skip to main |
skip to sidebar
Dear diary......
Bagi warga Trenggalek sudah tidak asing lagi dengan tari satu ini. Sejak TK sudah di kenalkan dan di ajarkan. Ini adalah pengalamanku....sejak kecil aku melihat dan mempelajarinya secara outodidak karena orangtuaku melarang menarikannya dengan alasan aku perempuan. Aku semakin penasaran setiap teman-teman menarikannya aku perhatikan baik baik aku mencoba menarikan secara sembunyi sembunyi akhirnya aku menguasai meski aku tidak pernah di beri kesempatan menarikannya.
Sejak dulu aku sudah kagum dengan tarian itu....sangat ekspresif...mengobarkan semangat....yang luar biasa.
Sedikit cerita tari Turonggo yakso ini pertama kali berkembang di desa Dongko sekitar taun 1980 an. Setelah itu di berbagai daerah Trenggalek ikut mengembangkan dengan berbagai kreasi tetapi tetap pada pakemnya. Tari ini berbeda dengan tari jaranan lain. Jaranan Turonggo Yakso ini menggunakan gambar raksasa bukan gambar kuda kepang seperti yang lain....dan sungguh menakjubkan ternyata yakso (raksasa) ini hanya di miliki oleh Trenggalek. Tarian ini menggambarkan kemenangan penduduk untuk mengatasi segala marabahaya/malapetaka yang dilambangkan oleh raksasa.
Alkhamdulillah akhirnya aku berkesempatan menarikannya di malam inagurasi saat prajabatan. Benar-benar bangga rasanya bisa menunjukkan inilah karya seniman Trenggalek....
Aneh rasanya saat latihan aku merasa ada beberapa gerakan yang kurang pas tapi setelah di panggung Yakso yang biasanya berat jadi ringan....gerakanku pun bisa ngalir.....bener-bener aku bisa merasakan dan menikmati setiap gerakan. Semangat n jiwa tari itu begitu merasuk dalam jiwa.
Apalagi dukungan dari teman-teman kontingen Trenggalek membuatku tambah semangat....membuat rame dan menyedot perhatian semua penonton. Bangga, puas dan sangat bersyukur aku bisa menarikannya. Jika aku menarikan di kota Trenggalek mungkin perasaanku tidak sehebat ini. Aku bisa menarikan di kota malang dengan di tonton berbagai teman dari berbagai kabupaten...wah.....seneng rasanya ingin teriak ini lho Trenggalek punya...hehehe
Sukses bagi para seniman Trenggalek...terus berkarya....aku pun akan ikut berkarya sebisa dan semampu yang aku bisa.....Hidup Trenggalek!!!!!!
Nimati dan selalu optimis
Hidup adalah sebuah lakon. Maka jalani dan nimati
Rabu, 11 Agustus 2010
Tari Turonggo Yakso
Dear diary......
Bagi warga Trenggalek sudah tidak asing lagi dengan tari satu ini. Sejak TK sudah di kenalkan dan di ajarkan. Ini adalah pengalamanku....sejak kecil aku melihat dan mempelajarinya secara outodidak karena orangtuaku melarang menarikannya dengan alasan aku perempuan. Aku semakin penasaran setiap teman-teman menarikannya aku perhatikan baik baik aku mencoba menarikan secara sembunyi sembunyi akhirnya aku menguasai meski aku tidak pernah di beri kesempatan menarikannya.
Sejak dulu aku sudah kagum dengan tarian itu....sangat ekspresif...mengobarkan semangat....yang luar biasa.
Sedikit cerita tari Turonggo yakso ini pertama kali berkembang di desa Dongko sekitar taun 1980 an. Setelah itu di berbagai daerah Trenggalek ikut mengembangkan dengan berbagai kreasi tetapi tetap pada pakemnya. Tari ini berbeda dengan tari jaranan lain. Jaranan Turonggo Yakso ini menggunakan gambar raksasa bukan gambar kuda kepang seperti yang lain....dan sungguh menakjubkan ternyata yakso (raksasa) ini hanya di miliki oleh Trenggalek. Tarian ini menggambarkan kemenangan penduduk untuk mengatasi segala marabahaya/malapetaka yang dilambangkan oleh raksasa.
