang gugur hanya untuk kemerdekaan seluruh nusantara....
Mereka para pahlawan rela menyucurkan keringat dan darah untuk melihat sang saka merah putih berkibar di angkasa....
Mereka para pahlawan rela meninggalkan keluarga, istri dan kekasih untuk berjuang merebut tanah air tercinta.....

diary .....
aku seakan melihat lambaian tangan para wanita mengucapkan selamat berpisah dengan belahan jiwanya...untuk berjuang di medan perang...
Mereka tidak bisa memastikan akankah mereka dapat bersatu lagi dalam ikatan cinta yang abadi.....
Bisa kah mereka tertawa bersama lagi atau isakan tangis dan taburan bunga yang akan mengiringi kehidupanya....
Tapi mereka semua rela untuk harapan kesejahteraan di era kemerdekaan.....

Harapan kesejahteraan diary....
Dimana harapan itu?
Dimana kesejahteraan itu?

PR yang sangat bepanjang...sanagat rumit bagi bangsa kita tercinta ini....
Warisan penjajah kolonial begitu erat melekat pada seluruh komponen dalam negara kita. Kapitalisme....pencarian untung secara besar besaran di dunia ekonomi, mengukur semua hal dengan uang dan uang tanpa memperhatikan masyarakat sekitar.
Penerapan moral yang kurang di dunia pendidikan...sehingga mencetak generasi generasi yang kurang profesional dalam bidangnya. Mementingkan ego daripada pengabdian.

Bahkan saat kita mendengar banyak mahasiswa yang terlibat tawuran kekerasan....uuuhggg sangat mencoreng dunia pendidikan. mengapa segala hal harus di selesaikan dengan jalan kekerasan? tidak bisakah kita gunakan intelektualkita.....SDM kita untuk merubah semua???

Semua kembali pada etika moral dan budaya kerja bangsa....
Diary aku tidak membicarakan politik atau apapun aku hanya mengajak...untuk memperbaiki etika moral dan budaya kerja kita. Agar kita bisa duduk sama tinggi dengan pbangsa lain
Agarkita bisa membusungkan dada saat merah putih berkibar...
Agar air mata ini menetes karena haru akan generasi muda yang mengharumkan nama bangsa

Diary....
Amanah itu sekarang ada di tanganku dan generasi ku....
Aku dan teman-teman lah yang menjadi ujung tombak bangsa pada masa ini....
Sudah selayaknya aku meneteskan air mata karena aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa ini....

Ya Robb berikan hamba ini kekuatan untuk bisa menyumbangkan sesuatu demi kemajuan bangsa ini...demi mengembalikan harga diri bangsa kami di mata dunia....
Kami bisa ya Allah...kami akan berusaha......

Jayalah negeriku.....!!!
Ayo bersama ikut membangun bangsa
Merdeka indonesiaku !!!
Merdeka tanah airku !!!

Kamis, 12 Agustus 2010

CERITA PRAJABATAN

Dear diary…….
Aku mo cerita tentang kegiatanku selama 3 minggu terakhir ini. Akhirnya diary, aku menyelesaikan diklat prajabatanku. Diklat prajabatan adalah sebuah diklat yang menyiapkan calon PNS yang tangguh, memiliki jiwa kebangsaan  dan pengabdian terhadap bangsa dan Negara yang tinggi. Aku menjadi heran diary…semua PNS sekarang ini tentu melalui tahapan itu kan? Trus mengapa banyak PNS (meski ga semua) ga menerapkan sedikitpun apa yang mereka terima selama diklat prajab?Sebelum membahas ini lebih lanjut aku akan bercerita pengalamanku selama di sana. Cek it out:

Pukul 09.30 bis yang aku kendarai bersama teman-teman kontingen trenggalek memasuki halaman gedung BLKI singosari. Ada perasaan sedikit gentar dan enggan dalam hati. Melihat disana-sini hanya bangunan tua yang Nampak, teringat aku dengan cerita teman yang ikut diklat rombongan pertama katanya tempat ini banyak menyimpan cerita mistis. Tapi aku berusaha membulatkan tekadku. Setelah melaporkan kedatangan dan pembagian kelas aku menuju ke panitia yang bertugas membagi asrama. Akhirnya aku mendapatkan asrama di bengawan solo no 3. Aku sedikit lega karena satu kamar berisi satu kontingen Trenggalek. Paling tidak aku merasa tidak canggung karena aku orang yang sulit  dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan. Aku langkahkan kaki dengan penasaran di mana gerangan asarama “Bengawan Solo “ itu. Setelah bertanya dengan beberapa orang akhirnya kami melangkahkan kaki dan disambut dengan pamphlet yang bertuliskan “Bengawan Solo”. Aku melihat ke sekeliling yang masih sepi….(karena kami rombongan kedua yang baru datang) sederet kamar berjajar dan bertuliskan no 1 sampai 7. Setelah menemukan kamar kamu kami masuk seraya mengucap salam……serrrr….udara dingin yang datang dari kamar menyambut kami. Aku tau dalam hati teman-teman berkecamuk berbagai macam perasaan. Aku beranikan diri untuk membuka kamar mandi. Alkhamdulillah aku merasa nyaman dengan kamar mandinya yang bersih. Aku kembali menuju kamar dan menghitung jumlah tempat tidur…oh my god ada enam belas?????? Trus aku kembali ke kamar mandi what????? Cuma satu dengan wc ada di dalam. Aduh…….ngalamat ngantri mandi nih itu yang terlintas dalam fikiranku saat itu.aku pasrah dan berharap semoga waktu cepat berputar. Pukul 12.30 kami diminta untuk berkumpul di lapangan semua masih serba semrawut, barisan kurang rapi dan terdengar obrolan, canda tawa dari beberapa teman. “Semua harap diam!!” suara menggelegar itu datang dari sesosok lelaki yang akhirnya aku tau bernama pak Bambang. Aku melihat kelihatannya beliau cukup tegas dan teramat sangat disiplin. Aku liat dan berfikir saat itu dia bukan tipe orang yang suka bercanda. Ehm…..semoga Allah melindungiku itu doaku. Selama kegiatan satu hari itu kami diajari berbagai hal. Mulai bagaimana etiket dalam ruang makan. Apa yang harus dilakukan sebelum memulai makan dan sangat unik sekali menurutku. Siswa datang di minta berbaris memegang kursi masing-masing. Kemudian pemimpin ruang makan meminta untuk duduk dengan ucapan “silahkan duduk” setelah dudukdi siapkan lalu laporan. Setelah itu baru di istirahatkan dan semua peserta harus bicara “Selamat makan……” sesudah itu kami tidak diperkenankan untuk berbicara, sendok dan garpu pun tidak boleh berbenturan dengan keras. Selesai makan semua perlatan makan di bereskan dan pemimpin ruang makan menyiapkan untuk laporan. Setelah berdoa dan di istirahatkan semua peserta harus bilang “Terimakasih……” dengan serentak aneh….itu yang terlintas dalam pemikiran kami karena kami belum biasa.

Setelah itu hari berganti hari aku lalui dengan jadwal :
05.00 – 05.30 senam/PBB
05.30 – 06.00 persiapan makan pagi
06.00 – 06.30 makan pagi
06.30 – 07.00 apel pagi
07.00 – 09.15 pembelajaran
09.15 – 09.30 Break
09.30 – 11.30 pembelajaran
11.30 – 12.30 istirahat
12.30 – 13.00 makan siang
13.00 – 16.30 pembelajaran
16.30 – 18.30 istirahat
18.30 – 19.00 makan malam
19.00 – 21.00 tugas baca/resume
21.00 – 21.30 apel malam
21.30 – 05.00 istirahat.

Hari demi hari aku lalui banyak banget dari pelajaran yang aku peroleh. Banyak inpirasi dari widyiswara. Seperti:
·         Ibu Siti Djoharinsjah yang sangat menghargai pendapat siswa, selalu memberikan umpan balik dengan diiringi senyuman.
·         Ibu Sri Soemarti yang selalu ceria, selalu memberikan motivasi dan hebatnya beliau ingat dengan nama siswa siswanya.
·         Bpk FX Sudirman yang sangat luar biasa mengajarkan bagaimana berbicara dengan efektif dan bagaimana cara memberikan penghargaan atas jawaban siswa.
·         Bpk Aman yang berwibawa dan memiliki karir yang waw…..sampai golongan VI E ehm….bisa ga ya ngikuti jejaknya
·         Bpk Adi Susilo yang menjadi WI favorit dari semua teman sekelas yang mampu memberikan kesegaran dan kreatifitas yang menghibur saat mulai jenuh dengan model pembelajaran diskusi
·         Pak Bambang sebagai pelatih yang sangat menanamkan jiwa disiplin tinggi membentuk jiwa seorang perwira
·         Dan semua WI lain yang ga kalah kerennya….
Selain itu aku memiliki teman-teman yang sangat kompak, denganb berbagai karakter. Yang selalu ku ingat kelas 279 A tidak pernah kompak untuk baris berbaris. Paling mbulet sendiri kalo di suruh PBB. Tapi lucu....
Ada pak ketua dengan sebutannya : uncle syam yang sangat baik hati
Ada ibu ketua : mbak lisa yang judes tapi cantik dan suaranya mengagumkan
Ada mbak santi yang sangat bijaksana
Ada mbak sinta yang suaranya sangat renyah
Ada mbak susi temen seperjuanganku
Ada mbak rohmah yang manis
Ada mbak venty yang imut
Ada mbak Siwi penari yang gemulai
Ada bu Intan dokter cantik yang smart
Ada pak roby yang juga sangat baik hati
Ada pak kusnun yang suka di buat salting temen temen hahaha
Ada pak fajar yang suka berdebat
Ada pak jufri yang suka ngasih nasehat
Ada pak imam yang jadi maskotnya 279 A
Ada pak tofan yang selalu jadi asisten WI
Ada pak heru yang populer dengan sebutan "Arya Penangsang"
Ada pak ilham yang jago maen vol
Ada pak yudha yang....waw gokil abis
Ada pak purwanto yang selalu jaga serambi sehingga harus ngelembur tidur di kelas
Ada buanyak baget yang lain pokoknya semua tak terlupakan......

Kesemuanya memberikan motivasi bagi ku…..agar bisa memberikan terbaik  yang aku mampu demi mengemban tugas di pundakku.