Alkhamdulillah akhirnya aku berkesempatan menarikannya di malam inagurasi saat prajabatan. Benar-benar bangga rasanya bisa menunjukkan inilah karya seniman Trenggalek....
Aneh rasanya saat latihan aku merasa ada beberapa gerakan yang kurang pas tapi setelah di panggung Yakso yang biasanya berat jadi ringan....gerakanku pun bisa ngalir.....bener-bener aku bisa merasakan dan menikmati setiap gerakan. Semangat n jiwa tari itu begitu merasuk dalam jiwa.
Apalagi dukungan dari teman-teman kontingen Trenggalek membuatku tambah semangat....membuat rame dan menyedot perhatian semua penonton. Bangga, puas dan sangat bersyukur aku bisa menarikannya. Jika aku menarikan di kota Trenggalek mungkin perasaanku tidak sehebat ini. Aku bisa menarikan di kota malang dengan di tonton berbagai teman dari berbagai kabupaten...wah.....seneng rasanya ingin teriak ini lho Trenggalek punya...hehehe
Sukses bagi para seniman Trenggalek...terus berkarya....aku pun akan ikut berkarya sebisa dan semampu yang aku bisa.....Hidup Trenggalek!!!!!!
Jumat, 18 Juni 2010
Kamu tetap anakku.....
Mungkin begini jadi orang tua.....meski aku belum jadi orang tua yang sesungguhnya tapi murid-muridku tetap saja aku anggap anakku.
Disaat mereka tidak sadar berbuat kesalahan aku berusaha mengingatkan....
Saat mereka terperosok jauh kedalam aku masih berusaha menariknya.....
Hingga saat genggamanku terlepas karena egonya yang masih terlalu tinggi...dia terjatuh.....
Dia merasakan kesakitan itu.......
Ingin rasanya aku memarahinya karena tidak mengindahkan nasehatku....
Banyak yang menyarankan untuk meninggalkanya karena ulahnya.
Banyak yang bilang itu resiko nya yang sembrono dalam bertindak.....
Tapi melihat tatapan matanya yang berkaca-kaca membuatku tak tega.....
Dadanya yang biasanya tegap kini terkulai tak berdaya.....
Langkah kaki yang semula ringan kini terdengar terseret...
Tangan yang biasanya begitu kokoh sekarang terlihat gemetar.....
Aku hanya bisa berusaha meraihmu nak......
sambut tanganku......
Kamu yang harus bisa menangkap genggamanku....
Jika memang engkau belum bisa menangkapnya....maafkan aku.....
Tapi..... engkau tetap anakku.........
Disaat mereka tidak sadar berbuat kesalahan aku berusaha mengingatkan....
Saat mereka terperosok jauh kedalam aku masih berusaha menariknya.....
Hingga saat genggamanku terlepas karena egonya yang masih terlalu tinggi...dia terjatuh.....
Dia merasakan kesakitan itu.......
Ingin rasanya aku memarahinya karena tidak mengindahkan nasehatku....
Banyak yang menyarankan untuk meninggalkanya karena ulahnya.
Banyak yang bilang itu resiko nya yang sembrono dalam bertindak.....
Tapi melihat tatapan matanya yang berkaca-kaca membuatku tak tega.....
Dadanya yang biasanya tegap kini terkulai tak berdaya.....
Langkah kaki yang semula ringan kini terdengar terseret...
Tangan yang biasanya begitu kokoh sekarang terlihat gemetar.....
Aku hanya bisa berusaha meraihmu nak......
sambut tanganku......
Kamu yang harus bisa menangkap genggamanku....
Jika memang engkau belum bisa menangkapnya....maafkan aku.....
Tapi..... engkau tetap anakku.........
Rabu, 16 Juni 2010
Perjuanganku.................
Aku tak mampu jika sendiri berjuang......
Aku tak kuasa hanya sendiri berdiri........
Aku butuh kalian.....teman sejawat dan juga anak anakku......
Aku hanya ingin kalian mendukung usahaku membantu kalian......
Aku hanya ingin membantu kalian menyongsong masa depan
Tolong anak-anakku......bantu aku.....
Jadilah diri kalian sendiri agar aku tau sejauh mana kalian bisa belajar bersama denganku.....
Aku tidak memerlukan nilai bagus jika itu hasil manipulasi.....
Jangan kau bohongi aku nak.....
Aku tulus bekerja untukmu.....
Aku sekuat tenaga untuk prestasimu....
Hargailah usahaku......
Ayo kita belajar bersama......
Jadilah diri kalian sendiri
Andai kalian belum bisa aku siap membantu
Asal kalian bersungguh-sungguh dalam belajar.....
Ayo nak kalian harus siap hadapi dunia....
Andai semua manipulasi apa yang kalian peroleh dari bangku sekolah?
Sia-sia setiap pagi kalian bangun berjalan ke skul....
kalo tak ada satu pun ilmu berasil kalian dapatkan.....
Nak masa depan ada di tanganmu...songsonglah........
Aku tak kuasa hanya sendiri berdiri........
Aku butuh kalian.....teman sejawat dan juga anak anakku......
Aku hanya ingin kalian mendukung usahaku membantu kalian......
Aku hanya ingin membantu kalian menyongsong masa depan
Tolong anak-anakku......bantu aku.....
Jadilah diri kalian sendiri agar aku tau sejauh mana kalian bisa belajar bersama denganku.....
Aku tidak memerlukan nilai bagus jika itu hasil manipulasi.....
Jangan kau bohongi aku nak.....
Aku tulus bekerja untukmu.....
Aku sekuat tenaga untuk prestasimu....
Hargailah usahaku......
Ayo kita belajar bersama......
Jadilah diri kalian sendiri
Andai kalian belum bisa aku siap membantu
Asal kalian bersungguh-sungguh dalam belajar.....
Ayo nak kalian harus siap hadapi dunia....
Andai semua manipulasi apa yang kalian peroleh dari bangku sekolah?
Sia-sia setiap pagi kalian bangun berjalan ke skul....
kalo tak ada satu pun ilmu berasil kalian dapatkan.....
Nak masa depan ada di tanganmu...songsonglah........
Senin, 14 Juni 2010
Masa depan negara ini ada di tanganmu.....
Dear diary....
Diary....hari ini aku merasakan kesedihan luar biasa. Aku menulis ini bukan berarti aku munafik...tidak pernah ceroboh atau pun teledor. Tapi aku menulis ini karena aku pernah ceroboh dan aku juga pernah teledor sehingga aku tau dampak yang aku rasakan.
Kisah ku aku mulai......
Pukul 06.30 aku stater motorku dan mulai berangkat ke skul dengan harapan aku tidak terlambat. Karena hari ini adalah Ulangan Semester II.. Benar sampai di sekolah suasana masih sepi aku parkirkan motorku di bawah pepohonan depan lobby kantor.
Pukul 07.00 bel sudah berbunyi aku ambil naskah ujian dan aku mendapatkan ruang 07. Sesamapinya diruangan baru aku tau kalau kelas yang aku masuki kelas anak yang selama ini belum pernah aku ajar sama sakali. Kelas di setting dengan kondisi satu bangku adalah kelas X dan XI. Sayangnya seragam yang mereka pakai sama sehingga saya kurang memahami mana yang kelas X dan mana yang kelas XI.
Aku melirik pergelangan jam ku....sudah 07.10 tapi siswa yang masuk hanya sekitar 18 orang padahal seharusnya dalam satu kelas ada 36 siswa. Aku buka sampul ujian dan membagikan soal serta lembar jawaban pada masing-masing siswa. Selesai membagikan soal datang lah mereka satu per satu.....sampai pukul 07.30 masih saja ada yang baru datang dan yang sangat aku sesalkan mereka datang masuk kelas tanpa mengucap salam...langsung duduk tanpa mengucapkan maaf atau ijin mengikuti ujian karena datang terlambat. Mereka malah bercanda-canda dengan temannya. Aku berusaha meredam amarahku.......Aku meminta mereka untuk mengerjakan. Aku meririk masih ada 3 bangku kosong ehm.....apa mereka tidak hadir itu yang terlintas dalam pemikiranku.Akhirnya pukul 07.35 mereka datang dan langsung masuk kelas....lagi-lagi tanpa mengucap salam, tanpa minta maaf dan tanpa minta ijin untuk mengikuti ujian karena keterlambatan mereka. Baju tidak dimasukkan rapi, seperti merka tidak berniat menuntut ilmu di sekolah.....saat meminta soal ujian saya tanya mengapa terlambat jawabannya cukup dibuat-buat "belajar bu". Dan jawaban itu disambut gelak tawa dari seluruh kelas. Aku hanya menghela napas menahan rasa prihatinku.
Ujian berlangsung dengan tidak kondusif, dari mulut-mulut manis mereka terlontar kata-kata yang tidak perlu dan terkadang tidak pantas hanya sekedar untuk memancing gelak tawa mereka. Aku berusaha mengingatlan mereka nada bicaraku sudah mulai gemetar karena rasa marah yang tak tertahankan. "Ya Allah berikan hamba kesabaran" itu yang selalu aku bisikkan dalam hatiku. Saat aku menatap bawah aku melihat ada siswa yang memakai sandal....pertama aku berfikir dia sakit....aku dekati dia dan bertanya secara baik-baik.
" mengapa memakai sandal?"
"Ga apa-apa bu!" jawabnya
"Lho kok bisa pakai sandal ke sekolah?" Aku masih berusaha bertanya
"Sepatu saya basah bu" jawabnya sekenanya, jawaban itu memancing riuh tawa dari seluruh kelas...tak ayal lagi semua saling mengucapkan komentar mereka. Aku tau jawaban itu hanya asal-asalan karena aku tau kemarin hari minggu dan cuaca cukup panas.
"Jadi kamu tidak sakit?"
"Tidak bu" jawabannya yang agak sengak (menyepelekan) membuat dadaku berdegub. Ya Allah beginikah sekolah di sekolah negri????
akhirnya sebuah kalimat meluncur dari mulutku "Tolong kalian sekolah ada aturannya, jam berapa masuk baju apa yang di kenakan......" belum selesai aku bicara ada yang menyaut "Halah bu bu wong yo sekolah mbayar ae......"
Astagfirullah.................
Setiap aku berusaha untuk menasehati mereka selalu menjawab dengan kata-kata yang pedas.....aku maklum maksud mereka bercanda tapi beginikah?????
Apa karena aku bukan guru yang mengajar mereka, sehingga layak untuk di perlakukan demikian?
Anak didik yang aku ajar tau sifatku. Tidak akan berbuat semacam itu......Mungkin "mereka" yang belum pernah aku ajar fikir aku seorang guru yang "yo wis lah manut opo jare kamu, sak karepmu....." jangan salah nak......^_^
Akhirnya aku di bantu panitia meminta siswa yang tidak memakai sepatu untuk kekantor mengerjakan soal ujian di sana sungguh hukuman yang sangat ringan......
Berlanjut diary saat ujian berlangsung ada beberapa fakta yang membuatku sangat ingin keluar dan membatalkan ujian (hanya pemikiranku saja karena ga mungkinlah aku batalin ujian mang aku sapa?):
1. Jawaban beberapa anak (lebih dari 5) sampai jam 08.00 masih kosong tidak terisi sama sekali, saat aku tanya jawabannya tida bisa, padahal aku tau mereka menunggu jawaban dari teman mereka.
2. Banyak yang terpaksa hp saya minta untuk masukkan dalam tas karena mereka mencari jawaban lewat sms. Sungguh ironis Hp di salah gunakan dan itu sudah menjadi tren masa kini
3. Mereka secara terang-terangan menyalin jawaban teman mereka di depan mataku, terpaksa aku tarik jawaban mereka. Bener-bener menganggap guru di depannya hanya patung........tidak perlu di pedulikan....ehm......
Diary.......memang tidak semua siswa ku demikian itu hanya segelintir dari mereka tapi diary......itu penyakit diary....penyakit yang akan menghancurkan bangsa. Aneh...bener bener aneh.....di saat banyak yang menyerukan pembangunan....menyerukan tuntutan ekonomi...menyerukan tuntutan kesejahteraan tetapi dari dalam banyak jiwa muda yang keropos akan ilmu pengetahuan dan juga moral. Tak heran diary banyak sekali tawuran....demonstrasi dengan kekerasan anarkisme dll. Semua terjadi karena "mereka" yang berbuat demikian tidak berfikir....buat apa sih merusak? buat apa teriak teriak? mengapa bukan aku saja yang kelak di suatu masa memimpin negara? (bukan berarti harus jadi presiden) tapi menggerakkan berbagai bidang dan sektor yang mereka tekuni....dengan amanat yang mereka sampaikan lewat demonstrasi tersebut?
Diary lagi-lagi itu PR seorang guru...mampukah diary jika kami para abdi negara ini tidak srtentak maju untuk memperbaikinya? mampukah hanya beberapa dari kami yang maju tapi yang lain tidak??? membuat "mereka" akan semakin ceroboh dalam menuntut ilmu.....
Menyakitkan diary.........
Tolong jangan salahkan aku jika harus menerapkan disiplin itu juga demi masa depan kalian......
Tolong jangan menuntut nilai bagus jika memang kalian tidak pernah mengikuti pembelajaran dengan baik.......
Tolong jangan menuntut nilai akademis sempurna jika non akademis kalian (sopan santun, akhlak dll) tidak menunjang.....
Dan tolong....banggalah dengan usaha kalian sendiri
Masa depan bangsa ada di tangan kalian semua.....kami sebagai seorang guru hanya bisa membantu kalian....keputusan semua ada di tangan kalian........
Diary....hari ini aku merasakan kesedihan luar biasa. Aku menulis ini bukan berarti aku munafik...tidak pernah ceroboh atau pun teledor. Tapi aku menulis ini karena aku pernah ceroboh dan aku juga pernah teledor sehingga aku tau dampak yang aku rasakan.
Kisah ku aku mulai......
Pukul 06.30 aku stater motorku dan mulai berangkat ke skul dengan harapan aku tidak terlambat. Karena hari ini adalah Ulangan Semester II.. Benar sampai di sekolah suasana masih sepi aku parkirkan motorku di bawah pepohonan depan lobby kantor.
Pukul 07.00 bel sudah berbunyi aku ambil naskah ujian dan aku mendapatkan ruang 07. Sesamapinya diruangan baru aku tau kalau kelas yang aku masuki kelas anak yang selama ini belum pernah aku ajar sama sakali. Kelas di setting dengan kondisi satu bangku adalah kelas X dan XI. Sayangnya seragam yang mereka pakai sama sehingga saya kurang memahami mana yang kelas X dan mana yang kelas XI.
Aku melirik pergelangan jam ku....sudah 07.10 tapi siswa yang masuk hanya sekitar 18 orang padahal seharusnya dalam satu kelas ada 36 siswa. Aku buka sampul ujian dan membagikan soal serta lembar jawaban pada masing-masing siswa. Selesai membagikan soal datang lah mereka satu per satu.....sampai pukul 07.30 masih saja ada yang baru datang dan yang sangat aku sesalkan mereka datang masuk kelas tanpa mengucap salam...langsung duduk tanpa mengucapkan maaf atau ijin mengikuti ujian karena datang terlambat. Mereka malah bercanda-canda dengan temannya. Aku berusaha meredam amarahku.......Aku meminta mereka untuk mengerjakan. Aku meririk masih ada 3 bangku kosong ehm.....apa mereka tidak hadir itu yang terlintas dalam pemikiranku.Akhirnya pukul 07.35 mereka datang dan langsung masuk kelas....lagi-lagi tanpa mengucap salam, tanpa minta maaf dan tanpa minta ijin untuk mengikuti ujian karena keterlambatan mereka. Baju tidak dimasukkan rapi, seperti merka tidak berniat menuntut ilmu di sekolah.....saat meminta soal ujian saya tanya mengapa terlambat jawabannya cukup dibuat-buat "belajar bu". Dan jawaban itu disambut gelak tawa dari seluruh kelas. Aku hanya menghela napas menahan rasa prihatinku.
Ujian berlangsung dengan tidak kondusif, dari mulut-mulut manis mereka terlontar kata-kata yang tidak perlu dan terkadang tidak pantas hanya sekedar untuk memancing gelak tawa mereka. Aku berusaha mengingatlan mereka nada bicaraku sudah mulai gemetar karena rasa marah yang tak tertahankan. "Ya Allah berikan hamba kesabaran" itu yang selalu aku bisikkan dalam hatiku. Saat aku menatap bawah aku melihat ada siswa yang memakai sandal....pertama aku berfikir dia sakit....aku dekati dia dan bertanya secara baik-baik.
" mengapa memakai sandal?"
"Ga apa-apa bu!" jawabnya
"Lho kok bisa pakai sandal ke sekolah?" Aku masih berusaha bertanya
"Sepatu saya basah bu" jawabnya sekenanya, jawaban itu memancing riuh tawa dari seluruh kelas...tak ayal lagi semua saling mengucapkan komentar mereka. Aku tau jawaban itu hanya asal-asalan karena aku tau kemarin hari minggu dan cuaca cukup panas.
"Jadi kamu tidak sakit?"
"Tidak bu" jawabannya yang agak sengak (menyepelekan) membuat dadaku berdegub. Ya Allah beginikah sekolah di sekolah negri????
akhirnya sebuah kalimat meluncur dari mulutku "Tolong kalian sekolah ada aturannya, jam berapa masuk baju apa yang di kenakan......" belum selesai aku bicara ada yang menyaut "Halah bu bu wong yo sekolah mbayar ae......"
Astagfirullah.................
Setiap aku berusaha untuk menasehati mereka selalu menjawab dengan kata-kata yang pedas.....aku maklum maksud mereka bercanda tapi beginikah?????
Apa karena aku bukan guru yang mengajar mereka, sehingga layak untuk di perlakukan demikian?
Anak didik yang aku ajar tau sifatku. Tidak akan berbuat semacam itu......Mungkin "mereka" yang belum pernah aku ajar fikir aku seorang guru yang "yo wis lah manut opo jare kamu, sak karepmu....." jangan salah nak......^_^
Akhirnya aku di bantu panitia meminta siswa yang tidak memakai sepatu untuk kekantor mengerjakan soal ujian di sana sungguh hukuman yang sangat ringan......
Berlanjut diary saat ujian berlangsung ada beberapa fakta yang membuatku sangat ingin keluar dan membatalkan ujian (hanya pemikiranku saja karena ga mungkinlah aku batalin ujian mang aku sapa?):
1. Jawaban beberapa anak (lebih dari 5) sampai jam 08.00 masih kosong tidak terisi sama sekali, saat aku tanya jawabannya tida bisa, padahal aku tau mereka menunggu jawaban dari teman mereka.
2. Banyak yang terpaksa hp saya minta untuk masukkan dalam tas karena mereka mencari jawaban lewat sms. Sungguh ironis Hp di salah gunakan dan itu sudah menjadi tren masa kini
3. Mereka secara terang-terangan menyalin jawaban teman mereka di depan mataku, terpaksa aku tarik jawaban mereka. Bener-bener menganggap guru di depannya hanya patung........tidak perlu di pedulikan....ehm......
Diary.......memang tidak semua siswa ku demikian itu hanya segelintir dari mereka tapi diary......itu penyakit diary....penyakit yang akan menghancurkan bangsa. Aneh...bener bener aneh.....di saat banyak yang menyerukan pembangunan....menyerukan tuntutan ekonomi...menyerukan tuntutan kesejahteraan tetapi dari dalam banyak jiwa muda yang keropos akan ilmu pengetahuan dan juga moral. Tak heran diary banyak sekali tawuran....demonstrasi dengan kekerasan anarkisme dll. Semua terjadi karena "mereka" yang berbuat demikian tidak berfikir....buat apa sih merusak? buat apa teriak teriak? mengapa bukan aku saja yang kelak di suatu masa memimpin negara? (bukan berarti harus jadi presiden) tapi menggerakkan berbagai bidang dan sektor yang mereka tekuni....dengan amanat yang mereka sampaikan lewat demonstrasi tersebut?
Diary lagi-lagi itu PR seorang guru...mampukah diary jika kami para abdi negara ini tidak srtentak maju untuk memperbaikinya? mampukah hanya beberapa dari kami yang maju tapi yang lain tidak??? membuat "mereka" akan semakin ceroboh dalam menuntut ilmu.....
Menyakitkan diary.........
Tolong jangan salahkan aku jika harus menerapkan disiplin itu juga demi masa depan kalian......
Tolong jangan menuntut nilai bagus jika memang kalian tidak pernah mengikuti pembelajaran dengan baik.......
Tolong jangan menuntut nilai akademis sempurna jika non akademis kalian (sopan santun, akhlak dll) tidak menunjang.....
Dan tolong....banggalah dengan usaha kalian sendiri
Masa depan bangsa ada di tangan kalian semua.....kami sebagai seorang guru hanya bisa membantu kalian....keputusan semua ada di tangan kalian........
Rabu, 26 Mei 2010
Meraih impian
Dear diary....
Kemarin aku mendapat kabar anak didikku da yang lolos ketrima masuk UM lewat jalur beasiswa bidik misi. Alkhamdulillah puji syukur atas segala nikmat dari Allah. Meski aku hanya 1 tahun ngajar dia. Semoga apa yang di cita-citakan tercapai...amin...
Untuk yang lain aku sangat berharap agar mereka bisa meraih impiannya, tidak hanya berhenti di bangku SMK. Andai pun mereka bekerja dulu..semoga semangat untuk belajar n belajar itu akan selalu ada dan direalitakan.
Karena di jaman sekarang di Indonesia khususnya keahlian di tunjang dengan ijazah yang sesuai itu yang dicari. Seseorang yang memiliki keahlian tapi ijazah yang tidak sesuai akan selalu terbentur dengan birokrasi, yang kurang ini kurang itu....ehm kasian kalau itu terjadi...padahal sebenernya mereka mampu.
Kadang aku berfikir pendidikan di luar negri sangat spesifik sesuai dengan minat dan keahlian anak mulai sejak dini. Tidak heran hal itu akan membuat seseorang menjadi sangat kompeten di bidangnya. Masalah jenjang pendidikan......??? yang dipentingkan adalah sertifikat keahlian.
Sudahlah....yang penting semoga anak didikku akan menjadi generasi yang kelak menjadi penggerak dai bangsa ini....terus berjuang meraih impian semangat!!!!
Kemarin aku mendapat kabar anak didikku da yang lolos ketrima masuk UM lewat jalur beasiswa bidik misi. Alkhamdulillah puji syukur atas segala nikmat dari Allah. Meski aku hanya 1 tahun ngajar dia. Semoga apa yang di cita-citakan tercapai...amin...
Untuk yang lain aku sangat berharap agar mereka bisa meraih impiannya, tidak hanya berhenti di bangku SMK. Andai pun mereka bekerja dulu..semoga semangat untuk belajar n belajar itu akan selalu ada dan direalitakan.
Karena di jaman sekarang di Indonesia khususnya keahlian di tunjang dengan ijazah yang sesuai itu yang dicari. Seseorang yang memiliki keahlian tapi ijazah yang tidak sesuai akan selalu terbentur dengan birokrasi, yang kurang ini kurang itu....ehm kasian kalau itu terjadi...padahal sebenernya mereka mampu.
Kadang aku berfikir pendidikan di luar negri sangat spesifik sesuai dengan minat dan keahlian anak mulai sejak dini. Tidak heran hal itu akan membuat seseorang menjadi sangat kompeten di bidangnya. Masalah jenjang pendidikan......??? yang dipentingkan adalah sertifikat keahlian.
Sudahlah....yang penting semoga anak didikku akan menjadi generasi yang kelak menjadi penggerak dai bangsa ini....terus berjuang meraih impian semangat!!!!
Selasa, 25 Mei 2010
Nelongso....
Dear diary…….
Dah lama aku ga menyapamu…….
Diary betapa bahagianya aku saat matapelajaran yang aku sampaikan dapat di terima baik oleh anak didikku…
Antusias dan keaktivan mereka dalam proses pembelajaran membuat aku merasakan nikmatnya menjadi seorang guru….
Begitu menyenangkan aura itu pun akan mempengaruhi aktivitasku selanjutnya…..
Seneng diary saat murid-murid menyapaku dengan senyuman mereka….senyum tulus seorang murid kepada gurunya….senyuman dan sapaan mereka merupakan cambuk semangatku menuju ke kelas….
Begitu ringan langkah kaki ini saat mereka tersenyum padaku…..
Tapi diary….saat aku sampai di kelas dan bertemu dengan muka-muka murung…capek tidak semangat hati ini rasanya ingin menangis…..
Saat aku mulai berusaha membangun suasana yang menyenangkan hanya keluh kesah yang keluar dari bibir mereka….
Aku merasa gagal diary….
Aku merasa berdosa tidak dapat memberikan sesuatu yang berguna bagi mereka…
Sangat disayangkan jika mereka pun acuh…bahkan merasa pantas mendapat nilai bagus meski tidak pernah sekalipun mengikuti proses pembelajaran dengan baik……
Akan kah mereka dapat menggenggam dunia jika mereka terus seperti ini?nelongso rasanya............
Menjadi seorang guru adalah amanah diary…begitu besar tanggung jawabnya. Jika kita benar-benar menjadi guru kita akan selalu dapat membangun suasana yang menyenangkan sehingga membuat kondusif suasana belajar. Bukan seorang guru jika siswanya masih membicarakan hal diluar materi yang disampaikan. Bukan seorang guru jika tidak mampu memberikan sesuatu yang berguna dalam setiap pertemuan pembelajaran pada tiap anak didiknya……
Aku masih perlu belajar banyak diary……………….. T_T
Sabtu, 08 Mei 2010
Padepokan Tari SMKANESA
Dear diary.....
Seneng rasanya bisa menumbuhkan minat budaya pada anak didikku. Seperti yang telah aku jelaskan pada blogku kemarin bahwa perkembangan teknologi kian menggeser kebudayaan kita. Aku salut sekali dengan minat mereka dalam mengembangkan budaya indonesia.
Aku memberi judul blogku kali ini "Padepokan Tari SMKANESA". Aku bosan dengan sebutan sanggar. Mungkin kata-kata padepokan akan lebih terkesan budaya banget. hehehe
Mulai bulan januari kemarin 3 tari telah berhasil aku bagi pada anak didikku. Yaitu tari Erang-erang, tari Mayangsari (Mayong) dan terakhir tari gambyong.....
Cukup sulit mengajarkan tari gambyong......perlu ketelatenan baik dari diriku sendiri maupun dari anak didikku....tak jarang mereka bilang...."bu sulit" " bu bosan" dll tapi semua butuh proses. Karena jika menarikan tari gambyong seseorang harus benar-benar menyatu dengan tarian itu....
Meskipun tarian itu lemah lembut bahkan cenderung membosankan bagi seseorang yang tidak mengetahui kasanah sebuah tari, tetapi jika yang menarikan mempunyai kemampuan menarik penonton membiuat mereka terpesona dengan gerakan dan senyuman mereka...maka luar biasa efeknya.
and finally....mereka bisa....murid-muridku yang cantik....berhasil...mereka sangat gemulai menarikannya..... ^_^
Ehm....Sekarang aku merasa tertantang untuk membuat tarian remo secara masal. Kira-kira bisa ga ya???
Perlu cukup waktu untuk mempersiapkannya.....ehm akan sangat indah jika musiknya bisa secara live dan yang memainkannya anak-anakku sendiri....waw....bisa-bisa aku nangis karena rasa haru.....
Minggu depan padepokan akan aktif kembali....untuk persiapan tari selanjutnya.....
Mungkin aku mo garap tari remo masal itu dengan tari gandrung banyuwangi....
Kedua tarian yang cukup memiliki tingkat kesulitan tinggi.... jika berhasil akan merasakan kebahagiaan yang waw......
Yahc....semoga padepokan seni SMKANESA berhasil memeriahkan HUT RI ke65
Semangat!!!!!!
Diberdayakan oleh Blogger.
Hidup ini tidak akan berubah seperti yang kita fikirkan jika kita tidak bertindak untuk merubahnya...
Hidup ini indah
Nimati dan selalu optimis
My Diary
Terimakasih telah membaca lembar-lembar cerita kehidupan saya....
Wayang
Hidup adalah sebuah lakon. Maka jalani dan nimati
Blognya teman-teman
Mi perfil
- Unknown














